Energi Juang News,Tapanuli Tengah- Dikabarkan lima partai politik melempar wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu. Dengan alasan penyerapan APBD 2026 dinilai masih rendah,katanya.
Wacana tersebut mencuat melalui video yang beredar di media sosial. Demokrasi memang punya banyak ramuan olah kata dan sikap, tetapi jangan sampai rakyat sedang mencari bantuan, yang disuguhi malah dagelan konstitusi.
Eksekutif sedang bekerja mengurus pemulihan dan pembangunan Tapteng dari bencana alam, sementara panggung politik malah ramai dengan wacana pemakzulan.
Kritik terhadap rendahnya penyerapan APBD tentu sah dan penting, tetapi idealnya kritik juga disertai solusi bagaimana partai politik juga bisa lari sprint berdampingan. Jangan sampai energi politik sudah terserap habis untuk saling serang, giliran urusan rakyat memble ngos ngosan.
Tak ingin dianggap durhaka oleh masyarakat, belakangan muncul kabar bahwa sejumlah partai politik lainnya menyatakan menarik pernyataan dari sikap bersama lima parpol tersebut.
Menggunakan petuah “Pandai-pandailah mau bermain mata, cukup kecil-kecil saja, cukup beli minyak kendaraan.”
Hal tersebut bukan maksudnya mengajari permainan politik, melainkan menyindir dengan sikap bersama berubah ketika kepentingan, aspirasi, dan kalkulasi politik mulai bertemu di meja yang sama.
Masinton Pasaribu sendiri merespons wacana tersebut dengan meminta semua pihak menghentikan tarik-menarik politik dan fokus pada pemulihan serta pembangunan Tapteng.
Pesannya yaitu jangan sampai nanti sejarah mencatat, Ketika masyarakat membutuhkan pembangunan, para elite malah sibuk membangun panggung.
Redaksi Energi Juang News




