Energi Juang News, Makassar— Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Joko Widodo. Menurutnya, komentar Jokowi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh menunjukkan tanda-tanda kegelisahan politik.
Rocky menilai, pernyataan Jokowi muncul setelah kabar bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek kerja sama Indonesia Tiongkok tersebut.
“Jokowi terlihat defensif. Ia mencoba menenangkan publik dengan menyebut proyek ini bersifat sosial, bukan bisnis yang mencari untung,” ujar Rocky dalam sebuah diskusi politik.
Menurut Rocky, dalih sosial justru membuat publik curiga. Ia menilai pernyataan itu seperti upaya menghindar dari tekanan hukum dan opini publik yang semakin keras.
“Masalahnya bukan pada keuntungan sosial, tapi pada potensi kerugian negara. Dugaan markup dan cashback mulai disorot KPK,” tegasnya.
Rocky melihat keterlibatan KPK sebagai perkembangan besar. Ia menyebut isu korupsi Whoosh kini sudah masuk ke ranah hukum dan bisa menjadi lebih besar dibanding isu politik lainnya.
“Kasus ini menyentuh uang rakyat, bukan sekadar wacana politik. Itu sebabnya publik lebih fokus,” ucapnya.
Ia juga menyoroti perubahan sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini melunak terhadap argumen Jokowi.
“Kalimat ‘sedikit benar’ itu lucu. Artinya sisanya salah. Ini sinyal perubahan sikap yang penuh tekanan,” kritik Rocky.
Menurutnya, proyek yang disebut sosial seharusnya sejak awal dibiayai APBN agar transparan. Namun karena disebut bisnis, publik berhak menuntut kejelasan soal kerugian.
“Baik Jokowi maupun Purbaya kini defensif. Tapi publik tidak peduli pada alasan, mereka hanya ingin transparansi dan keadilan,” tegasnya lagi.
Rocky pun meminta pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto agar tidak menutup kasus ini.
“Kalau Prabowo serius, banyak tokoh penting bisa terseret. Ini ujian awal pemerintah baru,” katanya.
Ia menutup dengan peringatan keras. Menurutnya, kasus Whoosh bukan sekadar proyek gagal, melainkan potret bagaimana kekuasaan bisa menutupi salah urus ekonomi.
“Jokowi tampak gelisah karena proyek ini bisa membuka luka lama kekuasaan,” pungkas Rocky.
Redaksi Energi Juang News



