Energi Juang News, Jakarta- Pembunuhan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, pada Minggu (19/4/2026). Nus Kei tewas setelah ditikam oleh seorang pria yang belakangan diketahui berprofesi sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA).
Pelaku Dikenal Sebagai Atlet MMA dan Keponakan John Kei
Polisi berhasil menangkap dua orang tersangka, yakni Hendrikus Rahayaan alias Hendra dan Finansius Ulukyanan alias Finis. Salah satu pelaku, Hendrikus, ternyata merupakan seorang atlet MMA dan keponakan dari tokoh preman Jakarta, John Kei. Penangkapan kedua tersangka dilakukan oleh Polres Maluku Tenggara setelah insiden terjadi.
Motif Dendam Lama yang Mengarah ke Pembunuhan
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa motif penikaman ini terkait dengan dendam lama. Kedua pelaku meyakini bahwa Nus Kei terlibat dalam pembunuhan Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang terjadi di Jakarta pada tahun 2020. Fenansius adalah salah satu saudara mereka yang tewas dalam peristiwa berdarah di Bekasi tersebut.
Kronologi Kejadian di Bandara
Insiden penikaman terjadi sesaat setelah Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari penerbangan Ambon pada pukul 11.10 WIT. Saat itu, ia baru saja keluar dari pintu kedatangan dan hendak menemui keluarganya. Tiba-tiba, pelaku yang mengenakan jaket merah dan masker menghampirinya dan langsung menikamnya. Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berusaha mencegah, namun pelaku berhasil melarikan diri setelah melawan.
Redaksi Energi Juang News



