Energi Juang News, Jakarta- Polisi menyatakan kematian Sutrimo yang ditemukan di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Dalam laporan itu, disebutkan Sutrimo tewas dalam kondisi yang tak wajar.
“Memang kemarin kami mendapat informasi, kemarin kami mendapatkan informasi ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar,” kata Kabid Humas Polda Mero Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Budi mengatakan, pelapor meminta penyelidik untuk melakukan ekshumasi. Ekshumasi sendiri merupakan proses penggalian atau pembongkaran kembali jenazah dari dalam kubur yang dilakukan pihak berwenang.
Budi menyebut pihak kepolisian akan terlebih dahulu memeriksa dokter S Muhamadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jasad Sutrimo pada pekan depan. Budi menjelaskan, ini merupakan pemanggilan ulang karena sebelumnya pihak dokter absen pemeriksaan.
“Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut,” kata dia.
“Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit,” imbuhnya.
Kombes Budi sebelumnya menyampaikan alasan pemanggilan terhadap dokter RS tersebut. Salah satu yang ingin didalami ialah kabar Sutrimo meninggal dengan kondisi mulut berbusa seperti informasi yang beredar.
Budi mengatakan ada sejumlah foto dan video yang viral terkait kematian Sutrimo, namun kebenarannya harus diperiksa lebih lanjut oleh penyidik. “Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan. Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik,” kata Budi Jumat (31/7).
Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sosok korban.
Redaksi Energi Juang News




