Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 51

Pertamina Naikkan Harga LPG 12 Kg Jadi Rp 228 Ribu, Kenaikan Pertama Sejak 2023

Pertamina Naikkan Harga LPG 12 Kg Jadi Rp 228 Ribu, Kenaikan Pertama Sejak 2023

Energi Juang News, Jakarta- PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga untuk liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg. Harga LPG yang sebelumnya sebesar Rp 192 ribu per tabung, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 228 ribu per tabung atau sekitar 18,75 persen. Ini merupakan penyesuaian harga pertama kalinya sejak tahun 2023.

Kenaikan harga LPG 12 kg ini berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Penyesuaian harga juga berlaku di provinsi lainnya dengan mempertimbangkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing.

Penyesuaian Harga LPG 5,5 Kg Juga Terjadi

Tidak hanya LPG 12 kg, harga LPG jenis 5,5 kg juga mengalami kenaikan yang signifikan. Harga tabung LPG 5,5 kg di wilayah yang sama naik sebesar 18,89 persen, dari Rp 90 ribu menjadi Rp 107 ribu per tabung. Seperti halnya LPG 12 kg, harga LPG 5,5 kg akan disesuaikan di provinsi lainnya berdasarkan biaya distribusi.

Kenaikan harga ini mulai berlaku pada 18 April 2026. Terakhir kali harga LPG 5,5 kg disesuaikan adalah pada November 2023, ketika harganya diturunkan menjadi Rp 90 ribu per tabung.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga LPG

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga LPG adalah lonjakan harga minyak global. Menurut Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, harga minyak yang semakin tinggi berkontribusi besar terhadap kenaikan harga LPG. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2026 tercatat sebesar US$ 102,26 per barel, naik tajam dari bulan sebelumnya, yakni US$ 33,47 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa lonjakan harga ICP dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, terutama eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik ini turut mengganggu jalur distribusi energi dunia, termasuk Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan minyak dunia. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah juga memperburuk kondisi pasokan energi global.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Hantu Gunung Pegat: Kutukan di Jalan Ngglali

Hantu Gunung Pegat
Hantu Gunung Pegat

Energi Juang News,Ponorogo- Jalanan berkelok di wilayah Bungkal, Ponorogo, tampak biasa saja saat siang. Sepeda motor lalu-lalang, warga melintas tanpa rasa curiga. Namun ketika malam turun, suasana berubah drastis. Kabut tipis turun perlahan, menutupi aspal yang membelah perbukitan, menciptakan kesan seolah jalan itu tidak berujung.

Di titik tertentu, ada bagian yang dikenal warga sebagai “Ngglali”—jalur sunyi yang menyimpan banyak cerita tak selesai.

Dan di sanalah, sesuatu sering menampakkan diri.

Gunung Pegat bukan sekadar tempat yang dikaitkan dengan mitos perceraian pengantin baru. Di balik cerita itu, ada sejarah kelam yang lebih dalam—tentang manusia yang hilang, dibunuh, dan dikubur tanpa nama.

Konon, pada tahun 1965, kawasan ini menjadi lokasi pembantaian massal. Banyak jasad dikuburkan di sepanjang jalur yang kini menjadi jalan penghubung antar kecamatan.

Beberapa tahun kemudian, saat pelebaran jalan, warga menemukan benda-benda aneh—jam tangan tua, serpihan logam, dan tulang yang terkubur dangkal.

Sejak itu, suasana di Gunung Pegat tidak pernah benar-benar “normal”.

Suatu malam sekitar pukul dua dini hari, seorang dalang bernama Jatmiko melintas sendirian sepulang pentas. Ia sudah terbiasa melewati jalan itu, meskipun sering mendengar cerita menyeramkan.

Namun ketika memasuki jalur Ngglali, ia melihat sesuatu di depan.

Di tengah jalan, seekor macan putih berdiri diam.

Bulu-bulunya pucat, hampir bersinar di bawah cahaya lampu mobil. Namun matanya… bukan mata hewan biasa.

Mata itu merah gelap, seperti bara yang hampir padam.

Jatmiko menginjak rem mendadak.

Muncul sosok macan yapi tidak bergerak. Hanya menatap lurus ke arah mobil.

Lalu perlahan, ia melangkah menyeberang, namun langkahnya tidak menimbulkan suara.

Tidak ada gesekan kaki dengan aspal, seolah ia… tidak benar-benar menyentuh tanah.

Setelah macan itu hilang di balik semak, Jatmiko mencoba melanjutkan perjalanan. Namun kaca spionnya menangkap sesuatu.

Ada bayangan lain tapi bukan macan melainkan sosok manusia.

Tinggi, kurus, dengan tubuh yang tampak membusuk. Kulitnya keabu-abuan, mengelupas di beberapa bagian. Matanya cekung dalam, hitam pekat tanpa putih mata.

Dan yang paling mengerikan—mulutnya terbuka lebar, seolah menjerit tanpa suara.

Sosok itu berdiri tepat di tengah jalan… lalu tiba-tiba muncul di kaca spion.

Jatmiko menoleh cepat ke belakang tapi kosong.

Namun saat ia melihat ke depan lagi, sosok itu sudah berada di kap mobilnya.

Wajahnya sangat dekat, hampir menempel di kaca depan.

Kulitnya retak seperti tanah kering. Dari celah-celahnya, tampak cairan hitam mengalir pelan.

Matanya menatap langsung ke dalam mata Jatmiko.

Dan kali ini… mulutnya bergerak tanpa suara.

Namun Jatmiko bisa “mendengar” dalam pikirannya meninggalkan tempat itu.

Jatmiko mencoba menginjak gas namun mobilnya tidak bergerak, mesin meraung, tapi roda seperti terkunci.

Sosok itu masih di sana, perlahan mengangkat tangannya—yang kurus, panjang, dengan jari-jari seperti ranting patah mengetuk kaca mobil.

Setiap ketukan terasa seperti menghantam dada Jatmiko, sosok warok itu mengangkat tangannya perlahan.

Seketika, macan putih tadi muncul kembali dari kegelapan.

Ia melompat ke arah mobil, namun bukan menyerang Jatmiko melainkan menerkam sosok di kap mobil.

Dalam sekejap, sosok mengerikan itu menghilang.

Bersama suara seperti angin yang tersedot mesin mobil kembali normal, Jatmiko langsung tancap gas tanpa menoleh ke belakang.

Ia tidak berhenti sampai benar-benar keluar dari kawasan Gunung Pegat.

Keesokan harinya, ia menceritakan kejadian itu kepada seorang warga tua.

Warga itu hanya mengangguk pelan.

Cerita tentang pengantin yang bercerai setelah melewati Gunung Pegat mungkin terdengar seperti mitos belaka.

Namun bagi sebagian orang, itu adalah bentuk peringatan.

Bahwa tempat itu bukan sekadar jalan.

Melainkan ruang yang dihuni oleh banyak “penghuni lama”.

Dan mereka… tidak selalu suka diganggu.

Redaksi Energi Juang News

KAI Batalkan Perjalanan KA Siliwangi Akibat Tanah Amblas di Cibeber–Lampegan

KAI Batalkan Perjalanan KA Siliwangi Akibat Tanah Amblas di Cibeber–Lampegan

Energi Juang News, Jakarta- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi II Bandung mengumumkan pembatalan perjalanan KA Siliwangi pada 19 April 2026 akibat amblasnya tanah di jalur kereta antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan, Cianjur, Jawa Barat. Kejadian ini mengakibatkan jalur tersebut dinyatakan tidak aman untuk dilalui kereta api.

Perjalanan KA Siliwangi Terganggu

Pembatalan perjalanan KA Siliwangi (345) yang semula berangkat dari Cipatat menuju Sukabumi ini dipicu oleh masalah serius pada jalur kereta. Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi II Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pengawasan rutin menemukan adanya gogosan di bawah rel di Km 74+9/0 pada petak jalan Cibeber–Lampegan. Dampak dari tanah yang amblas ini berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

“Keselamatan adalah prioritas utama, sehingga kami terpaksa menunda perjalanan KA Siliwangi hingga jalur tersebut dapat diperbaiki,” jelas Kuswardojo.

Langkah Tanggap Darurat Dipercepat

Setelah menerima laporan pada pukul 19.55 WIB, petugas KAI segera mengirimkan tim darurat untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa struktur rel di lokasi tersebut tidak memenuhi standar keamanan, sehingga KAI memutuskan untuk membatalkan perjalanan kereta api tersebut.

Pembatalan ini berdampak pada keberangkatan KA Siliwangi pada Senin, 20 April 2026, pukul 05.15 WIB yang juga dibatalkan. Sebagai kompensasi, penumpang yang terdampak dapat mengajukan pembatalan tiket dengan pengembalian dana penuh, kecuali biaya pemesanan. Proses pengembalian dana ini dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau di loket stasiun dalam waktu maksimal 7×24 jam.

KAI Upayakan Perbaikan Jalur Secepatnya

Kuswardojo menegaskan, PT KAI Daerah Operasi II Bandung berkomitmen untuk segera memperbaiki jalur yang terganggu agar operasional kereta api kembali berjalan normal. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan yang terkena dampak pembatalan perjalanan ini.

Redaksi Energi Juang News

Evaluasi Pertamina: Harga Pertamax dan Pertamax Green Masih Tertahan

Evaluasi Pertamina: Harga Pertamax dan Pertamax Green Masih Tertahan

Energi Juang News, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga tengah melakukan evaluasi terhadap harga dua jenis bahan bakar non-subsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green. Ini menyusul kenaikan harga produk BBM lainnya yang telah dilakukan pada pekan lalu. Kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex diikuti dengan pembahasan bersama pihak terkait, namun hingga kini harga Pertamax dan Pertamax Green masih dipertahankan.

Harga BBM Non-subsidi Naik, Tapi Pertamax Tertahan

Pada 15 April 2026, Pertamina mengumumkan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi, termasuk Pertamax Turbo yang melonjak dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Selain itu, harga Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600, dan Pertamina Dex bertambah dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter. Kenaikan ini mengikuti aturan yang tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Namun, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 masih dipertahankan di harga masing-masing Rp 12.300 dan Rp 12.900 per liter. Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite tetap di Rp 10.000 per liter, dan Biosolar di Rp 6.800 per liter.

Respons Pemerintah dan Ekonom

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kenaikan harga produk BBM non-subsidi sudah sesuai dengan mekanisme pasar, yang mengacu pada harga minyak dunia. Pemerintah hanya mengatur harga untuk BBM bersubsidi, sementara produk non-subsidi, seperti Pertamax Turbo, disesuaikan berdasarkan fluktuasi pasar.

Ekonom energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai bahwa penyesuaian harga ini merupakan langkah yang wajar mengingat situasi krisis energi global. Menurut Fahmy, penyesuaian harga BBM non-subsidi seharusnya mengikuti perubahan harga minyak dunia, meskipun dampak kenaikan ini diperkirakan tidak akan terlalu besar bagi masyarakat, mengingat konsumsi BBM non-subsidi relatif kecil.

Dampak Terhadap Masyarakat

Meski harga beberapa jenis BBM mengalami kenaikan, ahli ekonomi memperkirakan bahwa masyarakat tidak akan merasakan dampak yang signifikan. Kenaikan harga BBM non-subsidi, terutama Pertamax, tidak akan mempengaruhi distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Konsumsi BBM non-subsidi juga lebih rendah dibandingkan BBM bersubsidi.

Redaksi Energi Juang News

Di Demak, Ratusan Orang Diduga Keracunan MBG

Energi Juang News, Demak- Ratusan warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan MBG itu didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Laporan kejadian muncul pada Minggu (19/4/2026). Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengatakan hingga Minggu sore terdapat lima korban dari kelompok rentan atau kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Ibu menyusui sempat mengalami mual dan langsung kami tangani dengan pengobatan,” ujarnya.

Dari lima korban tersebut, empat menjalani rawat jalan, sementara satu orang dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gubug, Kabupaten Grobogan. Hingga Senin (20/4/2026) pagi, satu ibu dan satu balita masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dengan kondisi membaik.

Secara keseluruhan, jumlah korban dugaan keracunan mencapai lebih dari 150 orang. Rinciannya berasal dari sejumlah lembaga pendidikan, antara lain:

1. Ponpes Bustanul Qur’an sebanyak 68 orang (33 rawat jalan dan 35 dirujuk ke fasilitas kesehatan)

2. Ponpes Asnawiyah 97 orang (67 rawat jalan dan 24 dirujuk)

3. Ponpes Hidayatul Mubtadiin 10 orang dirawat di lokasi

4. Ponpes Al Ma’arif 5 orang.

Selain itu, terdapat enam korban lain, dengan empat menjalani rawat jalan dan dua dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, menyebut dapur SPPG Pilangwetan sebelumnya mendistribusikan sekitar 1.484 porsi MBG pada Sabtu (18/4/2026). Dugaan keracunan paling banyak dilaporkan terjadi di empat lokasi pendidikan di desa tersebut.

“Dari sekitar 550 porsi yang disalurkan di lokasi terdampak, 110 orang diduga mengalami keracunan dan 95 orang dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga terus dilakukan untuk penelusuran dan observasi lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” kata Ali.

Redaksi Energi Juang News

Kronologi Pembunuhan Nus Kei di Bandara, Pelaku Ternyata Atlet MMA

Kronologi Pembunuhan Nus Kei di Bandara, Pelaku Ternyata Atlet MMA

Energi Juang News, Jakarta- Pembunuhan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, pada Minggu (19/4/2026). Nus Kei tewas setelah ditikam oleh seorang pria yang belakangan diketahui berprofesi sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Pelaku Dikenal Sebagai Atlet MMA dan Keponakan John Kei

Polisi berhasil menangkap dua orang tersangka, yakni Hendrikus Rahayaan alias Hendra dan Finansius Ulukyanan alias Finis. Salah satu pelaku, Hendrikus, ternyata merupakan seorang atlet MMA dan keponakan dari tokoh preman Jakarta, John Kei. Penangkapan kedua tersangka dilakukan oleh Polres Maluku Tenggara setelah insiden terjadi.

Motif Dendam Lama yang Mengarah ke Pembunuhan

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa motif penikaman ini terkait dengan dendam lama. Kedua pelaku meyakini bahwa Nus Kei terlibat dalam pembunuhan Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang terjadi di Jakarta pada tahun 2020. Fenansius adalah salah satu saudara mereka yang tewas dalam peristiwa berdarah di Bekasi tersebut.

Kronologi Kejadian di Bandara

Insiden penikaman terjadi sesaat setelah Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari penerbangan Ambon pada pukul 11.10 WIT. Saat itu, ia baru saja keluar dari pintu kedatangan dan hendak menemui keluarganya. Tiba-tiba, pelaku yang mengenakan jaket merah dan masker menghampirinya dan langsung menikamnya. Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berusaha mencegah, namun pelaku berhasil melarikan diri setelah melawan.

Redaksi Energi Juang News

Malut United Protes Keputusan Wasit Usai Kalah 1-4 dari Bali United

Malut United Protes Keputusan Wasit Usai Kalah 1-4 dari Bali United

Energi Juang News, Bali – Malut United mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap keputusan wasit setelah menelan kekalahan 1-4 dari Bali United pada laga lanjutan Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (19/4/2026). Tim tamu yang tampil cukup agresif mengaku dirugikan oleh beberapa keputusan wasit, yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Keputusan Kontroversial yang Membuat Malut United Kehilangan Momentum

Sejak awal pertandingan, Malut United sempat memberikan perlawanan sengit terhadap Bali United. Pada menit kedua, Taufik Rustam berpeluang mendapatkan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang, namun wasit memutuskan untuk tidak memberikan hadiah tendangan 12 pas setelah meninjau VAR. Di babak pertama, Malut United mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari dua percobaan, sementara Bali United mencetak gol pertama melalui Ciro Alves di menit ke-32. Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan lewat penalti Teppei Yachida pada menit ke-40.

Pada babak kedua, Malut United berusaha mengubah keadaan dengan melancarkan lima percobaan tembakan, namun Bali United justru mampu mencetak tiga gol tambahan. Joao Ferrari membuka keunggulan pada menit ke-63, disusul dengan gol dari Boris Kopitovic (67’) dan Thijmen Goppel (77’), yang semakin membuat posisi Malut United terjepit. Salah satu momen kontroversial terjadi ketika Wbeymar Angulo dinilai melakukan pelanggaran meski tim tamu merasa bahwa bola direbut secara sah. Keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas pada Bali United berujung pada gol kedua mereka.

Protes Malut United atas Keputusan Wasit

Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyatakan bahwa keputusan-keputusan wasit memengaruhi kinerja timnya. “Berbagai kondisi yang terjadi akibat keputusan wasit membuat kami kehilangan sentuhan,” kata Hendri setelah pertandingan. “Pertandingan ini seharusnya berjalan lebih adil, namun kami merasa menjadi korban ketidakadilan malam ini.”

Perwakilan pemain, Angga Saputro, juga menambahkan bahwa seluruh tim sudah memberikan upaya terbaik mereka meskipun akhirnya harus menerima kekalahan tersebut. “Kami sudah berusaha maksimal sampai pertandingan berakhir,” ujar Angga dalam sesi jumpa pers.

Dengan hasil ini, Malut United tetap tertahan di posisi kelima klasemen sementara Super League dengan 46 poin. Kekalahan ini membuat mereka keluar dari posisi empat besar, setelah Bhayangkara FC berhasil meraih kemenangan 2-1 atas PSM Makassar pada 17 April 2026. Dengan enam laga tersisa, Malut United kini akan menghadapi tim-tim seperti Persebaya Surabaya, PSBS Biak, dan Borneo FC, dalam upaya merebut kembali posisi terbaik di klasemen.

Redaksi Energi Juang News

Susi Pudjiastuti Sarankan Pemanfaatan Ikan Sapu-sapu Jadi Pakan atau Pupuk

Susi Pudjiastuti Sarankan Pemanfaatan Ikan Sapu-sapu Jadi Pakan atau Pupuk

Energi Juang News, Jakarta – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan saran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait cara penanganan ikan sapu-sapu yang tertangkap. Susi mengusulkan agar ikan yang biasanya dibasmi ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau pelet ikan, serta dijadikan pupuk organik untuk pertanian.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang tertangkap bisa digiling dan diolah menjadi pelet ikan yang berguna untuk pakan ikan. “Dibuat pakan ikan atau pakan ternak saja, digiling dijadikan pelet ikan,” ujar Susi, saat dihubungi pada Senin (20/4/2026).

Selain itu, ia juga mengusulkan agar ikan sapu-sapu yang sudah dipotong dapat dijadikan pupuk. Ikan tersebut, kata Susi, bisa dipotong dan dikubur di lahan pertanian, yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan tanaman. “Atau pupuk tanaman bisa juga, pupuk tanaman bisa kirim ke perkebunan, dicincang dikubur di lahan pertanian,” tambahnya.

Tidak hanya itu, limbah ikan sapu-sapu pun dapat dimanfaatkan oleh peternak, seperti peternak kepiting atau buaya. “Atau kasihkan ke peternak kepiting setelah dibekukan, atau peternak buaya,” ucap Susi.

Tanggapan MUI

Pendapat Susi ini muncul setelah adanya sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai metode penguburan ikan sapu-sapu hidup-hidup yang dianggap kurang manusiawi. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menegaskan bahwa dalam perspektif syariah, membunuh hewan dibolehkan jika bertujuan untuk kebaikan. Namun, jika tindakan tersebut mengandung unsur penyiksaan, seperti penguburan hidup-hidup, hal itu tidak dibenarkan. “Cara tersebut dianggap menimbulkan penderitaan yang tidak perlu,” ungkap Miftah, mengutip laman MUI Digital pada Minggu (19/4).

Miftah juga menyampaikan bahwa meskipun penguburan ikan sapu-sapu hidup-hidup tidak dianjurkan, kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengendalikan populasi ikan tersebut sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan, yang juga sesuai dengan prinsip maqāṣid syariah terkait pelestarian ekosistem.

Redaksi Energi Juang News

Justin Bieber Beri Kejutan di Coachella Valley 2026

Energi Juang News, New York- Penampilan Justin Bieber di pekan kedua Festival Musik dan Seni Coachella Valley 2026 di California, Amerika Serikat, membawa kejutan bagi publik. Salah satu kejutan itu adalah kehadiran peraih Grammy Award, Billie Eilish.

Ditulis laman The Hollywood Reporter, Minggu dini hari waktu setempat, Bieber menyanyikan lagu “One Less Lonely Girl” dengan Eilish setelah penyanyi tersebut naik ke atas panggung.

Bieber dan Eilish tampak ceria sepanjang lagu, duduk bersama di tengah panggung dengan desain minimalis.

Penyanyi “Wildflower” itu bukan satu-satunya tamu yang bergabung dengan Bieber di atas panggung. Ia juga ditemani oleh SZA, yang muncul menjelang akhir penampilannya untuk bernyanyi bersamanya.

Dua penyanyi ini mengejutkan penonton dengan duet akustik lagu hit SZA, “Snooze”. Penonton Coachella bersorak riuh ketika SZA naik ke panggung.
Bieber mengatakan kepada penyanyi “Kill Bill” itu bahwa dia sangat mencintainya, sementara SZA mengaku sangat gugup sehingga dia tidak tahu bagaimana turun dari panggung.

Penyanyi “Peaches” itu membimbing SZA turun dari panggung, meneriakkan cinta mereka satu sama lain saat berjalan keluar.

Big Sean, Sexyy Red, dan Dijon juga bergabung dengan Bieber di atas panggung untuk penampilan sepanjang pertunjukan. Sang penampil utama memiliki tamu spesial selama akhir pekan pertama festival, tetapi jumlahnya sedikit lebih banyak untuk minggu kedua.

Bieber masih memainkan konsep yang sama pada pekan pertama Coachella, di mana ia sebagai penampil utama memberikan konsep sederhana di atas panggung, memutar video musik lama di YouTube untuk dinyanyikan bersama.

Bagian penampilan tersebut menghasilkan pemandangan langka di mana Bieber masa kini “bernyanyi” bersama dirinya yang masih sangat muda di masa lalu.

Penonton menjadi heboh hampir di semua lagu selama bagian nostalgia tersebut.
Akhir pekan kedua tampaknya menjadi pilihan favorit untuk tamu spesial kejutan. PinkPantheress menghadirkan sejumlah wajah terkenal selama penampilannya di tenda Mojave pada hari Sabtu, termasuk Janelle Monae, Zara Larsson, Tyriq Withers, Chase Infiniti, Manon dari KATSEYE, dan banyak lagi.

Addison Rae ditemani oleh Olivia Rodrigo di panggung utama Coachella pada pagi harinya. Keduanya membawakan lagu Rae berjudul “Headphones On” dan penampilan live perdana dari single baru Rodrigo, “Drop Dead”.

Karol G dijadwalkan untuk menutup festival dengan penampilan utama pada Minggu malam.

 

Redaksi Energi Juang News

Janji Manis Tomi Yang Tak Manis

Janji manis, realita pahit
Janji manis, realita pahit

Energi Juang News,Pekalongan- Kalau ada penghargaan untuk “janji manis paling berbahaya bagi kesehatan”, maka janji manis Tomi kepada Wiwik sudah pasti masuk nominasi. Bahkan, bukan cuma sekadar bikin baper—ini sudah masuk kategori penyakit kronis: diabetes rasa cinta.

Ya, benar. Kisah janji manis sejoli Tomi Wiwik ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah cerita tentang bagaimana gula-gula kata bisa lebih mematikan daripada gula pasir di warung sebelah.

Tomi,17 yang masih duduk di kelas II SMA, pria dengan tampilan sederhana tapi mulut berkelas premium. Bukan karena jujur, tapi karena isi omongannya seperti iklan sirup: manis, kental, dan penuh janji.

Sementara Wiwik,16 adik kelasnya? Perempuan biasa yang, seperti kebanyakan manusia, punya dua kelemahan: hati dan harapan.

Awalnya semua berjalan seperti sinetron sore hari dari tatapan mata, senyum tipis, lalu kalimat sakti:“Tenang aja, Wik… aku serius sama kamu.” Ucapan itu terucap karena Tomi sudah mempraktekkan pelajaran biologi yang baru didapatnya saat di sekolah.

Kalimat itu, saudara-saudara, adalah pintu gerbang menuju bencana.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Janji Tomi makin beragam, seperti menu di warung Padang.

Masalahnya, masa depan yang dimaksud Tomi ternyata cuma sampai jam 10 malam.

Sementara Wiwik, yang sudah terlanjur percaya, mulai mengorbankan banyak hal. perasaan, keperawanan bahkan masa depannya.

Dan seperti hukum alam yang tidak tertulis dalam buku Pelajaran Biologi dipraktekkan, satu hal terjadi aliat uwik..uwik…

Wiwikpun hamil.

Begitu kabar kehamilan muncul, Tomi tiba-tiba berubah. Bukan berubah jadi lebih baik, tapi berubah jadi tidak terlihat.

Nomor tidak aktif. Chat centang satu. Status terakhir: “online 2 minggu lalu”—itu pun mungkin karena salah tekan.

Dan di sinilah kita memahami satu teori baru: Wanita sangat rentan mengidap diabetes, sebab dia sering kali menelan janji manis.

Bukan diabetes medis, tentu saja. Tapi diabetes emosional—kondisi di mana terlalu banyak konsumsi janji palsu menyebabkan kerusakan hati permanen.

Wiwik kini harus menghadapi kenyataan sendirian. Perut yang makin besar bukan lagi simbol cinta, tapi bukti bahwa tidak semua janji Tomi bisa dipercaya.

Lingkungan mulai berisik. Tetangga jadi komentator. Teman jadi analis. Semua punya opini, tapi tidak ada yang punya solusi.

Sementara Tomi? Entah sedang di mana. Mungkin sedang meracik janji manis baru untuk korban berikutnya.

Kisah ini sebenarnya bukan tentang Tomi saja. Karena di luar sana, “Tomi-Tomi” lain masih berkeliaran bebas, dengan senjata utama: Janji manis tanpa tanggung jawab.

Sementara “Wiwik-Wiwik” lain? Masih ada,masih percaya, dan masih berharap.

Dari kisah janji manis Tomi Wiwik, ada beberapa hal yang bisa dipetik, walaupun biasanya cuma dipetik lalu dilupakan.

Bagaimana mungkin manusia bisa begitu cerdas dalam banyak hal, tapi begitu bodoh dalam urusan cinta?

Redaksi Energi Juang News