Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaPam Swakarsa Masa Kini: Pemukul Demonstrasi Seperti di Era Habibie?

Pam Swakarsa Masa Kini: Pemukul Demonstrasi Seperti di Era Habibie?

Oleh : Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Tanpa diduga, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI meminta semua kader Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) di semua daerah menjadi bagian dari pasukan pengamanan masyarakat swakarsa (Pam Swakarsa).

Tujuannya, membantu TNI melakukan pengamanan seperti patroli hingga demonstrasi.

Permintaan Aster Panglima TNI ini tak bisa dilepaskan dari pergolakan demonstrasi anti DPR sejak 25 hingga 31 Agustus lalu, yang di beberapa tempat berkembang menjadi bentrokan.

Istilah Pam Swakarsa mengingatkan publik pada sebuah kelompok pasukan pengamanan yang muncul pada masa transisi politik, tepatnya menjelang Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (SI MPR) November 1998. Kala itu, pemerintahan dipimpin oleh Presiden BJ Habibie, yang menggantikan Soeharto pada Mei 1998.

Pasukan yang terdiri dari berbagai organisasi sipil berhaluan Islamis ini memiliki tugas utama untuk mengamankan jalannya SI MPR dari berbagai demonstrasi yang menentang digelarnya sidang tersebut.

Pada masa itu, memang banyak kalangan mahasiswa maupun gerakan rakyat yang menolak eksistensi Pemerintahan Presiden Habibie serta MPR-DPR, yang dinilai sebagai bagian dari Orde Baru.

Berbagai media, termasuk Kompas kala itu, mengungkapkan bahwa Pam Swakarsa jelas-jelas didukung oleh penguasa. Panglima ABRI saat itu, Jenderal TNI Wiranto, menjelaskan bahwa pembentukan Pam Swakarsa sangat penting untuk menjaga agar Sidang Istimewa MPR 1998 tidak diganggu oleh pihak-pihak yang ingin menggagalkannya.

Kivlan Zen, tokoh militer yang kala itu terlibat dalam pembentukan Pam Swakarsa,mengaku menggerakkan pasukan untuk menghadapi aksi protes mahasiswa yang anti SI MPR.

Sebagaimana diungkapkan alam bukunya, ‘Masalah Internal TNI AD 1945-2000’, Kivlan menyebut pihaknya diinstruksikan untuk menahan aksi mahasiswa agar tidak mengganggu jalannya sidang.

Baca juga :  AZEC : Ingin Langgengkan Pembunuhan Manusia?

Walhasil, para mahasiswa itupun berhadapan langsung dengan pasukan sipil ini.

Layaknya ‘tukang pukul’ bagi kekuasaan, Pam Swakarsa terlibat dalam sejumlah bentrokan fisik dengan mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya yang anti Pemerintahan Habibie. Korban pun berjatuhan.

Lalu, bila Pam Swakarsa dibentuk saat ini, apakah fungsinya sama dengan kelompok serupa di masa lalu: memukul demonstrasi yang tak puas dengan langkah pemerintah maupun parlemen?

Kiranya Pemerintah, TNI dan berbagai pihak lain bisa belajar dari sejarah. Dan yang lebih penting lagi, tak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi dalam sejarah.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments