Energi Juang News, Jakarta- DIREKTUR Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 30 Januari 2026. Keputusan itu ia ambil di tengah gejolak tajam yang mengguncang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir.
“Saya mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya, pasar modal kita bisa menjadi lebih baik,” ujarnya kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
Bentuk Tanggung Jawab atas Gejolak Pasar
Iman, yang telah memimpin BEI sejak tahun 2022, menegaskan bahwa langkahnya adalah bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan utama lembaga tersebut. “Saya percaya pengunduran diri ini merupakan bagian dari tanggung jawab saya selaku Direktur Utama BEI,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar IHSG dapat segera pulih. “Mudah-mudahan IHSG kita yang dibuka membaik pagi ini akan terus menunjukkan tren positif ke depan,” lanjutnya.
Baca juga : IHSG Anjlok: Wujud Nyata Keburukan Kapitalisme Kroni
Usai menyampaikan pernyataan singkat itu, Iman memilih tidak membuka sesi tanya jawab dan langsung meninggalkan ruang media. Masa jabatannya di BEI sebenarnya baru akan berakhir pada 2026.
IHSG Terjun Dalam Dua Hari Berturut-turut
Sebelumnya, IHSG tercatat anjlok hingga 8 persen pada Kamis, 29 Januari 2026. Penurunan tajam itu menyebabkan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan atau trading halt. Langkah serupa juga terjadi sehari sebelumnya karena tekanan jual yang meningkat tajam.
Gejolak ini dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan sementara proses rebalancing saham unggulan Indonesia dalam indeks global mereka. Penangguhan dilakukan karena MSCI sedang meninjau ulang aturan mengenai jumlah saham beredar (free float) di pasar Indonesia.
Redaksi Energi Juang News



