Senin, Mei 18, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaRevitalisasi Tambak Pantura: Alam dan Rakyat Dihajar, Kapitalis Tambak Disayang

Revitalisasi Tambak Pantura: Alam dan Rakyat Dihajar, Kapitalis Tambak Disayang

Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Proyek revitalisasi tambak Pantau Utara (Pantura) Jawa dipropagandakan Pemerintah sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ya, revitalisasi tambak merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang berrencana merevitalisasi 78.000 hektar tambak ‘mangkrak’ di Pantura Jawa. 

Pada tahap awal, proyek ini membidik lahan 20.413,25 hektar di Jawa Barat yang tersebar di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Berikutnya, pesisir utara Jawa Tengah yang menjadi sasaran proyek ini.

Persoalannya, proyek bernilai Rp26 triliun ini sangat mungkin meningkatkan resistensi Pantura  Jawa. Faktanya, kini beberapa kabupaten di Jateng sudah sering dihantam banjir rob dan terkikis abrasi.

Data Mongabay mencatat, dalam kurun waktu  10 tahun terjadi penurunan tanah 8-10 sentimeter (cm) per tahun di kota-kota pantura Jawa seperti Semarang, Demak, dan Pekalongan.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) pun mengungkapkan, saat ini, banyak desa-desa di Pantura Jateng yang terancam tenggelam oleh air laut.
Dan revitalisasi tambak, sangat mungkin memperparah keburukan itu.

Selain ancaman bagi lingkungan, peruntukan budidaya tambak dalam proyek itu juga patut dipertanyakan. Apakah untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional? Untuk meningkatkan kesejahteraan petambak tradisional?

Atau justru revitalisasi ini menguntungkan kapitalis pengelola tambak skala besar, baik yang modalnya dimiliki swasta maupun negara?

Sebab bila kita cermati, luasan puluhan ribu hektar tambak yang harus digarap dalam proyek ini, tak mungkin dikelola petambak tradisional. Artinya, para kapitalis tambak itulah yang akan berkuasa. Dan para petambak tradisional, nantinya hanya menjadi buruh tambak.

Dengan mencermati potensi buruknya bagi lingkungan dan rakyat pesisir, kita patut bertanya pada pemerintah:

Revitalisasi tambak pantura ini untuk rakyat, atau kaum kapitalis?

Pertanyaan kritis ini layak dilemparkan, meski kita sudah tahu jawabannya.

Baca juga :  Papua: Konflik yang Tak Pernah Selesai, Hanya Berganti Bentuk

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments