Energi Juang News, Jakarta- Konflik militer di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke wilayah Iran sejak akhir Februari. Operasi militer itu memicu ketegangan geopolitik di kawasan dan memunculkan kekhawatiran baru soal stabilitas regional.
Trump Klaim Operasi Militer Hampir Tuntas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai operasi militer terhadap Iran telah berjalan sangat efektif. Menurutnya, kemampuan militer Teheran kini berada dalam kondisi yang sangat lemah.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. Komentar tersebut kemudian dilaporkan Reuters pada Selasa (10/3/2026).
“Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya,” kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.
Trump mengeklaim berbagai fasilitas militer Iran telah dihancurkan, termasuk sistem komunikasi dan fasilitas produksi drone.
“Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka,” klaim Trump dalam wawancara tersebut.
AS Sebut Ribuan Target Telah Diserang
Militer Amerika Serikat sebelumnya melaporkan serangan terhadap ribuan titik strategis di wilayah Iran dalam tahap awal operasi.
Baca juga : Trump Klaim Petinggi Iran Berguguran: “Siapa pun yang Ingin Memimpin Akhirnya Mati”
Dalam pekan pertama operasi militer yang diberi nama “Operation Epic Fury”, pasukan AS disebut telah menggempur lebih dari 3.000 target.
“Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya,” ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.
Trump: Operasi Lebih Cepat dari Perkiraan
Trump juga menilai perkembangan operasi militer berlangsung jauh lebih cepat dibanding prediksi awal. Sebelumnya, ia memperkirakan konflik dapat berlangsung sekitar empat hingga lima pekan.
Namun menurutnya, perkembangan di lapangan membuat target operasi tercapai lebih cepat.
“Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal,” sebutnya.
Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump memberikan jawaban yang cukup ambigu.
“Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain.”
Trump Enggan Komentari Pemimpin Baru Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga ditanya soal pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya memimpin Iran.
Namun Trump memilih tidak memberikan komentar panjang mengenai hal tersebut.
“Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak,” ujar Trump.
Ia bahkan sempat menyinggung bahwa dirinya memiliki sosok lain dalam pikirannya untuk memimpin Iran, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut siapa yang dimaksud.
Sebelumnya, Trump juga dilaporkan tidak menyukai keputusan Iran yang menunjuk Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.
Redaksi Energi Juang News



