Energi Juang News, Samarinda-Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) tetap diperlukan. Dia menyatakan, parliamentary threshold penting diterapkan demi efektivitas sistem presidensial.
Ia mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan tengah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan besaran angka yang ideal.
Parliamentary Threshold Demi Efektivitas Sistem Presidensial
“Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian,” kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Demikian disampaikannya saat menjawab pertanyaan mengenai revisi UU Pemilu usai memimpin rapat konsolidasi internal PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, Senin.
Komitmen Ekologi dan Konsolidasi Internal PDIP di Kaltim
Dalam kesempatan tersebut, Hasto membedah berbagai persoalan bangsa sekaligus mempertegas komitmen ekologi partai melalui aksi simbolis penyerahan bibit pohon kepada jurnalis.
Baca juga : PDI Perjuangan Siap Buka Kartu Soal Pilkada Lewat DPRD di Hari Pamungkas Rakernas
Hasto didampingi Sekretaris DPD PDIP Ananda Emira Moeis dan Bendahara DPD PDIP Kaltim Edy Damansyah. Hadir juga dua tokoh muda PDIP, yakni Elwin Setia Avietta dan Cintya Amanda Labetta.
Sikap Hasto terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Hasto juga menjawab pertanyaan media massa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diwarnai isu keracunan di lapangan. Ia merekomendasikan adanya pengawasan ketat terhadap mitra penyedia dan distribusi makanan karena menggunakan dana rakyat yang besar.
Di tingkat daerah, Hasto menginstruksikan kader PDIP di legislatif untuk tetap kritis dan berani memperjuangkan kebenaran, termasuk mengawal kebijakan pendidikan gratis di Kaltim agar tepat sasaran.
“Jangan takut memperjuangkan kebenaran. Kader partai harus turun ke bawah dan menempatkan skala prioritas pada pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal,” tegasnya.
Gerakan Merawat Pertiwi dan Filosofi Lingkungan
Di akhir agenda, Hasto turut menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan jurnalis sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi. Ia menekankan bahwa setiap kepala daerah dari PDIP wajib membangun kebun raya untuk melestarikan tanaman endemik daerah.
Hasto pun berbagi filosofi lingkungan yang diajarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yakni tentang ketelatenan menjaga kehidupan dari hal terkecil.
“Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu kamar atau atmosfer yang sesuai hingga tumbuh tunasnya. Bayangkan, jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan saja, kita pasti bisa menghijaukan kembali Indonesia,” ujar
Hasto.
Pertemuan yang hangat itu diakhiri dengan sesi foto bersama.
“Mari bersama kita lakukan, menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan sumber kehidupan,” tutur Hasto.
Redaksi Energi Juang News



