Energi Juang News, Gresik – Tiga remaja berinisial MGF (15), RFH (16), dan RHF (15), warga Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Gresik, diamankan warga bersama aparat Polsek Menganti pada Minggu (28/9) dini hari. Ketiganya diduga bagian dari gerombolan gengster yang membuat onar dan meresahkan pengguna jalan dengan membawa senjata tajam.
Kapolsek Menganti, AKP Moch. Dawud, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB. Warga melihat rombongan pemuda berkonvoi menggunakan delapan sepeda motor, masing-masing membawa hingga tiga orang penumpang. Mereka melintas di Jalan Raya Wonokoyo, Desa Menganti, dengan cara ugal-ugalan sambil mengacungkan benda tajam yang diduga senjata berbahaya.
“Diduga gerombolan pemuda tersebut merupakan anggota gengster,” ujar AKP Moch. Dawud. Rombongan yang melaju dari arah Pasar Menganti menuju selatan (wilayah Driyorejo) sempat dihadang warga, namun berhasil lolos.
Sekitar pukul 01.20 WIB, kelompok itu kembali melintas ke arah utara. Saat melewati Jalan Raya Wonokoyo, tepat di selatan Pasar Menganti, warga bersama pemuda setempat berhasil menghadang dan menghentikan mereka. Tiga pemuda langsung diamankan dan bahkan sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum polisi tiba.
Dari lokasi, polisi juga menyita dua unit sepeda motor Honda Scoopy merah yang ditinggalkan para pelaku lain yang berhasil melarikan diri. Untuk mencegah situasi semakin panas, warga segera menghubungi Polsek Menganti. Petugas kemudian datang ke tempat kejadian untuk mengamankan tiga remaja tersebut dari amukan massa dan membawa mereka ke kantor polisi.
“Anggota kami langsung mendatangi TKP dan mengamankan ketiga pemuda yang diduga anggota gengster dari amukan warga,” ungkap AKP Moch. Dawud.
Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Menganti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Mereka juga menjalani visum et repertum (VER) di RS Eka Husada sebagai bagian dari pemeriksaan resmi pihak kepolisian. Insiden ini diharapkan menjadi peringatan bagi para remaja agar tidak terlibat dalam aksi gengster yang membahayakan diri sendiri dan meresahkan masyarakat.
Redaksi Energi Juang News



