Energi Juang News, Washington DC- Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki hari kelima. Situasi perang tersebut menjadi sorotan dunia karena berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan yang sudah lama diliputi ketegangan geopolitik.
Trump Sebut AS dan Israel Unggul di Medan Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai posisi Amerika Serikat dan Israel saat ini sangat kuat dalam menghadapi Iran. Ia menegaskan kedua negara akan terus melanjutkan operasi militer terhadap Republik Islam tersebut.
Dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), Trump bahkan menyebut sejumlah tokoh yang diperkirakan akan menggantikan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, justru tewas di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Menurutnya, kemampuan militer Iran kini terus melemah karena sistem persenjataan strategis negara itu diserang secara intensif.
Baca juga : Trump Klaim Iran Lumpuh, Sinyalkan Perang Segera Berakhir
“Kita baik-baik saja di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15,” kata Trump kepada para petinggi teknologi di Gedung Putih.
Trump: Calon Pemimpin Iran “Berakhir Mati”
Dalam pernyataan yang cukup keras, Trump mengatakan struktur kepemimpinan Iran mulai runtuh karena banyak tokoh yang gugur dalam konflik.
Ia mengklaim posisi Amerika Serikat dan Israel saat ini berada di atas angin dalam operasi militer tersebut.
“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati.”
Trump juga menyebut sistem rudal balistik milik Iran sedang dihancurkan dengan cepat oleh serangan militer yang berlangsung.
Alasan AS Menyerang Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan alasan di balik serangan terhadap Iran. Menurutnya, Teheran sedang menuju tahap akhir pengembangan senjata nuklir.
Ia menganggap situasi tersebut sangat berbahaya bagi stabilitas global jika tidak dihentikan.
“Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk terjadi,” tambah Trump.
Pernyataan tersebut kembali memicu perdebatan internasional mengenai legalitas dan dampak serangan militer terhadap Iran.
Iran Siapkan Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Khamenei
Sementara itu, pemerintah Iran tengah menyiapkan prosesi pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk Ayatollah Ali Khamenei yang wafat akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Prosesi penghormatan terakhir dijadwalkan dimulai pada Rabu (4/3) malam waktu setempat.
Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran menyatakan masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran.
“Mulai pukul 22.00 waktu setempat, umat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang martir tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khomeini,” demikian pernyataan Dewan Koordinasi Pembangunan Islam, seperti dikutip kantor berita IRNA.
Prosesi ini diperkirakan akan dihadiri ribuan warga Iran yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi mereka.
Redaksi Energi Juang News



