Energi Juang News, Riyadh- Kerajaan Arab Saudi menegaskan tidak akan pernah mengizinkan wilayahnya dijadikan titik peluncuran serangan terhadap Iran. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) menyampaikan sikap ini langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui sambungan telepon pada Rabu (28/1/2026).
Komitmen untuk Jaga Stabilitas Kawasan
Dilaporkan AFP, MBS menuturkan negaranya menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan perdamaian. “Kerajaan menegaskan posisi resminya untuk menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah atau ruang udaranya untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Sikap tersebut menunjukkan tekad Riyadh untuk tidak terlibat dalam eskalasi konflik yang berisiko mengganggu stabilitas Timur Tengah.
Baca juga : Iran Berlumur Darah: 544 Jiwa Raib, Rezim Umumkan Perang Nasional!
Ketegangan Memanas di Sekitar Iran
Beberapa hari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan “armada besar” telah dikerahkan menuju kawasan dekat Iran. Armada itu, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kelompok tempurnya, kini sudah berada di Timur Tengah.
Trump bahkan menyebut pengerahan kekuatan itu “lebih besar dari operasi Venezuela” yang saat itu berujung pada penggulingan Presiden Nicolas Maduro. “Kami memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” ujar Trump dalam wawancara dengan media Axios, dikutip dari The Times of Israel dan TASS, Selasa (27/1).
Arab Saudi Ambil Posisi Netral
Langkah MBS menegaskan keinginan Arab Saudi untuk berperan sebagai penyeimbang di tengah meningkatnya tensi antara Washington dan Teheran. Keputusan ini sekaligus mengirim pesan bahwa Riyadh lebih memilih jalur diplomasi ketimbang konfrontasi militer.
Redaksi Energi Juang News



