Senin, April 20, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisPertamina Naikkan Harga LPG 12 Kg Jadi Rp 228 Ribu, Kenaikan Pertama...

Pertamina Naikkan Harga LPG 12 Kg Jadi Rp 228 Ribu, Kenaikan Pertama Sejak 2023

Energi Juang News, Jakarta- PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga untuk liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg. Harga LPG yang sebelumnya sebesar Rp 192 ribu per tabung, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 228 ribu per tabung atau sekitar 18,75 persen. Ini merupakan penyesuaian harga pertama kalinya sejak tahun 2023.

Kenaikan harga LPG 12 kg ini berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Penyesuaian harga juga berlaku di provinsi lainnya dengan mempertimbangkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing.

Penyesuaian Harga LPG 5,5 Kg Juga Terjadi

Tidak hanya LPG 12 kg, harga LPG jenis 5,5 kg juga mengalami kenaikan yang signifikan. Harga tabung LPG 5,5 kg di wilayah yang sama naik sebesar 18,89 persen, dari Rp 90 ribu menjadi Rp 107 ribu per tabung. Seperti halnya LPG 12 kg, harga LPG 5,5 kg akan disesuaikan di provinsi lainnya berdasarkan biaya distribusi.

Kenaikan harga ini mulai berlaku pada 18 April 2026. Terakhir kali harga LPG 5,5 kg disesuaikan adalah pada November 2023, ketika harganya diturunkan menjadi Rp 90 ribu per tabung.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga LPG

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga LPG adalah lonjakan harga minyak global. Menurut Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, harga minyak yang semakin tinggi berkontribusi besar terhadap kenaikan harga LPG. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2026 tercatat sebesar US$ 102,26 per barel, naik tajam dari bulan sebelumnya, yakni US$ 33,47 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa lonjakan harga ICP dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, terutama eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik ini turut mengganggu jalur distribusi energi dunia, termasuk Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan minyak dunia. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah juga memperburuk kondisi pasokan energi global.

Baca juga :  Stok BBM 21 Hari, Pertamina Minta Publik Tak Panik

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments