Energi Juang News, Bandung- Sekitar 600 warga di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, masih berupaya memulihkan kondisi permukiman mereka setelah banjir bandang menerjang pada Kamis, 12 Februari 2026. Genangan bercampur lumpur merusak rumah, perabotan, dan memutus aktivitas warga hingga dini hari.
Ratusan Warga Mengungsi dan Rumah Rusak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sekitar 600 orang dari 280 keluarga terdampak banjir di Desa Bojong. Lima rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara tujuh rumah lainnya tercatat rusak sedang.
“Penyebab banjir akibat air Sungai Cisunggalah meluap,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin, Kamis (12/02/2026). Sebanyak 18 warga, termasuk lanjut usia, balita, dan penyandang disabilitas, harus dievakuasi oleh petugas ke lokasi yang lebih aman.
Akses Jalan Terbuka, Sisa Lumpur Menumpuk
Setelah banjir surut, akses jalan utama di kawasan tersebut kembali bisa dilalui kendaraan. Namun, lapisan lumpur tebal dan tumpukan barang rongsokan dalam karung masih menutupi sejumlah titik permukiman.
Petugas membutuhkan alat berat dan truk sampah untuk mengangkut material sisa banjir dari lingkungan warga. BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Hujan Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Daerah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat melaporkan hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem mengguyur wilayah Bogor pada Rabu (11/02/2026) siang hingga sore hari. Hujan itu memicu banjir bandang di Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada sore hari.
Banjir juga terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, serta Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, yang merendam rumah warga dengan ketinggian air berbeda-beda. Sejumlah permukiman tergenang hingga aktivitas warga di tiga desa tersebut terganggu.
Longsor dan Banjir di Subang, Santri Mengungsi
Di wilayah Subang, hujan deras pada Rabu sore menyebabkan longsor di Desa Curug Rendeng, Kecamatan Jalancagak, tepatnya di Jalan Raya Jalancagak–Wanayasa. Material longsoran menghambat arus lalu lintas di jalur utama tersebut.
Hujan yang sama memicu banjir yang merendam Pesantren Sabilul Ilmi di Desa Tambak Mekar. Akibatnya, para santri terpaksa mengungsi untuk menghindari genangan air di lingkungan pesantren.
Peringatan BMKG: Hujan Lebat Berlanjut Hingga Akhir Pekan
Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat memprakirakan hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal dengan durasi singkat hingga akhir pekan ini. Pada Jumat, 13 Februari, potensi hujan tersebut diperkirakan muncul di Bekasi, Bogor, Subang, Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran.
Pada Sabtu, kondisi serupa berpotensi terjadi di Bekasi, Bogor, Kota Depok, Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran. Sementara pada Ahad, 15 Februari, hujan lebat berpotensi mengguyur Bogor, Cianjur, Bandung Barat, Sumedang, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran.



