Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisPertamina Siap Bantu Shell Atasi Krisis BBM, tapi Mengapa Kerja Sama Belum...

Pertamina Siap Bantu Shell Atasi Krisis BBM, tapi Mengapa Kerja Sama Belum Jalan?

Energi Juang News, Jakarta- PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan mereka untuk membuka pintu kerja sama dengan Shell Indonesia guna menanggulangi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di jaringan SPBU Shell. “Prinsipnya, kami siap bernegosiasi dan berkolaborasi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza, dalam pernyataannya, Minggu, 2 November 2025.

Namun, Roberth mengungkapkan bahwa hingga kini pihak Shell belum dapat melanjutkan pembicaraan bisnis karena alasan internal perusahaan. Meski demikian, Pertamina tetap membuka ruang bagi semua badan usaha swasta yang berminat menjalin kolaborasi pasokan BBM.

Ia mencontohkan kerja sama dengan BP-AKR yang telah rampung dan kini kembali beroperasi normal menjual bahan bakar di SPBU BP. Roberth menambahkan, bila publik ingin mengetahui detail alasan Shell belum menyepakati kerja sama, hal itu sebaiknya dikonfirmasi langsung ke perusahaan migas asal Inggris tersebut.

Sementara itu, Shell Indonesia melalui President Director & Managing Director Mobility, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa pembahasan B2B terkait impor base fuel masih berlangsung. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait agar pasokan BBM segera pulih,” ujarnya, Jumat, 31 Oktober 2025.

Walau produk bensin seperti Shell Super dan V-Power belum tersedia, SPBU Shell tetap beroperasi melayani pelanggan dengan produk diesel, pelumas, dan layanan lainnya. Shell berjanji akan mengumumkan perkembangan terbaru melalui situs resmi dan media sosial perusahaan.

Krisis pasokan BBM ini bermula sejak pertengahan Agustus 2025, saat kuota impor milik beberapa SPBU swasta seperti BP, Shell, dan Vivo mulai menipis. Hanya BP-AKR yang sejauh ini berhasil menjalin kerja sama distribusi dengan Pertamina.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyebab utama kelangkaan ini adalah habisnya kuota impor BBM swasta. Pemerintah sudah menambah jatah impor sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Bahlil menegaskan, jika perusahaan swasta membutuhkan tambahan pasokan, kerja sama dengan Pertamina menjadi solusi logis. “Pertamina adalah representasi negara yang menjamin hajat hidup orang banyak. Maka kolaborasi ini bukan menutup ruang swasta, melainkan menjaga keseimbangan antara bisnis dan kepentingan publik,” tegasnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments