Energi Juang News, Washington DC— Beberapa minggu setelah pembersihan besar-besaran di tubuh militer China, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) kembali memprovokasi Beijing lewat aksi berani. Lembaga itu merilis video perekrutan untuk menggaet perwira militer Negeri Tirai Bambu agar mau bekerja sama sebagai informan AS.
Video Perekrutan yang Disorot Dunia
Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (13/2/2026), video berdurasi singkat itu menampilkan sosok perwira menengah China yang kecewa dengan sistem di negaranya. Klip yang dirilis Kamis (12/2) ini menjadi langkah terbaru dalam upaya Washington memperluas jaringan intelijen manusianya terhadap saingan strategisnya di Asia.
Langkah tersebut melanjutkan kampanye serupa yang diluncurkan Mei tahun lalu. Kala itu, CIA menampilkan karakter fiktif dari Partai Komunis China yang memberikan instruksi rinci dalam bahasa Mandarin tentang cara aman menghubungi agen intelijen Amerika.
Pesan CIA untuk Warga China
Direktur CIA, John Ratcliffe, menegaskan bahwa video-video itu berhasil menjangkau banyak warga China. “Kami akan terus memberikan kesempatan bagi pejabat pemerintah China untuk bekerja menuju masa depan yang lebih cerah bersama kami,” ujarnya.
Latar Ketegangan: Pemecatan Jenderal Top
Pemutaran video ini bertepatan dengan krisis di tubuh militer Beijing. Bulan lalu, Kementerian Pertahanan China mengumumkan pemecatan Zhang Youxia, wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC) dan sosok penting di bawah Presiden Xi Jinping. Pemecatan Zhang pada Rabu (19/11/2025) memicu spekulasi luas terkait kebocoran rahasia negara dan dugaan hubungan dengan CIA.
Baca juga : Memanas Lagi, Jepang Tangkap Kapal China di Laut Nagasaki
Eksploitasi Politik Internal China
Video CIA yang diunggah di saluran YouTube resminya tampak sengaja menyindir ketegangan internal di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Tokoh fiktif dalam video itu menyampaikan pesan keras terhadap kepemimpinan China:
“Siapa pun yang memiliki kualitas kepemimpinan pasti akan dicurigai dan dieliminasi tanpa ampun. Kekuasaan mereka dibangun di atas kebohongan yang tak terhitung jumlahnya,” ujarnya dalam bahasa Mandarin.
Tebus Jaringan yang Lenyap di China
Seorang pejabat CIA yang enggan disebut namanya mengungkap, “Video-video kami sebelumnya telah menjangkau jutaan orang dan menginspirasi sumber-sumber baru.”
CIA diketahui berupaya membangun kembali jaringan mata-mata di China yang sempat hancur antara tahun 2010–2012, ketika banyak sumber AS dibunuh atau ditangkap oleh Beijing.
Sementara itu, intelijen China juga dituduh melakukan hal serupa. Pejabat AS menuding Beijing terus berusaha merekrut pegawai dan mantan pegawai pemerintah AS, bahkan menerbitkan laporan yang menuduh adanya jaringan mata-mata Amerika di China.
Redaksi Energi Juang News



