Energi Juang News, Yogyakarta- Angin ekstrem tanpa hujan dan tanpa awan gelap mengguncang sejumlah wilayah di Jawa pada Jumat malam hingga Sabtu siang, menewaskan beberapa orang dan melukai banyak warga, termasuk peziarah dan pasien.
Dua Warga Tewas, Puluhan Titik Rusak di DIY
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat sedikitnya 37 titik terdampak angin kencang hingga Sabtu siang, 24 Januari 2026. Kabupaten Sleman menjadi wilayah terparah dengan 29 titik kerusakan, disusul Kota Yogyakarta dengan tujuh titik dan Kabupaten Bantul satu titik. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon dalam peristiwa ini.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan angin kencang itu merobohkan 32 pohon, mengganggu 11 akses jalan, merusak 11 jaringan listrik, serta menimbulkan kerusakan di 10 rumah dan satu kendaraan. “Tim gabungan langsung melakukan asesmen dan penanganan untuk memastikan keselamatan warga,” kata Agustinus, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dipicu Siklon Tropis Luana
Agustinus menyebut hembusan angin berasal dari aktivitas angin di lapisan 925 milibar dengan kecepatan hingga 45 knot atau sekitar 83 kilometer per jam. Kondisi ini merupakan dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana yang berada di perairan barat laut Australia dan menarik massa udara di selatan Indonesia.
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menilai angin kencang tersebut bersifat lokal dan berlangsung sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur ringan. Warga diminta waspada, tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan rapuh saat angin kencang datang, karena kecepatan angin baru diperkirakan menurun dalam beberapa hari ke depan.
Jember, Magelang, Cianjur, dan Trenggalek Juga Dihantam
Dikutip dari Antara pada Sabtu, 24 Januari 2026, bencana angin kencang juga melanda Jember, Jawa Timur, dan menyebabkan tujuh orang terluka akibat tertimpa pohon tumbang di tujuh desa di lima kecamatan. Pohon-pohon tumbang menutup badan jalan dan merusak rumah warga sehingga beberapa pemilik rumah ikut mengalami luka.
Di Magelang, Jawa Tengah, lima peziarah di Gunung Tidar tertimpa pohon ketika angin kencang menerjang, dan salah satunya dilaporkan meninggal dunia atas nama Sri Istantini (64), warga Tempuran, Kabupaten Magelang. Di Cianjur, Jawa Barat, seorang anak laki-laki MRP (11), warga Kampung Cipicung, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, tewas tertimpa tower yang roboh saat angin kencang menghantam kawasan selatan Cianjur pada Sabtu.
Tower Telekomunikasi Roboh dan Korban Jiwa di Trenggalek
Di Trenggalek, Jawa Timur, angin kencang menewaskan seorang pengemudi motor yang tertimpa pohon tumbang ketika melintas di jalan yang terdampak. Selain korban jiwa, dua tower telekomunikasi roboh, puluhan rumah rusak, dan sejumlah akses jalan tertutup material pohon sehingga mengganggu aktivitas warga.
Kepala BPBD Trenggalek menjelaskan angin kencang itu menerjang beberapa kecamatan, dan tim reaksi cepat bersama TNI, Polri, serta relawan terus melakukan penanganan darurat. Fokus utama mereka adalah evakuasi warga, pembersihan pohon tumbang, pendataan kerusakan, serta pemulihan akses jalan dan jaringan listrik di lokasi terdampak.
Redaksi Energi Juang News



