Rabu, Juni 10, 2026
spot_img
BerandaHukumUtusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Disebut Dalam...

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Disebut Dalam Kasus Bea Cukai

Jakarta, Energi Juang News Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad , disebut dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi muncul karena dirinya sempat berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.

“Betul, ada fakta saudara RA [Raffi Ahmad] itu menitip”, ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) malam.

Taufik mengatakan KPK belum mengembangkan fakta tersebut lebih lanjut dalam penyelidikan kasus di Bea Cukai.

“Kemarin kami tidak mengembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian kami tidak melakukan pemanggilan,” terang dia.

Meski begitu, Taufik memastikan KPK tidak menutup pintu untuk melakukan pengembangan apabila diperoleh bukti lain yang dapat memperkuat dugaan tindak pidana.

“Apakah nanti fakta-fakta konferensi itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya,” imbuhnya.

Dalam konferensi yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6), nama Raffi muncul dalam perkara terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan.

Jaksa KPK awalnya menanyakan kepada Saksi Sri Pangestuti alias Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, yang merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.

Baca juga :  Purbaya Mau Bubarkan Satgas BLBI, Mahfud MD Kasih Peringatan

“Ibu pernah meminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah meminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?” tanya jaksa dalam konferensi Jumat (5/6).

Tuti membenarkan komunikasi antara dirinya dengan Yohanes. Namun, dia enggan memenuhi permintaan tersebut.

Nama Raffi juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes.

“Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, bagaimana ini Saksi?” tanya jaksa dalam persidangan Rabu (20/5).

Yohanes menjelaskan Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.

“Izin saya jelaskan. Jadi, lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala divisi Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 kalau enggak salah baru keluar, buat masuk,” jawab Yohanes.

Dia menyatakan iPhone 17 tersebut tidak jadi dikirimkan ke Indonesia.

John Field dan kedua anak buahnya yang bernama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri didakwa menyuap beberapa pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61 miliar dan memberikan fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyudikan DJBC, Rizal; Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyudikan, Orlando Hamonangan.

Klaster pejabat Ditjen Bea dan Cukai akan diminta dalam berkas terpisah.

Dari jumlah itu, Rizal setidaknya menerima sejumlah Rp14.000.000.000, Sisprian Rp7.000.000.000, dan Orlando sekitar Rp4.050.000.000. Sisanya ada dinikmati pihak lain yang belum diproses hukum. Salah satunya adalah Enov Puji Wijanarko selaku Kepala Seksi Penindakan Impor I Direktorat Penindakan dan Penyudikan.

Baca juga :  Uang Ratusan Miliar dan Emas Puluhan Kilogram Dirampas dari Zarof Ricar

Sementara rincian fasilitas yang diberikan kepada jajaran pejabat Bea dan Cukai berupa fasilitas hiburan senilai Rp1.450.000.000,00 dan 1 buah jam tangan merek Tag Heuer senilai Rp65.000.000,00 kepada Orlando dan 1 unit mobil Mazda CX-5 senilai Rp330.000.000,00 kepada Enov Puji Wijanarko.

Kata jaksa, suap diberikan agar para pejabat di Ditjen Bea dan Cukai mengupayakan barang impor milik Blueray Cargo (Grup) lebih cepat keluar dari proses pengawasan di bagian Kepabeanan.

Belum ada pernyataan dari Raffi Ahmad terkait penyebutan namanya ini.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments