Energi Juang News, Banyuwangi- Remaja asal Banyuwangi, Muhammad Dzikri Maulana, 16 tahun, tersesat sekitar 30 jam di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen sejak Rabu, 18 Februari 2026, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas pada Kamis sore, 19 Februari 2026, sekitar pukul 16.15 WIB.
Ditemukan Lemas di Sunrise Point
“Korban ditemukan dalam kondisi lemas di area sunrise point,” kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember, Purwantono, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Ia menjelaskan, begitu terlihat oleh tim pencari, remaja itu langsung dievakuasi menuju Paltuding untuk kemudian dibawa ke Puskesmas Licin. “Guna penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dzikri adalah warga desa di sekitar kawasan TWA Kawah Ijen dan masih berstatus pelajar. Ia mengenal area gunung tersebut karena tinggal tak jauh dari jalur wisata yang setiap hari ramai dilalui pendaki dan para pengangkut belerang.
Pendakian Dini Hari dan Awal Hilang
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Dzikri naik ke Kawah Ijen bersama empat rekannya yang merupakan teman satu pondokan. Rombongan berangkat mendaki pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026, melalui jalur troli sebelum jam pendakian resmi dibuka, berbarengan dengan para pengangkut belerang dan penyedia jasa troli.
Baca juga : Penutupan Kawah Ijen Usai Pendaki Tersesat
Dalam perjalanan ke atas, mereka beristirahat di area pertigaan yang menjadi titik percabangan ke dasar kawah dan ke puncak sunrise. Seusai rehat, rombongan tidak lagi berjalan beriringan dan turun sendiri-sendiri ke arah Paltuding. Berdasarkan keterangan salah satu temannya, saat istirahat usai, Dzikri sudah tidak tampak bersama mereka.
Keluarga Sadar Hilang dan Laporan Resmi
Keempat teman Dzikri melanjutkan perjalanan turun dengan perkiraan bahwa rekannya itu sudah terlebih dahulu menuju Paltuding tanpa berpamitan. Mereka tiba di kawasan Paltuding sekitar pukul 08.00 WIB namun tidak menemukan Dzikri di lokasi.
Keluarga baru menyadari indikasi hilangnya Dzikri setelah keempat temannya kembali ke rumah masing-masing dan menyampaikan bahwa ia belum terlihat turun. Pihak keluarga kemudian mendatangi petugas di Paltuding sekitar pukul 10.00 WIB untuk menanyakan keberadaan Dzikri dan melaporkan bahwa ia belum kembali ke rumah hingga siang hari.
Pencarian Hari Pertama Terkendala Kabut
Usai laporan keluarga, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur segera memulai pencarian pada Rabu sekitar pukul 10.30 WIB, dengan melibatkan teman dan orang tua korban. Tim menyisir jalur hingga titik terakhir keberadaan Dzikri, yakni di pertigaan menuju dasar kawah dan puncak sunrise.
Pencarian hanya bisa berlangsung sampai sekitar pukul 13.15 WIB karena kawasan diselimuti kabut sehingga jarak pandang menurun. Upaya kembali dilanjutkan pada pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB, dengan cakupan sampai Blok Kalipait, namun belum membuahkan hasil pada hari pertama.
Operasi SAR Gabungan Diperluas
Pencarian berlanjut pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan penambahan personel Tim Rescue agar area yang disisir jauh lebih luas dan peluang menemukan korban meningkat. Tim gabungan itu terdiri dari Petugas BBKSDA Jawa Timur, BASARNAS, BPBD Banyuwangi, Mapala Banyuwangi, Mapala Jember, BSI 851 Rescue, Kepolisian Sektor Licin Banyuwangi, Kepolisian Sektor Sempol Bondowoso, unsur TNI Posramil Licin dan Sempol, pelaku wisata TWA Kawah Ijen yang tergabung dalam Himpunan Pemandu Wisata Khusus Ijen (HPWKI), serta warga lokal yang dibagi ke beberapa regu pencari.
Mereka menyusuri jalur resmi pendakian, area tebing, hingga titik-titik yang diduga berbahaya di sekitar kawasan wisata alam tersebut. Pada pukul 16.15 WIB, tim akhirnya menemukan Dzikri di area sunrise point dalam kondisi lemas, setelah diperkirakan bertahan sekitar 30 jam di ketinggian tanpa bantuan.
Evakuasi ke Fasilitas Kesehatan
Setelah memastikan kondisi awal korban, tim gabungan melakukan proses evakuasi dengan tandu menuju Pos Paltuding dan tiba sekitar pukul 17.50 WIB. Dari pos tersebut, Dzikri langsung dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Licin untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyebut Dzikri ditemukan selamat namun keadaannya lemah akibat lama terjebak di medan terbuka. Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi dan dukungan warga sekitar berperan besar dalam keberhasilan pencarian remaja itu.
Redaksi Energi Juang News



