Energi Juang News, Gresik – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di Dusun Krajan RT 03 RW 05, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, pada Senin (29/9). Rumah yang dihuni Abdul Qoyun tersebut hangus terbakar hingga rata dengan tanah dan menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik, Suyono, menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik yang memicu percikan api hingga menyebar dengan cepat. “Petugas Pos Driyorejo segera kami terjunkan ke lokasi begitu menerima laporan pada pukul 12.59 WIB,” ujarnya.
Meski petugas Damkar berusaha memadamkan api dengan cepat, kobaran api terlanjur membesar karena rumah berada di kawasan padat penduduk. Satu unit mobil pemadam dan suplai air dikerahkan untuk menahan penyebaran api, namun rumah tetap ludes tak tersisa. “Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar satu setengah jam, tepatnya pukul 14.46 WIB,” jelas Suyono.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh petugas. Suyono juga menyoroti meningkatnya kasus kebakaran selama musim kemarau tahun ini. Hingga akhir September 2025, Dinas Damkar Gresik telah mencatat sedikitnya 70 kejadian kebakaran lahan dan bangunan.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan masalah kelistrikan. “Kami minta warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing agar aman. Jangan biarkan kabel rusak atau sambungan berbahaya yang dapat memicu percikan api,” pesannya.
Sehari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di wilayah Driyorejo. Sebuah gudang pabrik kerupuk PT Titani Alam Semesta dilalap api pada Minggu (28/9) malam. Petugas Damkar berhasil memadamkan api setelah bekerja selama satu setengah jam tanpa korban jiwa, namun kerugian material masih dihitung.
Redaksi Energi Juang News



