Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisKeluhan Susah Dapat Ojol Saat Ramadan, Ini Kata Gojek

Keluhan Susah Dapat Ojol Saat Ramadan, Ini Kata Gojek

Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas masyarakat di kota besar cenderung meningkat menjelang waktu berbuka puasa selama Ramadan. Kondisi itu memicu perubahan pola mobilitas, terutama pada layanan transportasi berbasis aplikasi.

Di tengah situasi tersebut, banyak pengguna mengeluhkan lamanya waktu menunggu pengemudi ojek online dalam beberapa hari terakhir.

Gojek Jelaskan Lonjakan Permintaan Lebih Awal

Gojek menjelaskan penyebab ramai keluhan sulit mendapatkan layanan ojek online (ojol) saat Ramadan. Perusahaan mencatat adanya perubahan pola permintaan yang datang lebih cepat dibanding hari biasa.

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan lonjakan pesanan kini muncul lebih awal, khususnya di kawasan bisnis pusat Jakarta.

“Pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, kami melihat perubahan pola pemesanan. Jam sibuk dimulai lebih awal, sekitar pukul 15.30 WIB, lalu mencapai puncaknya pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat permintaan layanan meningkat dalam waktu yang lebih singkat dibanding hari biasa di luar Ramadan.

Banyak Driver Sudah Mudik Lebih Awal

Selain lonjakan pesanan, Gojek juga mencatat sebagian mitra pengemudi telah lebih dulu pulang kampung. Hal ini terutama terjadi pada pengemudi yang biasa beroperasi di kota-kota besar.

Bambang mengatakan fenomena tersebut lazim terjadi menjelang Lebaran karena banyak mitra memilih menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Pada akhir Ramadan, kami memahami sebagian mitra driver Gojek sudah mudik lebih awal,” kata dia.

Situasi itu ikut memengaruhi ketersediaan pengemudi di lapangan. Akibatnya, pengguna membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan layanan.

Hujan dan Kemacetan Ikut Pengaruhi Layanan

Faktor lain yang turut memengaruhi layanan adalah kondisi cuaca. Hujan yang terjadi di sejumlah wilayah menyebabkan genangan air dan kepadatan lalu lintas.

Baca juga :  PBNU Jadi Ormas Pertama Yang Minta Izin Tambang

Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas pengemudi serta memperlambat proses penerimaan pesanan.

“Cuaca hujan yang memicu genangan di beberapa titik serta kepadatan lalu lintas turut memengaruhi ketersediaan mitra driver,” ujar Bambang.

Ia mengimbau pengguna untuk mengalokasikan waktu lebih longgar saat memesan layanan atau merencanakan perjalanan selama periode Ramadan.

Untuk periode libur Idul Fitri, Gojek juga akan menerapkan tarif khusus. Kebijakan ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi bagi mitra pengemudi yang tetap beroperasi selama masa libur Lebaran.

Grab Akui Ada Waktu Tunggu Lebih Lama

Keluhan serupa juga muncul pada layanan transportasi dari Grab. Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, mengakui adanya peningkatan waktu tunggu dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Tyas, secara umum layanan Grab tetap berjalan normal. Namun pada waktu dan lokasi tertentu, pengguna bisa mengalami waktu tunggu yang lebih lama.

Ia menjelaskan permintaan layanan mobilitas dan pengantaran seperti GrabExpress maupun GrabFood meningkat cukup tinggi. Di sisi lain, ketersediaan pengemudi juga terdampak kondisi cuaca serta kemacetan lalu lintas.

Saat ini tim operasional Grab disebut tengah melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk menyeimbangkan jumlah permintaan dan ketersediaan mitra pengemudi, terutama di area dengan tingkat pesanan yang tinggi.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments