Energi Juang News, Jakarta— Duka mendalam disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin atas wafatnya pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani. Ia tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel pada awal pekan ini.
Putin Sebut Larijani “Sahabat Sejati” Rusia
Ucapan belasungkawa itu ditujukan Putin kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pesan tersebut disiarkan oleh media resmi Iran dan dikutip sejumlah media Rusia.
Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani,” kata Putin dalam pesan yang ditujukan kepada Khamenei yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB, menurut media berita Rusia, termasuk kantor berita negara Tass, dilansir Anadolu, Kamis (19/3/2026).
Putin menilai Larijani sebagai tokoh penting yang memperkuat hubungan strategis antara Moskow dan Teheran. Ia bahkan menyebutnya sebagai “sahabat sejati” Rusia yang kontribusinya akan selalu dikenang.
Baca juga : AS Kirim 3.000 Pasukan Elite ke Timur Tengah
“Sampaikan belasungkawa dan dukungan tulus saya kepada keluarga dan teman-teman almarhum,” tambahnya.
Israel Klaim Serangan Tepat Sasaran
Militer Israel mengumumkan pada Selasa (16/3), bahwa Larijani tewas dalam serangan udara di dekat Teheran. Mereka menyebut operasi itu sebagai “serangan tepat sasaran” yang dilakukan pada Senin (15/3) malam.
Pihak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengonfirmasi kematian Larijani. Dalam serangan itu, putranya, ajudannya Reza Bayat, serta beberapa rekan lainnya juga dilaporkan ikut gugur.
Rusia Kutuk Pembunuhan Pejabat Iran
Sehari sebelumnya, Rabu (18/3), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan sikap keras Moskow terhadap serangan tersebut. Dalam konferensi pers di Moskow, ia menyatakan Rusia mengutuk tindakan yang membahayakan keselamatan pejabat tinggi Iran.
Menurut Peskov, pembunuhan terhadap perwakilan kepemimpinan negara berdaulat berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
Tiga Pejabat Tinggi Iran Tewas dalam Dua Hari
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa Israel telah membunuh Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dalam serangan terpisah.
Peristiwa itu menandai pembunuhan pejabat tinggi Iran yang ketiga dalam rentang dua hari. Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai “pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terkasih,” yang membuat pemerintah dan rakyat Iran terpukul. Dalam unggahannya di X, ia menambahkan bahwa “jalan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya.”
Redaksi Energi Juang News



