Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaBudayaRaja Se-Nusantara Tumpah Ruah di Lamongan! Festival Budaya Paduraksa 2025 Jadi Simbol...

Raja Se-Nusantara Tumpah Ruah di Lamongan! Festival Budaya Paduraksa 2025 Jadi Simbol Persatuan Adat Indonesia

Energi Juang News, Lamongan – Suasana kemegahan dan kebanggaan menyelimuti Alun-Alun Kabupaten Lamongan pada Sabtu (18/10/2025). Kabupaten yang dikenal dengan julukan Kota Soto ini menjadi tuan rumah Festival Adat Budaya Nusantara ke-V, sebuah ajang besar yang mempertemukan para raja, pemangku adat, dan tokoh budaya dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 35 utusan kerajaan, lembaga adat, dan komunitas budaya yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) hadir dalam acara akbar tersebut. Festival ini mengusung tema “Paduraksa Nusantara”, yang bermakna memperkokoh persatuan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya bangsa.

“Ini adalah kehormatan besar bagi Lamongan. Momentum ini harus kita jadikan pengingat pentingnya melestarikan budaya dan memperkuat jati diri bangsa melalui kearifan lokal,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Bupati Yes) saat membuka acara.

Festival dimulai dengan wisata religi ke sejumlah situs bersejarah di Lamongan, termasuk Makam Dewi Andong Sari—ibunda Patih Gajah Mada—serta Makam Sunan Drajat. Rangkaian acara berlanjut dengan Kirab Agung Raja Nusantara, yang menampilkan parade megah para pemangku adat dengan busana kerajaan khas daerah masing-masing.

Selain kirab, festival ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya Nusantara, seperti Tari Kabasaran dari Sulawesi Utara, Gandrung Banyuwangi, Tayub Tuban, hingga Sendratari Topeng Malang. Tak ketinggalan, penampilan spesial dari budayawan Zawawi Imron dengan karyanya Cluret Emas memikat perhatian para tamu undangan.

Sebagai bagian dari acara, Dekranasda Lamongan turut mengumumkan pemenang lomba desain batik 2025, yang diharapkan dapat memperkaya khazanah motif batik lokal.

Lebih dari sekadar ajang budaya, Festival Adat Budaya Nusantara ini juga memberikan dampak ekonomi positif (multiplier effect) bagi daerah. Acara ini menggerakkan sektor pariwisata berbasis budaya, ekonomi kreatif, seni pertunjukan, hingga pelaku UMKM lokal.

Baca juga :  ASN Bengkulu Dipecat Akibat Aksi Kontroversial Injak Al-Qur'an, Pemda Ambil Tindakan Tegas

Dengan suksesnya penyelenggaraan festival ini, Lamongan kembali menegaskan perannya sebagai pusat kebudayaan yang mempersatukan keberagaman Nusantara.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments