Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaCermin Tua Berhantu dan Arwah Peniru Anak

Cermin Tua Berhantu dan Arwah Peniru Anak

Energi Juang News, Nganjuk– Kisah cermin tua berhantu ini bermula dari kehidupan sederhana Lisa, seorang ibu tunggal yang tinggal bersama balitanya, Dimas, di rumah peninggalan mendiang suaminya. Rumah itu berada di ujung desa Baron,Nganjuk. Rumah yang dikenal sunyi, namun warga sekitar sering berkata, “Rumah itu sejak dulu terasa berat auranya.” Lisa mengabaikan ucapan tersebut, menganggapnya hanya cerita orang kampung. Baginya, rumah itu adalah satu-satunya tempat berlindung, sekaligus saksi cinta dan kehilangan yang ia alami setelah suaminya meninggal dunia.

Lisa sangat protektif terhadap Dimas karena trauma kehilangan pasangan hidup membuatnya takut kehilangan satu-satunya keluarga yang tersisa. Setiap pagi ia menyuapi Dimas sambil berkata, “Nak, jangan jauh dari ibu, ya.” Dimas hanya tersenyum polos. Waktu berjalan normal, hingga suatu sore Lisa mendengar Dimas tertawa sendiri menghadap cermin tua peninggalan kakeknya. “Kamu ngomong sama siapa, Mas?” tanya Lisa. Dimas menjawab lirih, “Sama aku yang satunya, Bu.”

Sejak hari itu, Dimas semakin sering berdiri di depan cermin tersebut, seolah bercakap dengan seseorang yang tak kasatmata. Warga sekitar mulai memperingatkan Lisa. “Mbak Lisa, cermin itu dulu jangan sampai ditaruh menghadap kamar anak,” ujar Bu Sari, tetangga depan rumah. Namun Lisa masih mencoba berpikir rasional. Ia meyakinkan diri bahwa imajinasi anak kecil memang liar. Meski begitu, setiap kali melewati cermin itu, bulu kuduknya selalu berdiri tanpa sebab yang jelas.

Kejadian aneh mulai semakin nyata ketika Lisa melihat bayangan di cermin angker itu bergerak sendiri. Bayangan tersebut tersenyum saat Lisa tidak tersenyum. Suatu malam, Lisa mendengar bisikan halus seperti suara anak kecil memanggil, “Bu… Bu…” Padahal Dimas sedang tertidur pulas di pangkuannya. Dengan suara bergetar, Lisa bertanya pada Bu Sari keesokan harinya, “Bu, apa ibu pernah dengar suara dari rumah saya?” Bu Sari terdiam lama sebelum menjawab, “Itu bukan suara anakmu.”

Baca juga :  Menara Air UI: Kisah Urban Legend yang Mengintai Malam

Puncak kengerian terjadi ketika Lisa melihat bayangan di cermin berbicara dengan suara persis Dimas, namun wajahnya bukan wajah manusia. Matanya merah menyala, senyumnya melebar tak wajar, seolah menertawakan ketakutan Lisa. “Ibu kenapa takut sama aku?” ucap bayangan itu. Lisa menjerit dan memeluk Dimas erat-erat. Saat itu ia menyadari, roh dalam cermin itu bukan sekadar arwah biasa, melainkan arwah peniru anak yang mengincar tubuh polos.

Dalam kepanikan, Lisa mendatangi Mbah Wiro, seorang paranormal yang dikenal warga desa. “Mbah, anak saya diincar sesuatu dari cermin,” kata Lisa sambil menangis. Mbah Wiro menatapnya serius dan berkata, “Cermin itu adalah portal roh jahat. Arwah di dalamnya haus kehidupan dan memilih anak kecil karena jiwa mereka masih bersih.” Penjelasan itu membuat Lisa semakin ketakutan, namun juga membuka matanya akan bahaya yang mengintai.

Mbah Wiro datang ke rumah Lisa pada malam Jumat Kliwon. Warga sekitar berkumpul sambil berdoa dari kejauhan. “Kalau terdengar suara teriakan, jangan mendekat,” pesan Mbah Wiro. Saat ritual dimulai, bayangan dalam cermin terkutuk itu mengamuk, mengetuk permukaan kaca dari dalam, seolah ingin keluar. Lisa mendengar suara Dimas dari cermin memanggil, “Bu, aku dingin.” Tangannya gemetar, hatinya nyaris runtuh.

Ritual berlangsung menegangkan, udara terasa panas dan bau anyir memenuhi ruangan. Bayangan itu menjerit marah saat doa dibacakan. “Tubuh itu milikku!” teriak sosok dalam cermin dengan suara parau. Warga di luar rumah mendengar suara itu dan salah satu berucap ketakutan, “Itu bukan suara manusia.” Dengan kekuatan doa dan mantra, Mbah Wiro perlahan menutup portal yang mengikat roh tersebut di dunia manusia.

Setelah portal tertutup, cermin itu dihancurkan dan dikubur jauh dari rumah. Lisa menangis lega sambil memeluk Dimas. “Semua sudah selesai, Nak,” ucapnya pelan. Namun Mbah Wiro berpesan, “Arwah seperti itu tak pernah benar-benar lupa. Ia hanya kehilangan jalan.” Warga sekitar mengangguk setuju, karena mereka tahu rumah itu telah menjadi saksi peristiwa yang tak akan dilupakan desa.

Baca juga :  Kisah Hantu Delman Pengantin Gaib Tanpa Kusir Di "Tikungan Manten Mati"

Kini rumah Lisa tampak normal, namun pengalaman dengan cermin tua berhantu itu meninggalkan bekas mendalam di jiwanya. Setiap kali melihat pantulan bayangan, Lisa selalu memastikan itu benar-benar dirinya. Kepada tetangga, ia sering berkata, “Jangan remehkan benda lama yang menyimpan sejarah.” Kisah ini menjadi peringatan bagi warga desa bahwa terkadang, yang paling berbahaya bukanlah yang terlihat, melainkan yang diam-diam mengintai dari pantulan diri kita sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments