Energi Juang News, Lembata- Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, menggelegar pagi ini. Dua letusan berturut-turut mengguncang wilayah tersebut.
Detail Erupsi Pertama
Pukul 06.18 WITA, gunung setinggi 1.423 mdpl ini memuntahkan abu vulkanik setinggi 400 meter dari puncak kawah. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 19 milimeter. Durasi letusan mencapai 48 detik.
Letusan Kedua yang Lebih Dahsyat
Pukul 08.59 WITA, erupsi kedua menyemburkan abu hingga 500 meter. Vibrasi mencapai amplitudo 21,4 milimeter selama 75 detik. “Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur,” kata Stanislaus Ara Kian, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, dalam laporan ke Badan Geologi.
Aktivitas Meningkat Tajam
Dalam sepekan terakhir, gunung ini erupsi tujuh kali. Sejak awal 2026, total 14 letusan menempatkannya di urutan ketiga paling aktif di Indonesia. Semeru memimpin dengan 150 kali, diikuti Gunung Ibu dengan 95 erupsi.
Status Naik ke Siaga
Kepala Badan Geologi Lana Saria naikkan status menjadi Level III (Siaga) pada 18 Januari 2026. Masyarakat dan pendaki dilarang masuk radius 3 kilometer dari pusat vulkanik. “Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok,” katanya.
Redaksi Energi Juang News



