Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalBendera Berkibar Setengah Tiang Pada 30 September, Mengapa?

Bendera Berkibar Setengah Tiang Pada 30 September, Mengapa?

Energi Juang News, Jakarta- Masyarakat Indonesia akan melihat bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di berbagai instansi pemerintah, sekolah, kantor, dan tempat umum lainnya, setiap tanggal 30 September.

Pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Seperti diketahui, pada malam tanggal 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, terjadi gerakan yang dikenal sebagai G30S/PKI. Dalam peristiwa ini, tujuh perwira tinggi militer Indonesia diculik dan dibunuh. Mereka kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Kejadian ini dianggap sebagai upaya kudeta oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketujuh Pahlawan Revolusi yang gugur adalah:

– Jenderal TNI Ahmad Yani
– Letjen TNI R. Suprapto
– Letjen TNI M.T. Haryono
– Letjen TNI S. Parman
– Mayjen TNI D.I. Panjaitan
– Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
– Kapten CZI Pierre Tendean

Jenazah mereka ditemukan di sebuah sumur tua yang kini dikenal sebagai Lubang Buaya di Jakarta Timur.

Sebagai bentuk penghormatan dan duka nasional, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden menetapkan tanggal 30 September sebagai hari berkabung nasional, dan menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh wilayah Indonesia.

Pengibaran ini bertujuan untuk:

– Menghormati jasa dan pengorbanan Pahlawan Revolusi
– Mengenang peristiwa sejarah penting dalam perjalanan bangsa
– Menanamkan nilai-nilai patriotisme dan antiradikalisme pada generasi muda

Berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Sekretariat Negara, setiap tahun instansi pemerintah dan masyarakat diimbau untuk:

– Mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada tanggal 30 September
– Mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh pada tanggal 1 Oktober sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Baca juga :  Polemik Haikal Hassan, Gus Falah: Jaga Hubungan Baik Dengan Arab Saudi!

Hal ini mencerminkan transisi dari masa berkabung ke semangat kebangkitan dan kesatuan dalam melawan segala bentuk ancaman terhadap ideologi negara.

Pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah bentuk refleksi sejarah dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan. Momentum ini diharapkan dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia agar menjaga keutuhan bangsa, menghindari konflik ideologi, dan terus memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments