Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
BerandaPolitikJokowi Effect : Kader NasDem Ramai-ramai Loncat ke PSI

Jokowi Effect : Kader NasDem Ramai-ramai Loncat ke PSI

Energi Juang News, Jakarta— Arus perpindahan kader dari Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian deras. Pihak PSI menilai pergeseran ini tak lepas dari pengaruh besar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang kini disebut-sebut semakin mempertegas posisi PSI di kancah politik nasional, Jokowi Effect.

Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menilai langkah para kader NasDem itu wajar mengingat kesamaan semangat dan nilai perjuangan yang dibawa oleh PSI.
“Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi—politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional,” ujar Ariyo kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Baca juga : Jokowi Hadir di Rakernas PSI Makassar, Ketua Dewan Pembina?

Dukungan Jokowi Perkuat Citra PSI

Menurut Ariyo, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu menegaskan partai tersebut sebagai wadah politik yang paling konsisten membawa semangat kerja nyata.
“Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik,” tambahnya.
Ariyo kemudian menekankan bahwa fenomena ini tidak lepas dari “Jokowi effect” yang menciptakan gelombang baru di antara kader partai.

Tokoh Senior Jadi Magnet Baru

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus juga menyinggung alasan lain dibalik derasnya arus kader NasDem menuju PSI, yakni sosok Ahmad Ali atau Mad Ali.
“Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritaslah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI. Kemudian menginspirasi banyak pihak,” kata Bestari saat dihubungi, Minggu (25/1).

NasDem Hargai Pilihan

Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyatakan pihaknya menghormati keputusan para kader yang ingin berpindah haluan politik.
“NasDem tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa menahan. Namun kita tetap menghargai pilihan tersebut,” tutur Saan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments