Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaKesehatanBubur Bayi Mengandung Serbuk Besi? Ini Kata Pakar Pangan

Bubur Bayi Mengandung Serbuk Besi? Ini Kata Pakar Pangan

Energi Juang News, Jakarta-Sebuah video viral mengejutkan publik. Video itu menunjukkan adanya serbuk kehitaman dalam sebuah produk sereal bubur bayi.

Serbuk tersebut diyakini sebagai serbuk besi. Hal itu karena serbuk itu dapat ditarik oleh magnet.

Dalam video yang diunggah sebuah akun instagram beberapa hari yang lalu tersebut, pengunggah membuat eksperimen dengan beberapa produk sereal bubur bayi. Saat didekatkan dengan magnet, muncul serbuk kehitaman di salah satu produk yang merupakan bubur impor dari Amerika.

“Definisi mengandung zat besi,” tulis salah satu akun mengomentari eksperimen tersebut, Selasa (19/8/2025).

Yang makan itu bayinya akan sesakti magneto. Serius,” tulis akun lain.

“Zat besi yang beneran besi. Jadi iklannya hanya kami zat besi yang beneran besi,” tambah akun lain.

Sebenarnya, video serupa sudah pernah beredar sejak 2021. Oleh sejumlah akun di berbagai platform media sosial, eksperimen tersebut telah banyak dibuat ulang dan selalu dibanjiri komentar bernada kepanikan.

Produsen bubur sereal yang dimaksud dalam situsnya pernah membuat klarifikasi secara spesifik terkait eksperimen tersebut. Ditegaskan, serbuk kehitaman tersebut adalah ‘nutrient iron’ alias zat besi.

“Kami memfortifikasi sereal dengan menambahkan vitamin dan mineral esensial untuk mempromosikan perkembangan bayi yang sehat,” tulisnya produsen yang berbasis di Amerika Serikat tersebut.

Seluruh nutrisi tersebut aman dan diterima oleh FDA (Food and Drug Administration),” lanjutnya.

Begitupun, dalam kemasannya bubur sereal tersebut juga mencantumkan adanya kandungan ‘iron’ atau zat besi. Disebutkan juga, jenis zat besi yang ditambahkan adalah dalam bentuk ‘electrolytic’.

Menanggapi kegaduhan yang muncul, guru besar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Nuri Andarwulan membenarkan bahwa serbuk tersebut merupakan zat besi untuk fortifikasi.

Baca juga :  Menelan Sperma Saat Berhubungan Seks, Amankah?

Untuk diketahui, fortifikasi adalah penambahan zat gizi dalam jumlah yang cukup pada suatu produk pangan, sehingga produk tersebut dapat berfungsi sebagai sumber yang baik bagi produk yang ditambah dan target pasarnya.

Produk pangan lain yang juga difortifikasi contohnya minyak goreng yang difortifikasi dengan vitamin A. Sedangkan pada sereal, fortifikasi zat besi juga sangat umum dilakukan.

“Itu zat besi bentuk electrolytic sebagai fortifikan makanan bayi, food grade,” kata Prof Nuri, Selasa (19/8/2025).

“Ya aman, kadar yang ditambahkan juga memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan yang sangat ketat,” sambung Prof Nuri.

Menurut Prof Nuri, fortifikasi zat besi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk sebagai berikut:

Ferrous sulfate
Encaps. ferrous sulfate
Ferrous fumarate
Encaps. ferrous fumarate
Elemental iron (electrolytic, carbonyl, H-reduced)
Ferric pyrophosphate
NaFeEDTA
Ferrous bisglycinate

“Untuk makanan bayi, komposisi zat gizi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) ada persyaratan khusus yang sangat ketat dan harus terpenuhi agar bisa diizinkan untuk diperdagangkan,” kata Prof Nuri.

“Itu youtuber atau content creator ngawur. Nggak ngerti ilmunya, (takut) menyesatkan yang menerima videonya,” tegas Prof Nuri.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments