Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahMasyarakat Adat Lawan Pembangunan Lapangan Golf PT Vale

Masyarakat Adat Lawan Pembangunan Lapangan Golf PT Vale

Energi Juang News, Luwu Timur- Pembangunan lapangan golf milik PT Vale diprotes masyarakat adat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hal itu karena pembangunan itu melebar hingga ke kawasan cagar budaya di sekitar Danau Matano.

Masyarakat adat menilai, pelebaran area seluas 5 hektar itu merusak situs adat dan mengabaikan hak masyarakat yang telah turun-temurun merawat kawasan tersebut.

Sekretaris Adat To Karungsie’, Hariyadi Tengke, mengatakan perluasan lapangan golf mengorbankan pohon sagu dan makam leluhur.
“Yang kami sayangkan, kenapa makam leluhur dan pohon sagu, padahal makanan orang Luwu dulunya itu sagu. Kenapa diratakan begitu saja. Itu tanaman turun-temurun yang kita rawat,” kata Hariyadi, Kamis (25/9/2025).

Hariyadi menunjukkan Surat Keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 238/D-03/VII/Tahun 2024 tentang Penetapan Pintada sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Kabupaten.

SK itu, kata dia, menetapkan sekitar 6.000 hektar kawasan cagar budaya, termasuk wilayah adat yang kini tersentuh pembangunan lapangan golf.
“Sudah ada papan bicara di lokasi. Tapi tiba-tiba saya lihat langsung rata. Kami sudah bersurat ke Dinas Kebudayaan untuk memfasilitasi mediasi dengan PT Vale. Sampai saat ini belum ada pertemuan,” ujarnya.

Hariadi menyebut, sejumlah kuburan adat ikut hilang akibat proyek itu.
“Jangankan menghargai, kuburan adat kami saja diganggu. Ini pembunuhan karakter. Sudah cukup hutan adat kita yang habis, jangan lagi cagar budaya ikut diganggu,” bebernya.

Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Luwu Timur, Hamra, membenarkan laporan adanya penyerobotan lahan adat tersebut.
Ia menyebut informasi awal diperoleh tiga hari lalu dari komunitas masyarakat adat di sekitar Danau Matano.

“Kami melakukan pendampingan agar komunitas adat bersatu mempertahankan wilayahnya. Yang kami sayangkan, kawasan itu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah, tapi kenapa masih diganggu,” jelasnya.

Baca juga :  Gulat Lamongan Raih Emas di Porprov Jatim 2025

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttp://energijuangnews.com
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments