Energi Juang News, Demak- Ratusan warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan MBG itu didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.
Laporan kejadian muncul pada Minggu (19/4/2026). Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengatakan hingga Minggu sore terdapat lima korban dari kelompok rentan atau kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Ibu menyusui sempat mengalami mual dan langsung kami tangani dengan pengobatan,” ujarnya.
Dari lima korban tersebut, empat menjalani rawat jalan, sementara satu orang dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gubug, Kabupaten Grobogan. Hingga Senin (20/4/2026) pagi, satu ibu dan satu balita masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dengan kondisi membaik.
Secara keseluruhan, jumlah korban dugaan keracunan mencapai lebih dari 150 orang. Rinciannya berasal dari sejumlah lembaga pendidikan, antara lain:
1. Ponpes Bustanul Qur’an sebanyak 68 orang (33 rawat jalan dan 35 dirujuk ke fasilitas kesehatan)
2. Ponpes Asnawiyah 97 orang (67 rawat jalan dan 24 dirujuk)
3. Ponpes Hidayatul Mubtadiin 10 orang dirawat di lokasi
4. Ponpes Al Ma’arif 5 orang.
Selain itu, terdapat enam korban lain, dengan empat menjalani rawat jalan dan dua dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, menyebut dapur SPPG Pilangwetan sebelumnya mendistribusikan sekitar 1.484 porsi MBG pada Sabtu (18/4/2026). Dugaan keracunan paling banyak dilaporkan terjadi di empat lokasi pendidikan di desa tersebut.
“Dari sekitar 550 porsi yang disalurkan di lokasi terdampak, 110 orang diduga mengalami keracunan dan 95 orang dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga terus dilakukan untuk penelusuran dan observasi lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” kata Ali.
Redaksi Energi Juang News



