Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaTeknologiGoogle Bongkar Jaringan Proxy China, 9 Juta HP Android Terseret

Google Bongkar Jaringan Proxy China, 9 Juta HP Android Terseret

Energi Juang News, Jakarta- Google memutus operasi jaringan proxy residensial raksasa yang menunggangi jutaan perangkat pribadi di berbagai negara. Jaringan ini terhubung ke perusahaan asal China bernama IPIDEA dan menyasar ponsel, komputer, hingga perangkat pintar di rumah tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Google Ungkap Skema Proxy Raksasa IPIDEA

Threat Analysis Group Google menemukan pola lalu lintas internet yang tidak mirip malware biasa, tapi menunjukkan pemanfaatan perangkat pengguna sebagai perantara data pihak lain. Dengan perintah pengadilan federal Amerika Serikat, Google menutup domain dan infrastruktur backend yang selama bertahun-tahun menopang operasi jaringan ini. Langkah terkoordinasi tersebut menghentikan total jaringan proxy residensial yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar yang pernah terdeteksi.

Cara Kerja: Jutaan Perangkat Jadi Exit Node

IPIDEA menjalankan skemanya dengan menyisipkan software development kit (SDK) ke ratusan aplikasi dan program desktop populer, mulai dari game gratis, aplikasi utilitas, hingga tools produktivitas. Setelah terpasang, SDK ini diam-diam mengubah perangkat pengguna menjadi “exit node” bagi lalu lintas internet eksternal tanpa memberikan gambaran jelas ke pemilik perangkat tentang risiko yang muncul. Proxy semacam ini menyamarkan identitas sumber data asli, sehingga lalu lintas bervolume besar tampak seolah berasal dari alamat IP rumahan biasa.

Baca juga : China Larang Puluhan Orang Bermain Sepak Bola, Mengapa?

9 Juta HP Android Terseret, 600 Aplikasi Terlibat

Google mencatat lebih dari 9 juta ponsel Android di seluruh dunia ikut terseret ke dalam jaringan ini pada puncak operasinya. Investigasi juga menemukan lebih dari 600 aplikasi yang membawa SDK IPIDEA dengan kemampuan proxy, mulai dari kategori hiburan hingga produktivitas. Kini, Play Protect mampu mendeteksi dan memblokir library tersebut, tetapi perangkat yang menginstal aplikasi dari toko pihak ketiga tetap menghadapi risiko yang sama, demikian dikutip dari Techspot, Senin (2/2/2026).

Baca juga :  Albania Akan Blokir Tiktok Selama Satu Tahun

Sulit Terdeteksi karena Manfaatkan Izin Standar

Salah satu faktor yang membuat jaringan ini lolos dari deteksi adalah ketiadaan malware dalam pengertian klasik. Sistem IPIDEA memanfaatkan izin standar Android sehingga aktivitasnya tidak langsung memicu peringatan keamanan di banyak perangkat. Google baru menaruh curiga setelah melihat lonjakan trafik keluar yang tidak wajar dari sejumlah alamat IP residensial yang seharusnya milik pengguna rumahan biasa.

Diserang Balik: Muncul Botnet Kimwolf untuk DDoS

Masalahnya semakin rumit ketika pada 2025 jaringan IPIDEA sendiri diretas pihak lain dan diambil alih. Penyerang mengubah infrastruktur yang sudah terhubung ke jutaan perangkat tersebut menjadi botnet bernama Kimwolf untuk melancarkan serangan DDoS berskala besar. Artinya, perangkat korban tidak hanya dimanfaatkan sebagai proxy, tetapi juga sebagai mesin serangan siber ke target yang tidak mereka kenal sama sekali.

Klaim IPIDEA dan Area Abu-abu Keamanan Mobile

IPIDEA mengklaim layanannya mendukung kebutuhan bisnis yang sah, tetapi perusahaan itu tidak mematuhi permintaan Google untuk membongkar sistemnya. Infrastruktur backend yang mengoordinasikan lalu lintas lintas benua kini telah dimatikan sepenuhnya lewat aksi hukum dan teknis. Kasus ini menyoroti area abu-abu dalam keamanan mobile, di mana SDK proxy, layanan analitik, dan jaringan iklan sama-sama memanfaatkan aliran data bersama sehingga batas antara praktik legal dan eksploitasi pengguna semakin kabur.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments