Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 17

iOS 26.5 Meluncur, Fitur Android Kini Ada di iPhone

iOS 26.5 Meluncur, Fitur Android Kini Ada di iPhone

Energi Juang News, Jakarta- Apple resmi merilis pembaruan iOS 26.5 untuk pengguna iPhone di Indonesia dan sejumlah negara lain. Sistem operasi terbaru ini membawa sejumlah peningkatan, termasuk fitur keamanan baru pada layanan pesan RCS yang selama ini lebih identik dengan perangkat Android.

Pembaruan tersebut hadir setelah Apple menjalani uji coba beta selama sekitar enam pekan. Salah satu fitur yang paling disorot adalah dukungan enkripsi ujung-ke-ujung atau end-to-end encryption untuk pesan RCS.

iPhone Kini Punya Enkripsi Pesan RCS

Apple menjelaskan fitur enkripsi RCS saat ini masih berstatus beta. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui menu Settings > Messages > RCS Messaging, lalu menggeser toggle End-to-End Encryption (Beta).

Perusahaan menyebut peluncuran fitur dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Artinya, tidak semua pengguna langsung mendapatkannya dalam waktu bersamaan.

RCS sendiri merupakan layanan pesan modern yang digadang-gadang sebagai penerus SMS dan MMS. Teknologi ini mendukung pengiriman foto, video, audio resolusi tinggi, hingga percakapan grup.

Operator Indonesia Sudah Mendukung

Apple juga mencantumkan sejumlah operator seluler yang telah mendukung fitur tersebut di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tiga operator yang masuk daftar dukungan ialah Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSMART. Dukungan itu mencakup layanan 5G, VoLTE, hotspot pribadi, LTE, hingga FaceTime melalui jaringan seluler.

Meski begitu, laporan laman 9to5Mac menyebut fitur belum tentu langsung aktif meski operator sudah tercantum di situs dukungan Apple. Apple menyatakan fitur akan otomatis tersedia untuk percakapan baru seiring distribusi pembaruan dilakukan secara bertahap.

Ada Ikon Gembok di Aplikasi Messages

Selain menghadirkan enkripsi RCS, Apple turut memperbarui tampilan aplikasi Messages di iOS 26.5. Pembaruan ini dibuat untuk mendukung fitur keamanan baru tersebut.

Pengguna akan melihat ikon gembok di bagian atas percakapan jika enkripsi RCS telah aktif. Ikon serupa juga akan muncul pada perangkat Android yang terhubung dalam percakapan tersebut.

Kehadiran ikon gembok menjadi penanda bahwa fitur sudah berjalan pada perangkat dan operator yang digunakan.

Redaksi Energi Juang News

Dede Sunandar Diterpa Isu Selingkuh Jelang Cerai

Dede Sunandar Diterpa Isu Selingkuh Jelang Cerai

Energi Juang News, Jakarta- Rumah tangga komedian sekaligus presenter Dede Sunandar dan Karen Hertatum kembali menjadi sorotan publik. Setelah lebih dari satu dekade membina pernikahan, hubungan keduanya dikabarkan berada di ambang perceraian.

Karen mengungkap persoalan yang terjadi dalam rumah tangganya saat tampil di podcast milik Melaney Ricardo. Ia menyebut konflik rumah tangga mereka sudah berlangsung lama hingga membuat keduanya dikabarkan pisah rumah selama lebih dari setahun.

Karen Sebut Perselingkuhan Terjadi Sejak Awal Nikah

Karen mengaku mulai mengetahui dugaan perselingkuhan tak lama setelah melahirkan anak pertama mereka. Saat itu, kondisi emosinya disebut masih belum stabil karena baru melewati masa pemulihan pasca persalinan.

“Awal-awal pernikahan dia sudah ketahuan selingkuh. Aku benar-benar hancur waktu itu karena baru melahirkan anak pertama,” ujar Karen.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat karena sang buah hati saat itu belum genap berusia satu bulan. Karen mengatakan dirinya sempat meminta penjelasan kepada Dede terkait dugaan perselingkuhan tersebut.

Namun, ia merasa upayanya untuk membicarakan masalah itu secara baik-baik tidak mendapat respons yang diharapkan.

“Aku cuma ingin penjelasan sebenarnya apa yang terjadi. Tapi dia malah emosi dan enggak mau mengaku,” kata Karen.

Pengakuan Dugaan KDRT Ikut Mengejutkan

Dalam perbincangan itu, Karen juga mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang disebut pernah dialaminya saat pertengkaran terjadi. Pengakuan tersebut menjadi bagian yang cukup menyita perhatian publik.

Karen mengaku masih menyimpan trauma akibat kejadian tersebut. Ia juga menyebut selama ini memilih memendam pengalaman itu dan tidak menceritakannya kepada banyak orang.

“Waktu itu aku benar-benar syok. Sampai sekarang masih membekas karena aku enggak pernah cerita ke siapa-siapa,” ungkapnya.

Ia mengingat peristiwa tersebut terjadi ketika anak mereka masih bayi dan sedang tertidur di kamar. Karen merasa situasi semakin menyakitkan karena dirinya tidak memperoleh penjelasan maupun sikap menenangkan setelah dugaan perselingkuhan itu terbongkar.

Dede Sunandar Belum Buka Suara

Hingga kini, Dede Sunandar belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan perselingkuhan maupun pengakuan Karen soal dugaan KDRT.

Pasangan yang menikah pada 21 Oktober 2014 itu diketahui telah menjalani rumah tangga selama 11 tahun sebelum isu keretakan ini mencuat ke publik.

Redaksi Energi Juang News

Tumpukan Uang Rp 10,2 Triliun Dipamerkan di Kejagung

Tumpukan uang sitaan Rp10,2 triliun dipamerkan di Kejaksaan Agung Jakarta

Energi Juang News, Jakarta – Kompleks Kejaksaan Agung RI kembali menjadi sorotan publik setelah tumpukan uang sitaan senilai Rp10,2 triliun dipamerkan di lokasi acara, Rabu (13/5/2026). Dana tersebut akan diserahkan ke kas negara dalam agenda yang turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Penyerahan uang dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kegiatan berlangsung di kawasan Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dengan pengamanan ketat dari aparat.

Satgas PKH Serahkan Denda Administratif

Berdasarkan informasi yang ditampilkan melalui layar di lokasi kegiatan, total dana hasil denda administratif mencapai Rp10,2 triliun. Dana tersebut berasal dari penanganan perkara kawasan hutan.

Selain menampilkan jumlah uang sitaan, layar informasi juga memperlihatkan capaian penguasaan kembali lahan kawasan hutan seluas 2,3 juta hektare.

Menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto, panitia melakukan gladi bersih di area acara. Sementara itu, personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlihat berjaga di dalam maupun sekitar lokasi.

Uang Rp10,2 Triliun Disusun Menyerupai Piramida

Tumpukan uang Rp10,2 triliun ditempatkan di sisi kanan dan kiri panggung utama. Seluruh uang tampak menggunakan pecahan Rp100 ribu.

Petugas menyusun uang tersebut menyerupai bentuk piramida dengan tinggi sekitar tiga meter. Beberapa personel keamanan juga terlihat berjaga di sekitar area penyimpanan uang selama agenda berlangsung.

Penyerahan dana hasil denda administratif tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum dan penertiban kawasan hutan yang dilakukan pemerintah.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Tumbal Sungai Ciliwung di Bawah Jembatan Sempur

hANTU cILIWUNG
hANTU cILIWUNG

Energi Juang News, Bogor-  Hujan turun tipis di Kota Bogor malam itu. Lampu-lampu taman di kawasan Sempur memantul di permukaan Sungai Ciliwung yang tampak hitam pekat seperti genangan tinta. Udara terasa dingin menusuk sampai ke tulang. Tidak banyak warga yang masih beraktivitas karena sejak sore kabar tenggelamnya Syahdan, bocah 12 tahun yang terpeleset di bantaran sungai, sudah menyebar ke seluruh kampung.

Ambulans sudah pergi sejak magrib, tetapi suasana mencekam masih menggantung di sekitar jembatan tua itu. Orang-orang berbisik pelan, seolah takut ada sesuatu yang mendengar pembicaraan mereka. Di bawah pohon kapuk besar dekat taman, Ketua RT Amarullah berdiri sambil menatap arus sungai yang bergerak lambat. “Bukan pertama kali ini kejadian,” katanya lirih.

Beberapa warga langsung saling pandang. Seorang ibu tua yang duduk di warung kopi mendadak menimpali dengan suara gemetar. “Setiap tahun pasti ada yang diambil…” Kalimat itu membuat suasana makin dingin. Tidak ada yang berani tertawa. Bahkan suara jangkrik seperti menghilang dari malam itu. Amar lalu menunjuk pohon kapuk raksasa di tepi sungai.

Batangnya hitam dan akar-akarnya menjuntai seperti tangan kurus keluar dari tanah basah. “Di situ tempat dia,” ucap Amar pelan. “Penunggunya tinggi besar… matanya merah.” Seorang pemuda bernama Dani langsung merinding. “Pak RT jangan ngomong begitu malam-malam,” katanya sambil mengusap tengkuknya. Tetapi Amar hanya menghela napas panjang. “Kalian anak sekarang nggak percaya beginian. Tapi warga lama di sini tahu… sungai ini minta tumbal.”

Angin tiba-tiba berembus kencang. Daun pohon kapuk bergesekan mengeluarkan bunyi seperti bisikan panjang. Dari kejauhan terdengar suara air beriak padahal arus sungai tampak tenang. Seorang bapak pemilik warung rokok mendadak menutup rolling door lebih cepat. “Kalau sudah ada korban begini biasanya mulai lagi,” katanya pelan. “Mulai apa?” tanya Dani. Lelaki itu menatap kosong ke arah bawah jembatan. “Suara gamelan…” Warga yang mendengar langsung terdiam.

Mereka seperti paham sesuatu yang tidak diketahui orang luar. Amar menyalakan rokok lalu berkata lirih, “Dulu sebelum ada lampu penerangan, tiap malam Jumat suara itu jelas banget. Kayak ada yang lagi hajatan di bawah jembatan.” Hening panjang menyelimuti mereka. Sungai Ciliwung malam itu tidak hanya terlihat gelap. Ia seperti hidup… dan sedang memperhatikan semua orang yang berdiri di tepinya.

Tiga malam setelah kematian Syahdan, kejadian aneh mulai terjadi di rumah-rumah warga bantaran sungai. Sekitar pukul dua dini hari, seorang ibu bernama Yayah terbangun karena mendengar suara ketukan di pintu rumahnya.

Awalnya pelan. Tok… tok… tok… Tetapi semakin lama semakin keras. Ia mengira suaminya pulang ronda. Dengan mata masih setengah mengantuk, ia membuka pintu kayu rumahnya. Namun tidak ada siapa-siapa di luar. Hanya udara dingin dan aroma tanah basah yang menyengat.

Saat hendak menutup pintu, tiba-tiba terdengar suara anak kecil berbisik dari arah halaman. “Bu… jangan ada yang mandi di sungai lagi…” Tubuh Yayah langsung kaku. Suara itu sangat mirip suara Syahdan. Ia buru-buru menutup pintu sambil membaca doa keras-keras. Keesokan paginya, ternyata bukan hanya dirinya yang mengalami kejadian itu. Hampir semua rumah di RT tersebut mendapat teror serupa. “Dia datang ke rumah saya juga,” kata Pak Endin saat warga berkumpul di pos ronda. “Mukanya pucat… bajunya basah semua.” Seorang pemuda lain menyahut dengan wajah tegang. “Saya lihat ada anak berdiri di jembatan tadi malam.

Pas didekati hilang.” Warga mulai resah. Anak-anak dilarang keluar selepas magrib. Suasana kampung berubah sunyi lebih cepat dari biasanya. Amarullah akhirnya mengumpulkan warga dan meminta semua orang menjaga ucapan selama berada di sekitar sungai. “Kalau dengar suara aneh jangan ditanggapi,” katanya serius. Tetapi malam berikutnya kejadian lebih menyeramkan terjadi. Sekitar pukul satu dini hari, suara gamelan tiba-tiba terdengar dari bawah jembatan Sempur.

Nadanya lambat dan sumbang seperti musik tua dari zaman kerajaan. Ting… tung… tang… Suaranya menggema di antara rumah-rumah warga. Dani yang saat itu ronda langsung merinding. “Pak… itu suara apa?” tanyanya dengan suara gemetar. Amar menatap gelap ke arah sungai. “Dia lagi lewat…” jawabnya pendek. “Siapa?” Amar tidak langsung menjawab.

Wajahnya terlihat pucat diterpa cahaya lampu pos ronda. “Penunggu sungai.” Tiba-tiba seekor anjing kampung melolong panjang ke arah jembatan. Suara gamelan mendadak berhenti. Tetapi beberapa detik kemudian terdengar suara langkah kaki berat dari arah bawah jembatan. Duk… duk… duk… seperti langkah raksasa. Dani spontan memegang lengan Amar. “Pak… ayo masuk rumah aja.” Namun Amar tetap menatap ke arah gelap itu sambil berbisik lirih, “Jangan lihat matanya kalau dia muncul…”

Redaksi Energi Juang News

BMKG Ingatkan 9 Wilayah Potensi Hujan Lebat

BMKG Ingatkan 9 Wilayah Potensi Hujan Lebat

Energi Juang News, Jakarta – Cuaca di sejumlah daerah diperkirakan mengalami perubahan signifikan pada Rabu (13/5/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi sepanjang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG meminta warga di sembilan wilayah untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Wilayah yang diprediksi terdampak cuaca signifikan meliputi Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado, dan Mamuju.

Prakirawan BMKG, Yuyun W, menjelaskan kondisi tersebut dipicu adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah kawasan Indonesia.

Menurut dia, daerah konvergensi terpantau membentang dari perairan barat Kalimantan Barat hingga wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Sulawesi bagian selatan.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi,” ujar Yuyun dalam keterangan BMKG.

Sejumlah Kota Diprediksi Diguyur Hujan

Selain wilayah dengan potensi cuaca ekstrem, BMKG juga memperkirakan hujan ringan hingga sedang akan turun di sejumlah kota besar lainnya.

Daerah tersebut antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan.

Jakarta dan Surabaya Diprakirakan Berawan

Sementara itu, kondisi cuaca berawan diprediksi terjadi di beberapa kota besar lain seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Kupang.

Masyarakat di wilayah tersebut tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Redaksi Energi Juang News

Nelayan Bintan Kembali Demo Tolak Sedimentasi Laut

Nelayan Bintan Kembali Demo Tolak Sedimentasi Laut

Energi Juang News, Jakarta – Sekitar 200 warga pesisir dari Kabupaten Bintan mendatangi Kantor Gubernur Kepulauan Riau pada Selasa, 12 Mei 2026. Mereka menyuarakan protes terhadap aktivitas tambang di wilayah laut yang dinilai mengancam area tangkap ikan dan kehidupan nelayan.

Massa sempat tertahan di gerbang kantor gubernur sebelum akhirnya diizinkan menyampaikan aspirasi secara bergantian. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Nelayan Protes Aktivitas Sedimentasi

Dalam unjuk rasa tersebut, para peserta membawa spanduk penolakan dan menggelar tanda tangan bersama sebagai bentuk keberatan atas rencana operasional sejumlah perusahaan di perairan Bintan dan Lingga.

Koordinator Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Bintan, Rudi, mengatakan aksi kembali dilakukan karena pemerintah daerah dianggap belum menindaklanjuti tuntutan warga.

Menurut dia, Sekretaris Daerah Kepulauan Riau sebelumnya berjanji akan turun langsung melihat kondisi masyarakat pesisir yang terdampak. Namun hingga kini kunjungan tersebut belum terealisasi.

“Kami datang lagi karena janji itu belum dipenuhi,” kata Rudi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, wilayah perairan dari Pulau Numbing hingga Pulau Dendun selama ini menjadi lokasi utama nelayan mencari ikan. Kawasan tersebut disebut berpotensi terdampak jika aktivitas sedimentasi mulai berjalan penuh.

Nelayan Khawatir Area Tangkap Rusak

Rudi menilai dampak kegiatan perusahaan sudah mulai dirasakan, meski proyek belum sepenuhnya beroperasi. Salah satunya ketika jaring nelayan putus setelah terkena kapal yang mengambil sampel sedimentasi di laut.

“Kalau baru pengambilan sampel saja sudah seperti ini, bagaimana nanti saat operasi berjalan penuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi kerusakan ruang tangkap ikan dan gangguan terhadap ekosistem pesisir. Aspirasi itu, kata dia, sebelumnya sudah beberapa kali disampaikan kepada DPRD Kepri maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Namun hingga kini, nelayan belum melihat adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menghentikan aktivitas tersebut.

Pemprov Kepri Janji Turunkan Tim

Setelah sekitar 15 menit aksi berlangsung, Sekretaris Daerah Kepri Misni bersama sejumlah kepala dinas menemui massa. Dalam dialog itu, Misni meminta masyarakat tetap tenang dan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menurunkan tim OPD untuk menemui warga terdampak di Bintan.

Ia menegaskan izin sedimentasi pasir laut merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah provinsi tidak dapat membatalkannya secara langsung.

“Kami menerima aspirasi masyarakat dan akan meneruskannya ke pemerintah pusat,” kata Misni di hadapan massa aksi.

Pemprov Kepri bersama perwakilan pemerintah pusat dijadwalkan mendatangi warga nelayan di Kijang pada hari berikutnya guna mendengar langsung keluhan masyarakat pesisir.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan nelayan. Rudi menilai aspirasi masyarakat selama setahun terakhir belum menghasilkan keputusan nyata.

Usai menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri secara tertib. Mereka berencana kembali bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah di Kijang untuk membahas persoalan tersebut lebih lanjut.

Redaksi Energi Juang News

Walhi Desak KLH Atasi Polusi Udara Lima Kota

Walhi Desak KLH Atasi Polusi Udara Lima Kota

Energi Juang News, Jakarta- Kondisi udara di sejumlah kota besar Indonesia kembali memburuk sepanjang Mei 2026. Pemantauan dari situs AQI US menunjukkan beberapa wilayah mengalami penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi masyarakat.

Situasi paling parah terjadi di Jakarta dan Bandung. Sementara itu, Surabaya, Medan, dan Semarang berada di level sedang, namun tetap membahayakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Jakarta dan Bandung Catat Polusi Tertinggi

Data AQI US mencatat Jakarta memiliki indeks kualitas udara (AQI) di kisaran 134 hingga 189 sepanjang Mei 2026. Angka tertinggi terjadi pada 9 Mei 2026. Kondisi ini juga diperburuk oleh wilayah penyangga seperti Serpong dan Tangerang Selatan yang sempat mencapai AQI 178.

Bandung menunjukkan tren serupa dengan AQI berada di rentang 137 hingga 171. Dalam beberapa kesempatan, kualitas udara Bandung bahkan tercatat lebih buruk dibanding Jakarta.

Sementara itu, Surabaya berada pada kisaran AQI 91–105, Medan 79–95, dan Semarang 71–83. Meski masuk kategori sedang, kualitas udara di tiga kota tersebut tetap dinilai berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Walhi Soroti Ketergantungan Energi Fosil

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai persoalan polusi udara bukan sekadar fenomena musiman. Organisasi tersebut menyebut kondisi ini sebagai dampak dari lemahnya tata kelola lingkungan hidup.

“Polusi udara merupakan konsekuensi dari model pembangunan yang masih bergantung pada energi fosil dan minim pengendalian terhadap sumber pencemar,” kata Pengkampanye Urban Berkeadilan dan Kebijakan Tata Ruang Walhi Nasional, Wahyu Eka Styawan, Rabu, 13 Mei 2026.

Walhi mengidentifikasi sejumlah penyebab utama pencemaran udara. Di antaranya emisi PLTU batu bara, tingginya penggunaan kendaraan bermotor, lemahnya pengawasan industri, hingga kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara berkala.

Selain itu, keterbatasan ruang terbuka hijau dan lemahnya penegakan hukum dinilai memperparah kondisi kualitas udara di perkotaan.

Walhi Minta Pemerintah Ambil Langkah Konkret

Walhi menilai pencemaran udara yang terus terjadi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak warga negara atas lingkungan hidup yang sehat, sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945.

Paparan polusi PM2,5 disebut meningkatkan risiko penyakit pernapasan, gangguan kardiovaskular, hingga kematian dini. Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya biaya kesehatan dan turunnya produktivitas masyarakat.

Wahyu mengatakan pemerintah seharusnya belajar dari putusan gugatan warga negara terkait polusi udara Jakarta dengan nomor perkara 374/Pdt.G/LH/2019/PN.Jkt.Pst. Dalam putusan tahun 2021 itu, pemerintah pusat dan daerah dinyatakan lalai dalam pengendalian kualitas udara.

Walhi mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah segera mengambil langkah sistemik. Organisasi itu meminta percepatan transisi energi bersih, penguatan transportasi publik rendah emisi, pengawasan industri yang lebih ketat, serta keterbukaan data kualitas udara secara real time kepada publik.

Redaksi Energi Juang News

Transparansi Biaya Admin E-Commerce Diperketat

Transparansi Biaya Admin E-Commerce Diperketat

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru untuk memperkuat tata kelola perdagangan digital di Indonesia. Regulasi tersebut disusun guna memastikan hubungan antara platform, penjual, dan konsumen berjalan lebih seimbang serta memberikan perlindungan yang jelas bagi semua pihak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut regulasi anyar itu akan mewajibkan platform digital membuka secara jelas seluruh komponen biaya yang dibebankan kepada penjual. Menurut dia, setiap biaya administrasi maupun pungutan lain harus disertai perjanjian yang dapat diakses dan diunduh langsung melalui platform.

“Kami ingin seluruh biaya transparan dan ada perjanjian yang bisa diunduh di platform,” ujar Budi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Revisi Aturan Marketplace Masuk Tahap Final

Ketentuan tersebut nantinya dimasukkan dalam revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang ekosistem perdagangan berbasis platform digital atau marketplace.

Budi mengatakan proses revisi aturan kini sudah memasuki tahap finalisasi. Kementerian Perdagangan menargetkan beleid tersebut rampung pada pekan depan.

Ia menegaskan regulasi baru tidak hanya mengatur kewajiban platform digital, tetapi juga memperhatikan hak penjual dan konsumen. Pemerintah ingin menciptakan hubungan yang lebih setara di dalam ekosistem perdagangan daring.

Selain soal biaya admin, aturan baru juga mendorong marketplace memprioritaskan promosi produk lokal, termasuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Platform Wajib Siapkan Layanan Aduan

Dalam revisi aturan itu, platform digital juga diwajibkan menyediakan layanan pengaduan dengan standar layanan atau service level agreement (SLA) yang jelas dan komprehensif.

Budi menyebut layanan pengaduan tersebut harus dapat diakses baik oleh penjual maupun konsumen. Menurut dia, seluruh pihak dalam ekosistem digital memiliki hak dan kewajiban yang harus dijaga secara seimbang.

“Seller dan platform harus setara. Konsumen juga wajib mendapat perlindungan,” kata dia.

Keluhan UMKM Jadi Sorotan

Langkah pemerintah merevisi aturan marketplace muncul setelah banyak pelaku UMKM mengeluhkan tingginya biaya administrasi dan logistik yang dikenakan platform digital.

Di sisi lain, Kementerian UMKM juga tengah menyiapkan aturan khusus terkait biaya admin e-commerce. Kebijakan itu disusun sebagai respons atas banyaknya aduan pelaku usaha mengenai potongan transaksi yang dinilai memberatkan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebelumnya menyatakan tingginya biaya admin membuat margin keuntungan pelaku usaha semakin menipis dan menurunkan daya saing mereka di pasar digital.

Redaksi Energi Juang News

Dosen Politeknik Makassar Yang Ahli Teknik Berkembang Biak, Berakhir Dipecat

Dosen Mesum
Dosen Mesum

Energi Juang News,Makasar-  Dunia kampus kembali diguncang skandal tak senonoh. Seorang tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi vokasi di Kota Makassar harus berhadapan dengan proses hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah mahasiswi. Kasus tersebut memicu kemarahan publik lantaran pelaku disebut memanfaatkan posisi akademiknya demi kepentingan pribadi.

Pria sebut saja Bendot, 45 tahun, yang diketahui berstatus dosen tetap di politeknik tersebut, diduga melecehkan tiga mahasiswi dengan modus menawarkan bantuan perbaikan nilai kuliah. Dugaan itu mencuat setelah para korban mulai berani buka suara dan melaporkan tindakan pelaku.

Salah satu korban, Wati, 22 tahun, mengaku awalnya memilih diam karena takut masalah itu berdampak pada masa kuliahnya. Namun, setelah mengetahui ada korban lain, ia akhirnya memberanikan diri melapor ke polisi pada 13 April lalu.

“Karena saya merasa ini tidak bisa dianggap enteng lagi. Takut ada korban berikutnya,” ujar Wati saat dimintai keterangan.

Menurut pengakuan korban, Bendot kerap meminta mahasiswi menemuinya di hotel dengan alasan agar tidak diketahui dosen lain saat proses perbaikan nilai berlangsung. Awalnya pertemuan dilakukan di area luar kamar hotel. Namun, seiring waktu, pelaku mulai mengajak korban masuk ke kamar yang telah disewanya.

Di dalam kamar itulah, korban mengaku mulai mendapat rayuan dan bujuk rayu dari pelaku. Nilai tinggi dijadikan umpan agar mahasiswi mau mengikuti keinginan sang dosen. Beberapa kali korban sempat menolak, namun tekanan secara psikologis membuat mereka akhirnya menyerah.

“Awalnya dia bilang cuma mau perbaikan nilai. Tapi lama-lama mulai pegang tangan dan lanjut sentolopnya minta dimainin,” ungkap salah satu korban lainnya.

Belakangan diketahui, bukan hanya Wati yang mengalami perlakuan tersebut. Dua mahasiswi lain, yakni Peni dan Mimin, juga menjadi korban keganasan sentolop Bendot. Ironisnya, ketiganya ternyata saling mengenal dan baru menyadari bahwa mereka menjadi korban modus yang sama setelah saling bertukar cerita.

Dari situlah para korban sepakat membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka khawatir akan muncul korban baru apabila tindakan Bendot tidak segera dihentikan. Laporan pun akhirnya masuk ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa pelaku diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai dosen untuk menekan mahasiswi. Polisi kini masih mendalami dugaan kekerasan seksual serta kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Kasus tersebut langsung membuat pihak kampus mengambil langkah tegas. Bendot dijatuhi sanksi berlapis mulai dari pemberhentian sementara, penurunan jabatan, hingga larangan beraktivitas di lingkungan kampus. Tak lama berselang, pihak kampus resmi mengeluarkan maklumat pemecatan terhadap Bendot sebagai dosen tetap.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Kampus yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menimba ilmu justru tercoreng oleh tindakan oknum yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi.

Redaksi Energi Juang News

Sejarah Panjang Gitar Akustik Sampai Gitar Elektrik

Guitar Accoustic
Guitar Accoustic

Energi Juang News,Jakarta- Gitar adalah salah satu alat musik paling ikonik di dunia, mudah dikenali dari bentuknya yang khas dan suara yang fleksibel untuk berbagai genre. Secara umum, gitar merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari atau plektrum. Instrumen ini memiliki bagian utama berupa badan dan leher panjang tempat senar—biasanya berjumlah enam—direntangkan. Materialnya pun beragam, mulai dari kayu tradisional hingga bahan modern seperti polikarbonat.

Menariknya, perjalanan gitar hingga menjadi seperti yang kita kenal sekarang bukanlah proses singkat. Ia adalah hasil evolusi panjang lintas budaya, benua, dan zaman.

Jejak awal gitar dapat ditelusuri hingga sekitar tahun 1500 SM di wilayah Persia kuno. Pada masa itu, terdapat alat musik bernama citar atau sehtar, yang dianggap sebagai nenek moyang gitar modern. Instrumen ini memiliki bentuk sederhana namun sudah mengusung konsep dasar alat musik petik.

Seiring waktu, citar berkembang menjadi berbagai bentuk alat musik yang dikenal dengan nama umum tanbur. Sekitar tahun 300 SM, bangsa Yunani mulai mengadaptasi tanbur ini, lalu enam abad kemudian bangsa Romawi ikut mengembangkannya. Proses ini menunjukkan bagaimana musik selalu bergerak mengikuti jalur perdagangan dan interaksi budaya.

Pada tahun 476 M, bangsa Romawi membawa alat musik tersebut ke Spanyol. Di sana, instrumen ini mengalami transformasi menjadi dua jenis utama:

  • Guitarra Morisca, yang digunakan untuk memainkan melodi
  • Guitarra Latina, yang lebih fokus pada permainan akor

Beberapa abad kemudian, bangsa Arab datang ke Spanyol membawa alat musik bernama al-ud (oud). Instrumen ini memiliki pengaruh besar dalam perkembangan musik Eropa, terutama karena bentuk dan teknik permainannya yang lebih kompleks.

Dari perpaduan berbagai pengaruh tersebut, bangsa Spanyol menciptakan alat musik baru bernama vihuela. Vihuela menjadi sangat populer di Spanyol dan secara perlahan menggantikan alat-alat musik pendahulunya. Instrumen ini dianggap sebagai cikal bakal langsung gitar klasik modern.

Sementara al-ud berkembang menjadi berbagai jenis lute di Eropa Barat hingga abad ke-17, vihuela terus berevolusi. Bentuknya semakin menyerupai gitar modern, dengan struktur tubuh yang lebih stabil dan sistem senar yang lebih terorganisir.

Gitar klasik kemudian muncul sebagai hasil penyempurnaan ini. Biasanya menggunakan senar nilon, gitar klasik dikenal dengan teknik fingerpicking yang kompleks dan ekspresif. Instrumen ini banyak digunakan dalam musik solo, terutama dalam tradisi musik klasik Eropa.

Gitar akustik adalah bentuk gitar yang menggunakan badan berlubang (hollow body) untuk memperkuat suara secara alami tanpa bantuan listrik. Instrumen ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam berbagai bentuk.

Terdapat tiga jenis utama gitar akustik modern:

  1. Gitar senar nilon (klasik) – lembut dan hangat
  2. Gitar senar baja – lebih terang dan keras
  3. Gitar archtop – sering digunakan dalam jazz

Gitar akustik menjadi pilihan utama dalam banyak genre karena portabilitas dan kepraktisannya. Dari folk hingga pop, instrumen ini menjadi teman setia para musisi dalam menciptakan karya.

Perubahan besar terjadi pada tahun 1930-an dengan munculnya gitar elektrik. Berbeda dengan gitar akustik, gitar elektrik tidak mengandalkan resonansi tubuh untuk menghasilkan suara. Sebaliknya, ia menggunakan pickup dan penguat elektronik untuk memperbesar dan memodifikasi suara.

Awalnya, gitar elektrik masih menggunakan badan berlubang seperti gitar akustik. Namun, para inovator kemudian mengembangkan gitar dengan badan padat (solid body), yang menghasilkan suara lebih stabil dan minim gangguan.

Gitar elektrik membuka kemungkinan baru dalam eksplorasi suara. Efek seperti distorsi, reverb, dan delay memungkinkan musisi menciptakan karakter suara yang unik dan ekspresif.

Sejak kemunculannya, gitar elektrik menjadi instrumen utama dalam berbagai genre musik.

Instrumen ini tidak hanya menjadi alat musik, tetapi juga simbol budaya. Gitar elektrik identik dengan pemberontakan, ekspresi diri, dan inovasi musikal.

Meski banyak teori menyebut Persia sebagai asal gitar, beberapa ahli memiliki pandangan berbeda. Ada yang percaya bahwa alat musik serupa gitar berasal dari Afrika, dengan bentuk menyerupai kotak bulat seperti kulit kerang dan senar dari bahan alami seperti sutera.

Selain itu, relief batu kuno di Asia Tengah juga menunjukkan keberadaan instrumen petik yang menyerupai gitar. Hal ini menegaskan bahwa konsep alat musik berdawai mungkin berkembang secara paralel di berbagai wilayah dunia.

Saat ini, gitar tidak hanya terbuat dari kayu, tetapi juga dari bahan modern seperti karbon dan polikarbonat. Teknologi digital bahkan memungkinkan gitar terhubung langsung ke komputer dan perangkat lunak musik.

Namun, meskipun teknologi terus berkembang, esensi gitar tetap sama: alat untuk mengekspresikan emosi, cerita, dan identitas budaya.

Redaksi Energi Juang News