Rabu, Juli 15, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaKekerasan Terhadap Anggota Banser: Lukai Demokrasi & Nistakan Pancasila

Kekerasan Terhadap Anggota Banser: Lukai Demokrasi & Nistakan Pancasila

Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Pengeroyokan anggota Banser bernama Rida, seusai menghadiri pengajian di Kota Tangerang beberapa waktu lalu, adalah tindak kekerasan yang mengagetkan khalayak.

Peristiwa tersebut terjadi seusai korban menghadiri pengajian Habib Bahar Bin Smith di Kota tersebut. Insiden bermula ketika Rida hendak bersalaman dengan Habib Bahar setelah acara pengajian.

Namun para pengawal sang Habib mencegah langkahnya dengan tuduhan hendak “menyolok mata” Habib Bahar.
Rida pun dikeroyok sejumlah orang, dan menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi.

Akibatnya, Rida mengalami luka cukup serius di hampir seluruh bagian tubuhnya  dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tindak kekerasan ini jelas melukai demokrasi, serta menistakan Pancasila dan UUD 1945.

Demokrasi menjadi rusak karena sekelompok orang memilih jalan kekerasan yang tak selaras dengan prinsip-prinsip hak azasi manusia (HAM). Dan HAM adalah substansi dari demokrasi.

Kekerasan yang kemudian memunculkan ketakutan, bisa bertransformasi menjadi teror yang melumpuhkan keberanian masyarakat untuk berpendapat atau berekspresi. Dan bila hal itu terjadi, demokrasi semakin terluka.

Kekerasan juga menistakan Pancasila dan UUD 1945. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab jelas menolak kekerasan.

UUD 1945, khususnya pasal 28 yang memaparkan tentang perlindungan HAM juga menentang kekerasan.

Artinya, negara harus bertindak menangani kasus kekerasan ini. Kepolisian harus melakukan investigasi serius atas kekerasan yang terjadi, serta menindak secara hukum siapapun pelakunya.

Polisi diharapkan bersikap profesional dan menegakkan aturan tanpa kompromi. Karena tindak kekerasan berupa pengeroyokan yang menimpa Rida, telah melanggar Pasal 170 KUHP.

Maka hukum harus ditegakkan pada siapapun dan dari golongan manapun, yang terbukti bersalah.

Redaksi Energi Juang News

Baca juga :  Industri Budaya Adalah Masa Depan Ekonomi Indonesia, Bukan Ekstraktif
Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments