Energi Juang News, Bali- Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa lewat lintasan Gilimanuk–Ketapang mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring berakhirnya libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lonjakan ini menjadi tanda berakhirnya masa cuti bersama dan dimulainya kembali aktivitas kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Lonjakan Kendaraan, Penumpang Sedikit Turun
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengungkap bahwa pada hari keenam usai Natal, tepatnya Rabu (31/12/2025), sebanyak 22.963 orang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. “Jumlah penumpang itu turun tipis 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Berbeda dengan jumlah penumpang, total kendaraan yang menyeberang justru naik cukup signifikan. ASDP mencatat 7.698 unit kendaraan melintas atau naik 8,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. “Kendaraan roda dua menjadi yang tertinggi, mencapai 3.760 unit atau melonjak 18,3 persen. Sementara truk logistik naik 7,2 persen menjadi 1.452 unit,” ujar Heru.
Kesiapan Operasional dan Sistem Antisipasi
Heru menegaskan bahwa ASDP telah memperkuat berbagai langkah antisipatif guna mencegah kepadatan terminal dan jalan menuju pelabuhan. Di antaranya, penerapan delaying system di titik penyangga, strategi tiba-bongkar-berangkat (TBB), serta koordinasi lintas instansi.
“Seluruh sistem layanan berjalan lancar, menunjukkan kesiapan operasional dan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan,” ucapnya (01/01/2026).
Arus Kendaraan Stabil dari Bali ke Jawa
Data hingga 31 Desember 2025 mencatat 8.350 unit kendaraan menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, tumbuh 18,3 persen dari tahun sebelumnya. Truk logistik mencatat kenaikan paling signifikan, hingga 34,6 persen atau 1.821 unit.
Sementara kendaraan roda dua mencapai 3.798 unit, naik 24,6 persen. “Data ini menunjukkan arus balik yang solid serta distribusi logistik yang tetap terjaga menuju Pulau Jawa,” kata Heru.
Lintasan Merak–Bakauheni dan Gilimanuk–Ketapang Terpadat
Berdasarkan data kumulatif H-10 hingga H+5 Natal, total penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 374.347 orang, turun 4,4 persen dari tahun lalu. Namun, total kendaraan naik menjadi 106.476 unit atau meningkat 2,3 persen.
Heru menjelaskan, ASDP memantau 15 lintasan utama selama periode Nataru 2025/2026. Dari seluruh lintasan, dua koridor utama yakni Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk menjadi jalur tersibuk, melayani baik angkutan penumpang maupun barang.
“Untuk menjaga kelancaran mobilitas dan rantai pasok nasional, kami memprioritaskan penguatan armada dan layanan di dua jalur utama tersebut,” jelasnya.
Redaksi Energi Juang News



