Energi Juang News, Jakarta-Pada 4 Desember 2025, terjadi bulan purnama besar atau supermoon terakhir tahun ini.
Supermoon tersebut disebut juga sebagai Cold Moon.
Fenomena itu akan terlihat penuh pada Kamis malam. Saat Cold Moon terjadi, Bulan akan terlebih sangat terang di tengah langit malam yang gelap.
Mereka menamainya sesuai dengan kondisi dingin yang terjadi pada periode jelang Winter solstice (titik balik Matahati musim dingin). Sehingga disebutkan Cold Moon atau ‘Bulan Dingin’.
Sementara bagi suku Mohican, fenomena ini disebut ‘Bulan Malam Panjang’. Dikatakan demikian karena Winter solstice menandai hari terpendek dalam setahun dan malam terpanjang.
Supermoon sendiri adalah kondisi ketika orbit Bulan dekat dengan Bumi. Karena posisi itu, penampakan bulan purnama pun akan terlihat lebih besar dari biasanya.
Besar supermoon bisa terlihat lebih besar 14 persen hingga 30 persen dari umumnya. Cahayanya akan lebih terang dari bulan purnama lain.
Cold Moon bisa disaksikan langsung di bawah langit gelap. Penampakannya akan lebih jelas jika cuaca baik dan tidak terhalang awan.
Ands bisa pergi ke lapangan terbuka atau lokasi tinggi. Menyaksikan di garis pantai juga dapat memberikan pemandangan terbaik setelah Matahari tenggelam di ufuk barat.
Supaya dapat melihatnya lebih jelas, detikers bisa menggunakan teropong. Selain itu, bantuan dari kamera profesional atau kamera handphone yang canggih dapat memperjelas keindahan Cold Moon 4 Desember.
Redaksi Energi Juang News



