Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahTahta Sunyi di Surakarta: Raja Pakubuwono XIII Tutup Usia

Tahta Sunyi di Surakarta: Raja Pakubuwono XIII Tutup Usia


Energi Juang News, Surakarta – Duka mendalam menyelimuti Keraton Surakarta. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Kasunanan Surakarta, wafat pada Minggu pagi, 2 November 2025, sekitar pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kabar duka ini disampaikan adik kandung almarhum, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng. Menurutnya, sang raja telah dirawat di rumah sakit sejak awal September 2025, tak lama setelah rangkaian upacara adat Adang Tahun Dal dan Kembul Bujana.

“Beliau dirawat setelah selesai Kembul Bujana. Sejak itu hingga pagi ini berpulang,” ujar Gusti Moeng kepada wartawan, Minggu.

Jenazah PB XIII akan disemayamkan di Keraton Surakarta sebelum dimakamkan sesuai tata upacara adat Kasunanan. Pihak keluarga berencana memberikan keterangan resmi pada pukul 10.00 WIB di kompleks keraton.

PB XIII, yang memiliki nama lahir Gusti Raden Mas Suryadi, dilahirkan di Surakarta pada 28 Juni 1948. Karena sering sakit di masa kecil, namanya kemudian diganti menjadi Gusti Raden Surya Partana.

Sebelum naik tahta, ia bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, dan resmi menjadi raja pada tahun 2004 menggantikan ayahnya, Pakubuwono XII, yang memimpin selama hampir enam dekade.

Kenaikan PB XIII sempat diwarnai konflik internal antara dirinya dan saudara kandungnya, KGPH Tedjowulan. Dualisme kepemimpinan itu baru mereda setelah proses rekonsiliasi pada 2012, ketika PB XIII dikukuhkan sebagai Raja Kasunanan Surakarta yang sah.

Raja PB XIII dikaruniai tujuh anak dari tiga pernikahan. Putra bungsunya, KGPH Purbaya, telah ditetapkan sebagai pewaris tahta dalam peringatan Jumenengan Dalem ke-18 pada Februari 2022.

Selama masa kepemimpinannya, PB XIII dikenal sebagai sosok yang berkomitmen menjaga warisan budaya Jawa. Ia juga memprakarsai revitalisasi besar-besaran kawasan Keraton Surakarta pada 2023, termasuk penataan Alun-alun Utara dan Selatan dengan anggaran sekitar Rp35 miliar.

Kini, tahta Kasunanan kembali sunyi. Kepergian PB XIII meninggalkan warisan panjang tentang keteguhan tradisi di tengah arus modernitas.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments