Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahRespons Agincourt Resources soal Isu Banjir Garoga

Respons Agincourt Resources soal Isu Banjir Garoga

Energi Juang News, Tapanuli Selatan- PT Agincourt Resources (PTAR) menanggapi sorotan publik terkait banjir bandang dan longsor di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, yang menerjang Desa Garoga dan sekitarnya. Manajemen PTAR menegaskan bencana tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan aktivitas Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan.​

“Menyikapi pemberitaan di media massa, PTAR menyampaikan telaahan atas narasi yang beredar terkait hubungan antara bencana longsor dan banjir bandang di Tapanuli Selatan dengan Tambang Emas Martabe,” ujar Manajemen PTAR dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).

PTAR menyebut temuan awal mereka menunjukkan bahwa menghubungkan operasional tambang dengan banjir bandang di Desa Garoga merupakan kesimpulan yang prematur. Perusahaan menyoroti curah hujan ekstrem yang dipicu Siklon Senyar sebagai salah satu faktor utama pemicu bencana.​

Hujan sangat lebat itu mengguyur kawasan hulu sungai-sungai utama di Batang Toru, termasuk Sungai (Aek) Garoga, Aek Pahu, dan Sungai Batang Toru, sehingga debit air meningkat drastis. Menurut PTAR, titik awal banjir berada di Desa Garoga yang masuk Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, lalu merembet ke desa-desa lain di sekitarnya.​

Banjir bandang disebut terjadi karena alur Sungai Garoga tidak mampu menampung massa air bercampur lumpur dan kayu gelondongan. Sumbatan kayu di Jembatan Garoga I dan Jembatan Anggoli (Garoga II) mencapai titik kritis pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB dan mengubah aliran sungai sehingga menerjang permukiman warga.​

PTAR menegaskan operasional mereka berada di sub DAS Aek Pahu yang secara hidrologis terpisah dari DAS Garoga, meski kedua sungai bertemu jauh di hilir Desa Garoga. Di sepanjang aliran Aek Pahu tidak ditemukan banjir bandang maupun tumpukan kayu besar seperti yang terjadi di Sungai Garoga.​

Lima belas desa lingkar tambang di sub DAS Aek Pahu juga dilaporkan tidak terdampak signifikan dan justru difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga terdampak. Pengamatan udara di kawasan hulu Sungai Garoga memperlihatkan sejumlah titik longsoran di tebing yang diduga menjadi sumber utama material lumpur dan batang kayu yang terbawa arus.​

PTAR menegaskan seluruh kegiatan Tambang Emas Martabe dijalankan sesuai regulasi dan berada di kawasan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL), sembari mengklaim terus mendukung upaya perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Manajemen juga mengajak semua pihak mengedepankan informasi yang akurat serta mendukung kajian independen yang komprehensif untuk mengungkap faktor penyebab bencana dan memperkuat mitigasi ke depan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments