Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 76

Joget dikala Operasi, Perawat RSUD Datu Beru Dinonaktifkan

Energi Juang News, Medan- Perawat di RSUD Datu Beru Aceh Tengah bernama Riga Septian Bahri berjoget di ruang operasi. Aksi itu dilakukan dikala proses bedah berlangsung, dan langsung viral di media sosial.

Riga pun kini dinonaktifkan oleh rumah sakit.

Dalam video terlihat sejumlah tenaga medis sedang melakukan operasi terhadap seorang pasien. Riga juga terlihat di sana dengan memakai pakaian lengkap di ruang operasi kemudian berjoget-joget di depan kamera.

Video Joget di Ruang Operasi Viral, RSUD Datu Beru dan Riga Sampaikan Klarifikasi

Direktur RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, dr. Gusnarwin, membenarkan video itu direkam di ruang operasi. Pihaknya telah memanggil Riga dan menyerahkan proses pembinaannya ke BKPSDM Aceh Tengah.

“Benar itu dilakukan di kamar operasi namun dalam hal ini operasi berlangsung sesuai prosedur dan tidak mengganggu operasi,” kata Gusnarwin dalam video klarifikasinya.

Pihak rumah sakit meminta maaf atas aksi Riga. Sementara, Riga juga membuat video permintaan maaf usai kontennya viral, dia mengaku aksinya terjadi secara spontan dan tidak ada maksud politik maupun menyindir siapapun.

“Saya minta maat sebesar-besarnya pihak rumah sakit, masyarakat yang tidak senang melihat video saya dari hati kecil saya paling dalam saya minta maaf dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi,” ucap Riga.

Baca juga : Solo Perketat Aturan Sampah, Tipiring Mengintai

Kepala Humas RSUD Datu Beru Himawan mengatakan Riga adalah perawat di bagian bedah. Saat ini Riga sudah dinonaktifkan karena konten jogetnya itu.

“Perawat tersebut merupakan staf di bagian bedah. Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah. Kami menyayangkan terjadinya aksi perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien,” kata Himawan dilansir Antara.

Selain dinonaktifkan, perawat itu juga sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah. Perawat yang bersangkutan merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Yang bersangkutan tidak lagi aktif di rumah sakit. Rumah sakit juga sudah mengembalikan yang bersangkutan kepada BKPSDM untuk pengawasan dan pembinaan,” katanya.

Sanksi untuk Perawat PPPK: Dinonaktifkan dari Layanan Bedah dan Dibina BKPSDM Aceh Tengah

Hasil investigasi internal, menurut dia, perawat tersebut sudah berulang kali diingatkan tidak merekam dan menyebarkan video di ruang bedah. Apalagi aturan rumah sakit tidak memperbolehkan membawa telepon ke ruang bedah.

Akan tetapi, kata Himawan, Riga tidak menggubris dan video perawat berjoget saat dokter sedang menangani operasi menjadi viral di media sosial.

“Aksi perawat berjoget tersebut tidak mengganggu dokter yang sedang menangani pasien. Akan tetapi, aksi perawat tersebut tidak beretika dan tidak profesional, sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat,” ungkapnya.

Redaksi Energi Juang News

Total Hibur Penonton di TikTok, Pinkan ‘Melawan’ Panas Matahari

Energi Juang News, Jakarta- Penyanyi Pinkan Mambo sangat menampakkan totalitas ketika menghibur penonton dan menuai saweran di platform TikTok miliknya saat live.

Berlokasi di pinggir jalan raya kawasan Sepatan, Tangerang, mantan rekan duet Maia Estianty ini harus berhadapan dengan panas matahari dan tempat yang tak elok.

Live di Pinggir Jalan Sepatan: Totalitas Pinkan Menghibur Penonton demi Saweran

Paparan sinar matahari yang menyengat setiap hari berdampak untuk kesehatan kulit Pinkan Mambo. Ia mengaku sempat mengalami iritasi parah hingga luka-luka pada bagian wajah dan tubuhnya akibat live di bawah terik matahari selama berjam-jam saat melakukan siaran langsung.

“Kebetulan khawatir pertamanya sampai ini bisa dilihat aku budukan. Terus aku tuh semuanya kayak budukan mukanya, sempat kena sakit kayak gitu sampai sekarang juga masih pengobatan,” kata Pinkan Mambo di kawasan Sepatan, Tangerang, beberapa hari lalu.

Baca juga : Hobi Baru Aldi Taher: Kirim DM ke Figur Publik

Untuk mengurangi kerusakan kulit yang lebih parah, Pinkan Mambo kini membekali diri dengan berbagai jenis perlindung matahari. Ia menyiapkan sunscreen khusus badan dan wajah dengan tingkat SPF tinggi demi menjaga penampilannya tetap maksimal di depan kamera meski berada di luar ruangan.

“(Pakai) sunscream muka gitu, jadi sebelum dan sesudah makeup. Dan ya efek ini memberikan efek dingin,” ujar Pinkan Mambo.

Sunscreen, P3K, dan Risiko Kesehatan di Balik Aksi Ekstrem Pinkan Mambo

Pinkan Mambo sering kali melakukan gerakan yang ekstrem hingga menyentuh aspal jalanan. Hal ini membuatnya harus selalu sedia kotak P3K.

Aku kan mau ngikutin Blackpink gitu. Jadi aku terinspirasi gitu, itu sampai kadang-kadang berdarah atau apa, jadi aku butuh plester gitu. Jadi P3K (harus ada),” terangnya.

Kondisi cuaca di lokasi yang tidak menentu juga sempat membuatnya jatuh sakit. Ia bercerita pernah terkena tipes karena memaksakan diri bekerja di bawah terik matahari yang sangat menyengat selama berjam-jam.

Menurutnya, panas yang dirasakan di kepala saat tidak ada angin diakui Pinkan Mambo sangat menyiksa secara fisik.

“Soalnya panas kalau lagi gak ada angin, panasnya pol-polan itu kayak ada api di kepala aku. Sampai aku pernah kayak tipes gitu,” aku Pinkan Mambo.

Redaksi Energi Juang News

BYD Alami Penyusutan Keuntungan

Energi Juang News, Beijing—Penyusutan keuntungan dialami oleh raksasa otomotif listrik asal China, BYD.

BYD dikabarkan juga melakukan pemangkasan jumlah karyawan.

Dikutip dari Reuters, berdasarkan laporan keuangan BYD, laba bersih BYD merosot 19% menjadi 32,6 miliar yuan atau setara Rp 74,6 triliun (kurs Rp 2.290). Ini merupakan penurunan laba tahunan pertama BYD dalam empat tahun terakhir.

Masa kejayaan seri Dynasty dan Ocean milik BYD yang dulu laku keras mulai goyah. Penjualan BYD di China melempem karena digempur habis-habisan oleh kompetitor seperti Geely dan Leapmotor. Rival-rival ini makin canggih dan berhasil mengejar ketertinggalan teknologi dari BYD.

BYD sebagai penguasa pasar otomotif China di 2025 harus melorot ke peringkat empat pada periode Januari-Februari 2026. Penjualan mereka terjun bebas ke level terendah sejak zaman pandemi COVID-19.

Masih dalam sumber yang sama, BYD dilaporkan memangkas karyawan sebanyak 10 persen. Kini, jumlah karyawan yang tersisa berada di angka 869.622 orang.

Chairman BYD, Wang Chuanfu, mengakui kalau industri kendaraan energi baru (NEV) saat ini sudah masuk ke tahap eleminasi.

“Kami menyadari persaingan di industri ini sudah mencapai titik didih dan sedang menjalani ‘eliminasi’ yang brutal,” kata Wang dikutip dari Reuters.

Selama ini, BYD mengandalkan mobil murah di bawah 150.000 yuan (sekitar Rp 340 jutaan) untuk mendominasi pasar. Faktanya, 61% penjualan mereka berasal dari segmen ini. Namun, kebijakan pemerintah China yang menghapus insentif pajak untuk mobil listrik murah bikin margin keuntungan BYD makin tipis.

Untuk merespons pasar yang makin ketat. BYD sudah merilis 11 model baru dengan teknologi pengisian daya kilat (flash charging).

“Fokus pada peningkatan teknologi akan membantu mendorong daya saing dibandingkan harga, sementara penjualan di luar negeri dan lokalisasi tetap menjadi fokus utama pertumbuhan tahun ini,” ujar Eugene Hsiao, Analis dari Macquarie.

Redaksi Energi Juang News

Harga Minyak Meninggi, Upaya Tahan Harga BBM Tak Bisa Lama

Energi Juang News, Jakarta—Tingginya harga minyak imbas perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang tak kunjung mereda, membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpotensi naik.

Namun, langkah pemerintah menahan kenaikan BBM pada April hingga saat ini diapresiasi.  Demikian menurut Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah.

Dia pun mengatakan, langkah menahan harga tidak naik tersebut tidak akan berlangsung terlalu lama.

Pasalnya jika harga minyak terus meningkat hingga akhir tahun, pemerintah maupun badan usaha penyalur BBM tak bakal kuat menanggungnya.

“Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM tidak naik. Oleh karena itu masyarakat dan pelaku bisnis perlu memahami bahwa penyesuaian harga energi dalam kondisi tertentu merupakan bagian dari respons kebijakan yang wajar, selama diikuti dengan kompensasi yang tepat sasaran,” jelas Piter dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (3/4/2026).

Harga Minyak Tembus di Atas Asumsi APBN, Menahan BBM Murah Tak Bisa Terus-menerus

Piter juga mengingatkan kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, serta tekanan fiskal perlu diantisipasi dari sisi stabilitas sistem keuangan. Menurutnya, dalam situasi ketidakpastian global yang meningkat, koordinasi kebijakan antarotoritas ekonomi menjadi semakin penting.

Baca juga : WFH Kamboja Hemat Ratusan Ribu Liter BBM

“Dalam kondisi seperti ini, koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi krusial. Dunia usaha dan pelaku pasar tentu menunggu sinyal kebijakan dari otoritas seperti Bank Indonesia, OJK, serta Kementerian Keuangan mengenai arah stabilitas sistem keuangan ke depan,” terangnya.

Tekanan Harga Energi, Rupiah Melemah, dan Pentingnya Koordinasi Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Saat ini harga minyak telah melebihi asumsi dalam APBN 2026 yang berada di kisaran US$ 70 per barel. Sementara harga pasar saat ini di atas US$ 100 per barel.

Board of Experts Prasasti yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menambahkan dengan harga yang tinggi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berada di level 4,7% hingga 4,9%.

“Dalam skenario harga minyak tinggi yang berkepanjangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berpotensi melambat. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat turun ke kisaran 4,7-4,9 persen, di bawah rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Halim.

Halim juga menyampaikan dalam skenario harga minyak sekitar US$ 100 per barel dan Rupiah di kisaran Rp 17.000 per dolar, defisit fiskal Indonesia akan melampaui batas defisit sebesar 3%.

“Kami memperkirakan defisit fiskal berpotensi melebar ke kisaran 3,3-3,5% dari PDB, melampaui batas defisit 3% yang selama ini dijaga pemerintah,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

Bulan di Tengah Bayang-Bayang Perang: Artemis II dan Ambisi Baru Kekuatan Dunia

Dunia akhirnya menyaksikan momen yang telah dinanti selama lebih dari setengah abad. Pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu AS, roket Space Launch System (SLS) paling perkasa milik NASA membelah langit Florida dari Kennedy Space Center. Di puncaknya, wahana antariksa Orion membawa misi Artemis II, menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan sejak berakhirnya era Apollo pada 1972.

Namun, peluncuran ini bukan sekadar reuni nostalgia dengan satelit alami bumi. Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang menyerupai ambang Perang Dunia III (WW3), orbit Bulan kini menjadi “benteng tinggi” baru yang diperebutkan oleh negara-negara adidaya.

Empat Penunggang Orion: Menguji Batas Kemampuan

Misi berdurasi 10 hari ini membawa empat astronaut terpilih: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Berbeda dengan misi pendaratan, tugas mereka adalah melakukan manuver flyby mengelilingi sisi jauh Bulan untuk menguji sistem navigasi, pendukung kehidupan, dan ketahanan Orion di lingkungan luar angkasa yang keras.

“Selama 10 hari ke depan, mereka akan menguji Orion hingga batas maksimalnya,” ujar Wakil Administrator NASA, Amit Kshatriya. Keberhasilan misi ini adalah prasyarat mutlak sebelum manusia benar-benar menginjakkan kaki kembali di permukaan Bulan pada misi Artemis III mendatang.

Bulan: Medan Tempur Baru di Tengah Isu Perang Global?

Mengapa sekarang? Pertanyaan ini muncul di tengah panasnya hubungan antar blok kekuatan dunia. Jika era Apollo didorong oleh rivalitas Perang Dingin, Artemis II diluncurkan saat dunia berada di titik didih yang jauh lebih berbahaya.

Ada kecenderungan bahwa penguasaan Bulan bukan lagi soal ilmu pengetahuan semata, melainkan supremasi strategis. Dengan retorika Perang Dunia III yang kerap mencuat di panggung politik internasional, Bulan dipandang sebagai:

  • Sumber Daya Energi: Kandungan Helium-3 untuk fusi nuklir masa depan.
  • Pos Pantau Militer: Siapa pun yang menguasai orbit Bulan memiliki keunggulan dalam pengawasan dan komunikasi berbasis ruang angkasa.
  • Batu Loncatan ke Mars: Menjadikan Bulan sebagai pangkalan logistik sebelum ekspansi lebih jauh ke sistem tata surya.

Apa yang Direncanakan Dunia Selanjutnya?

Keberhasilan Artemis II hanyalah pembuka dari papan catur raksasa di angkasa. Berikut adalah agenda besar yang tengah dipersiapkan:

  1. Pembangunan Gateway: NASA dan mitranya berencana membangun stasiun luar angkasa di orbit Bulan sebagai “pintu gerbang” permanen bagi astronaut.
  2. Basecamp Bulan: Rencana mendirikan posko di kutub selatan Bulan untuk eksplorasi jangka panjang.
  3. Rivalitas Timur: Tiongkok dan Rusia tidak tinggal diam dengan rencana International Lunar Research Station (ILRS) mereka sendiri, yang diprediksi akan menciptakan kompetisi langsung dengan blok Barat di tanah Bulan.

Peluncuran Artemis II adalah bukti bahwa manusia masih memiliki keberanian untuk bermimpi besar. Namun, di balik keindahan roket yang meluncur ke angkasa, dunia kini dihadapkan pada pilihan sulit: apakah Bulan akan menjadi tempat kolaborasi damai umat manusia, atau justru menjadi pemicu bagi konflik yang lebih besar di Bumi?

Satu yang pasti, perjalanan 10 hari Wiseman dan kawan-kawan telah membuka tirai menuju babak baru sejarah peradaban kita sebuah era di mana batas antara eksplorasi dan dominasi menjadi semakin tipis.

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Outlook Error di Artemis II, Astronot Sempat Terganggu

Outlook Error di Artemis II, Astronot Sempat Terganggu

Energi Juang News, Washington D.C- Misi Artemis II yang membawa manusia kembali mendekati Bulan mencatat kejadian tak biasa. Kru sempat menghadapi gangguan teknis pada aplikasi email Microsoft Outlook saat kapsul Orion menjalankan operasinya di luar angkasa. Insiden ini muncul dalam siaran langsung resmi NASA dan langsung memicu perhatian publik.

Gangguan Outlook Terjadi di Tengah Misi

Gangguan tersebut terjadi beberapa jam setelah peluncuran. Komandan misi, Reid Wiseman, segera melapor ke pusat kendali di Houston ketika menemukan masalah pada sistem email yang digunakan kru.

“Saya melihat ada dua Microsoft Outlook, dan keduanya tidak berfungsi jika Anda ingin melakukan remote,” ujar Wiseman sekitar 13 jam setelah peluncuran.

Tim Mission Control langsung merespons dengan melakukan pengecekan jarak jauh. Dalam waktu sekitar satu jam, akses ke aplikasi berhasil dipulihkan. Meski begitu, status Outlook tetap menunjukkan kondisi offline, yang memang sudah diperkirakan sebelumnya oleh tim di Bumi.

NASA Pastikan Sistem Utama Tetap Aman

Petugas komunikasi kapsul dari Mission Control menegaskan kondisi tersebut bukan masalah besar. “Untuk Outlook, kami berhasil membukanya. Akan terlihat ‘offline’, dan itu memang sesuai ekspektasi.”

Baca juga : Para Astronom Saksikan Dua Planet Bertabrakan

Pihak NASA juga memastikan gangguan ini tidak menyentuh sistem penting misi. Sistem navigasi, kendali penerbangan, dan komunikasi utama berjalan pada jaringan terpisah yang dirancang jauh lebih aman.

Mengapa Outlook Digunakan di Luar Angkasa?

Penggunaan aplikasi seperti Microsoft Outlook di misi luar angkasa mungkin terdengar tidak lazim. Namun, NASA memang memanfaatkan perangkat lunak komersial untuk kebutuhan non-kritis melalui sistem Commercial Off-The-Shelf (COTS).

Pendekatan ini memudahkan kru dalam menjalankan aktivitas administratif. Mereka dapat mengakses jadwal, mencatat informasi, hingga berkomunikasi untuk keperluan non-teknis dengan antarmuka yang sudah familiar.

Sistem Kritis Tetap Gunakan Teknologi Khusus

Untuk fungsi vital, NASA tidak mengambil risiko. Sistem navigasi dan kendali misi menggunakan perangkat keras tahan radiasi serta perangkat lunak khusus yang telah melewati berbagai pengujian ketat.

Strategi ini memastikan misi tetap aman meski terjadi gangguan pada sistem pendukung seperti email.

Respons Publik: Antara Serius dan Candaan

Insiden ini tidak hanya menjadi perhatian teknis, tetapi juga memicu reaksi warganet. Beberapa komentar bernada santai muncul di media sosial, mempertanyakan alasan astronot masih menggunakan aplikasi email dalam misi ke Bulan.

Meski terdengar sepele, kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan teknologi sehari-hari tetap memiliki peran dan potensi kendala di lingkungan paling ekstrem sekalipun.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Hantu Kopek di Balik Hutan Senyap

Hantu Kopek_Ilustrasi
Hantu Kopek_Ilustrasi

Energi Juang News,Padang- Misteri hantu kopek sudah lama menjadi bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat Melayu, terutama di wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaya. Kisah ini bukan sekadar cerita menakutkan, tetapi juga menjadi warisan budaya lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di sebuah desa kecil yang terletak di pinggir hutan lebat, cerita ini masih dipercaya, bahkan oleh mereka yang mengaku pernah mengalaminya secara langsung.

Desa itu bernama Kampung Sungai Lamat. Letaknya terpencil, dikelilingi kebun karet dan hutan tua yang jarang dijamah. Saat matahari mulai tenggelam, suasana desa berubah drastis. Angin membawa bau tanah basah, dan suara jangkrik bercampur dengan desir daun yang seolah berbisik.

Suatu malam, seorang pemuda bernama Ardi pulang terlambat dari kebun. Langit sudah gelap, dan hanya cahaya bulan yang menerangi jalan setapak.

“Ardi, jangan pulang malam-malam terus,” kata Pak Rahman, tetangga yang kebetulan sedang duduk di teras.

Ardi tersenyum santai. “Ah, Pak. Saya sudah biasa. Lagi pula ini jalan tiap hari saya lewati.”

Pak Rahman menggeleng pelan. “Biasa itu sebelum kau diganggu. Hutan itu bukan cuma tempat pohon tumbuh.”

Ardi hanya tertawa kecil, menganggap itu sekadar cerita orang tua.

Namun malam itu berbeda.

Saat melewati tikungan dekat pohon besar yang dikenal warga sebagai “pohon tua”, Ardi merasa langkahnya semakin berat. Udara mendadak dingin, dan suara jangkrik tiba-tiba hilang.

“Kenapa sepi begini…” gumamnya.

Tiba-tiba, ia mendengar suara perempuan tua tertawa lirih.

“Hehehe… lama tak jumpa manusia…”

Ardi berhenti. Jantungnya berdegup kencang. Ia menoleh ke kanan, ke arah semak-semak yang bergerak perlahan.

Dari balik bayangan, muncul sosok perempuan tua bertubuh besar. Rambutnya panjang kusut, wajahnya keriput, dan yang paling mencolok—payudaranya menjuntai panjang hingga hampir menyentuh tanah.

Ardi membeku.

“Mak… siapa kau?” suaranya bergetar.

Perempuan itu tersenyum lebar, memperlihatkan gigi hitam yang tidak beraturan.

“Anak… ikut mak… jangan pulang dulu…”

Ardi mencoba mundur, tapi kakinya terasa seperti tertancap. Pandangannya mulai kabur, dan arah jalan yang biasa ia hafal tiba-tiba terasa asing.

“Tidak… saya mau pulang…” bisiknya.

Namun suara itu terus memanggil, semakin dekat, semakin dalam, seolah menarik kesadarannya.


Keesokan paginya, warga desa digemparkan oleh kabar hilangnya Ardi.

“Ia tak pulang semalam,” kata ibu Ardi dengan wajah pucat.

Pak Rahman langsung berdiri. “Saya sudah bilang… ini bukan kejadian biasa.”

Beberapa warga berkumpul untuk mencari. Mereka menyusuri jalan setapak hingga masuk ke dalam hutan.

“Ardi! Ardi!” teriak seorang warga.

Namun yang mereka temukan hanya jejak kaki yang berputar-putar di satu tempat, seperti orang yang kebingungan.

“Ini tanda dia disesatkan…” bisik Pak Rahman.

Seorang lelaki tua bernama Datuk Haris, yang dikenal sebagai orang pintar di desa itu, ikut turun tangan.

“Kita harus cepat. Kalau tidak, dia bisa hilang selamanya,” katanya tegas.

Mereka mulai melakukan ritual sederhana. Datuk Haris menaburkan garam dan membaca doa di sekitar lokasi.

“Makhluk ini bukan sekadar hantu biasa. Ini penunggu lama,” ucapnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara lemah dari arah dalam hutan.

“Tolong… saya di sini…”

Semua orang bergegas menuju suara itu. Mereka menemukan Ardi tergeletak di bawah pohon besar, wajahnya pucat dan tubuhnya dingin.

“Ardi!” teriak ibunya sambil menangis.

Ardi membuka mata perlahan. “Saya… saya tadi diajak seorang nenek…”

Datuk Haris mengangguk pelan. “Hantu Kopek.”

Warga terdiam.


Setelah kejadian itu, Ardi menceritakan apa yang dialaminya.

“Saya merasa seperti berjalan jauh sekali, tapi ternyata cuma di sekitar situ saja. Dia terus memanggil saya… katanya saya harus tinggal dengannya,” ujar Ardi dengan suara lemah.

“Kenapa kau ikut?” tanya Pak Rahman.

“Saya… tidak bisa menolak. Rasanya seperti dipaksa dari dalam kepala.”

Datuk Haris menjelaskan, “Hantu Kopek memang begitu. Ia menyesatkan manusia, terutama yang sendirian. Ia membuat korban kehilangan arah dan kesadaran.”

“Kenapa dia lakukan itu, Datuk?” tanya seorang warga.

Datuk Haris menarik napas panjang. “Konon, ia dulunya perempuan yang hidupnya tragis. Meninggal saat mengandung atau kehilangan anak. Rasa keibuannya tak tersalurkan… lalu berubah jadi makhluk yang mencari ‘anak’ di dunia manusia.”

Suasana menjadi hening.


Sejak kejadian itu, warga Kampung Sungai Lamat semakin berhati-hati. Anak-anak dilarang keluar rumah saat maghrib, dan orang dewasa tidak lagi berani berjalan sendirian di malam hari.

“Ini bukan sekadar cerita,” kata Pak Rahman suatu malam di pos ronda. “Ini peringatan.”

Seorang pemuda lain menimpali, “Dulu saya pikir cuma mitos. Tapi sekarang… saya percaya.”

Datuk Haris menambahkan, “Percaya atau tidak, yang penting kita tetap waspada. Dunia ini bukan hanya milik kita.”


Cerita tentang misteri hantu kopek memang terus hidup di tengah masyarakat. Bagi sebagian orang, kisah ini hanyalah legenda. Namun bagi mereka yang pernah mengalami langsung, ini adalah kenyataan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

Di balik rasa takut yang ditimbulkan, cerita ini juga menyimpan pesan moral yang kuat. Ia mengajarkan untuk tidak sembarangan keluar malam, menjaga diri, dan menghormati tempat-tempat yang dianggap sakral.

Seperti yang dikatakan Datuk Haris sebelum menutup pembicaraan malam itu:

“Tak semua yang tak terlihat itu tidak ada. Kadang, yang tak terlihat justru lebih dekat dari yang kita kira.”

Dan sejak malam itu, setiap kali angin berhembus dari arah hutan, warga Kampung Sungai Lamat selalu teringat—bahwa di balik gelapnya pepohonan, mungkin ada sesuatu yang sedang mengamati… menunggu… dan memanggil.

Redaksi Energi Juang News

BEI Perketat Free Float 15 Persen untuk Emiten

BEI Perketat Free Float 15 Persen untuk Emiten

Energi Juang News, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2025. Pergerakan pasar mencerminkan dinamika baru setelah regulator memperbarui aturan pencatatan saham.

BURSA Efek Indonesia (BEI) resmi memperbarui ketentuan pencatatan saham melalui perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A serta Surat Edaran (SE) BEI nomor SE-00004/BEI/03-2026. Kebijakan ini mulai berlaku pada Selasa, 31 Maret 2026.

Aturan Baru Free Float Resmi Berlaku

BEI menegaskan bahwa pembaruan aturan ini bertujuan memperkuat struktur pasar modal. Dalam ketentuan terbaru, definisi saham free float disesuaikan dan batas minimalnya dinaikkan menjadi 15 persen dari total saham tercatat.

“Perubahan ini telah dilakukan melalui proses Rule Making Rule (RMR) dan telah memperoleh persetujuan dari OJK,” kata pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di kantornya, Jakarta Selatan pada Kamis, 2 April 2026.

Selain itu, untuk pencatatan awal saham, BEI kini menerapkan tiga lapisan persyaratan free float. Ketentuannya bergantung pada kapitalisasi pasar, yaitu 15 persen, 20 persen, dan 25 persen dari total saham yang akan dicatatkan.

Mekanisme Baru untuk Pemegang Saham

BEI juga membuka ruang bagi perusahaan untuk mengajukan pemegang saham tertentu agar dapat dihitung sebagai bagian dari free float. Mekanisme ini memberi fleksibilitas bagi emiten dalam memenuhi aturan baru.

Penjelasan rinci mengenai kriteria pemegang saham yang dapat masuk kategori tersebut tercantum dalam surat edaran yang telah diterbitkan.

Masa Transisi untuk Emiten

Untuk memastikan implementasi berjalan realistis, BEI menetapkan masa transisi berdasarkan kapitalisasi saham per 31 Maret 2026.

Perusahaan dengan kapitalisasi minimal Rp 5 triliun dan free float di bawah 12,5 persen wajib memenuhi batas 12,5 persen paling lambat 31 Maret 2027. Selanjutnya, angka tersebut harus meningkat menjadi 15 persen paling lambat 31 Maret 2028.

Sementara itu, emiten yang sudah memiliki free float antara 12,5 persen hingga 15 persen harus mencapai batas 15 persen paling lambat 31 Maret 2027.

Emiten Kecil Diberi Waktu Lebih Panjang

BEI memberi kelonggaran lebih bagi perusahaan dengan kapitalisasi di bawah Rp 5 triliun. Kelompok ini memiliki waktu hingga 31 Maret 2029 untuk memenuhi ketentuan free float 15 persen.

Setiap perusahaan akan menerima surat resmi dari BEI yang menjelaskan kategori masa transisi masing-masing. Penentuan ini didasarkan pada nilai kapitalisasi saham.

BEI Siapkan Pendampingan

BEI tidak hanya menetapkan aturan, tetapi juga menyiapkan langkah pendukung. Bursa akan melakukan sosialisasi intensif dan menyediakan layanan bantuan bagi perusahaan tercatat.

Langkah ini diharapkan membantu emiten menyesuaikan diri tanpa mengganggu stabilitas pasar.

Redaksi Energi Juang News

Sejarah Gibson: Dari Mandolin ke Gitar Ikonik Dunia

Musisi Gibson
Musisi Gibson

Energi Juang News,Jakarta- Musisi dunia seakan tak bisa dipisahkan dari gitar Gibson, sebut saja dewa gitar Jimi Hendrix hingga Jimmy Page gitaris Led Zeppelin.

Dalam perjalanan panjang musik modern, ada momen ketika sebuah instrumen tidak hanya menjadi alat, tetapi juga simbol perubahan zaman. Musik berkembang seiring teknologi, selera, dan keberanian para inovator dalam menciptakan sesuatu yang berbeda. Dari ruang-ruang kecil hingga panggung global, evolusi instrumen musik telah membentuk cara manusia mengekspresikan diri.

Di balik perubahan besar tersebut, terdapat kisah tentang dedikasi, eksperimen, dan keberanian untuk melawan arus. Salah satu cerita paling menarik datang dari sebuah perusahaan yang memulai segalanya dari kesederhanaan, lalu tumbuh menjadi ikon global dalam industri musik.

Perjalanan Gibson dimulai dari tangan seorang pria bernama Orville Gibson. Ia bukan musisi terkenal, melainkan seorang pekerja restoran asal Michigan yang memiliki ketertarikan besar pada pembuatan alat musik.

Orville memulai dengan membuat mandolin yang terinspirasi dari bentuk biola, sebuah pendekatan yang tidak biasa pada masanya. Demi memberikan legalitas pada usahanya, ia mendirikan perusahaan bernama Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co., Ltd pada tahun 1902.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Konflik internal membuat Orville keluar dari perusahaan yang ia dirikan sendiri. Meski begitu, fondasi yang ia bangun menjadi dasar kuat bagi perkembangan Gibson di masa depan.

Kebangkitan Gibson terjadi saat kepemimpinan Ted McCarty, seorang lulusan teknik dari Universitas Cincinnati yang bergabung pada 1944 dan kemudian menjadi presiden perusahaan.

McCarty membawa pendekatan inovatif yang mengubah arah Gibson secara drastis. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah kolaborasi dengan Les Paul, yang melahirkan gitar solid-body legendaris: Gibson Les Paul.

Tak hanya itu, McCarty juga merancang berbagai model yang kini menjadi ikon:

  • Gibson SG (Solid Guitar)
  • Gibson Flying V
  • Gibson Explorer

Desain-desain ini bukan hanya inovatif secara teknis, tetapi juga berani secara visual—mencerminkan semangat eksperimen era tersebut.

Memasuki era 1980-an, dunia musik didominasi oleh genre rock dan metal. Dalam periode ini, Gibson bersaing ketat dengan Fender dalam menciptakan gitar berkualitas tinggi.

Gibson berhasil mempertahankan posisinya berkat dukungan dari musisi besar seperti:

  • Slash
  • James Hetfield
  • Jimi Hendrix

Menariknya, meskipun identik dengan Fender Stratocaster, Jimi Hendrix juga pernah menggunakan Gibson Flying V dalam penampilan legendarisnya, menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik lintas genre dari gitar ini.

Sejak 1960-an, Gibson telah menjadi primadona di kalangan musisi dunia. Salah satu tokoh penting yang memperkuat reputasi ini adalah Jimmy Page dari Led Zeppelin.

Dengan gitar Gibson Double Neck, Jimmy Page menciptakan karya monumental seperti Stairway to Heaven. Permainan gitarnya yang emosional dan kompleks menjadikan Gibson sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah rock klasik.

Tidak hanya itu, lagu-lagu seperti Black Dog dan Kashmir juga memperlihatkan bagaimana karakter suara Gibson mampu menghadirkan nuansa yang dalam dan dramatis.

Keberhasilan Gibson tidak hanya diukur dari penjualan, tetapi dari pengaruhnya terhadap budaya musik global. Gitar Gibson telah menjadi simbol:

  • Ekspresi artistik
  • Kebebasan musikal
  • Identitas genre

Dari blues hingga metal, dari jazz hingga rock progresif, Gibson selalu hadir sebagai bagian dari perjalanan kreatif para musisi.

Sejarah Gibson adalah kisah tentang inovasi, konflik, dan kejayaan. Dari mandolin sederhana buatan Orville Gibson hingga gitar listrik yang mendunia, perjalanan ini mencerminkan evolusi musik itu sendiri.

Bagi generasi muda yang sadar budaya, memahami sejarah Gibson bukan hanya soal mengenal merek, tetapi juga memahami bagaimana musik berkembang melalui teknologi dan kreativitas manusia.

Gibson bukan sekadar produsen gitar—ia adalah bagian dari sejarah, budaya, dan identitas musik dunia yang akan terus hidup di setiap nada yang dimainkan.

Redaksi Energi Juang News

WFH Kamboja Hemat Ratusan Ribu Liter BBM

WFH Kamboja Hemat Ratusan Ribu Liter BBM

Energi Juang News, Kamboja- Pemerintah Kamboja mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara sebagai respons atas lonjakan harga energi dunia. Langkah ini diambil di tengah tekanan krisis minyak global yang terus mendorong biaya bahan bakar naik tajam.

Kebijakan WFH Jadi Strategi Hemat Energi

Dilansir Khmer Times, Senin (2/4/2026), pemerintah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor. Instruksi ini muncul setelah dampak perang di Timur Tengah memicu ketidakstabilan pasokan minyak global.

Pemerintah tidak hanya menekan konsumsi listrik. Mereka juga meminta penghematan bahan bakar dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum langsung menyesuaikan kebijakan operasional. Mereka mengurangi perjalanan dinas dan kunjungan lapangan.

“Untuk pertemuan di provinsi terpencil, partisipasi melalui konferensi video dianjurkan sebagai pengganti perjalanan fisik,” kata kementerian.

Harga BBM Melonjak, Subsidi Dikeluarkan

Kamboja kini menghadapi salah satu lonjakan harga bahan bakar paling tinggi secara global. Harga bensin tercatat naik hampir 68 persen.

Bensin reguler bahkan meningkat lebih dari 5.000 riel per liter. Pemerintah merespons dengan memberikan subsidi sebesar 6,5 sen per liter untuk menekan dampak ekonomi, terutama bagi industri dan masyarakat.

Kondisi ini membuat efisiensi energi menjadi prioritas mendesak.

WFH Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

Pakar dari Institute for International Studies and Public Policy Kamboja, You Sovanriya, menilai kebijakan kerja jarak jauh bisa memberi dampak nyata terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar.

Baca juga : Harga Minyak Meninggi, Upaya Tahan Harga BBM Tak Bisa Lama

“Mempromosikan kerja jarak jauh adalah kebijakan efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di Kamboja, khususnya di daerah perkotaan seperti Phnom Penh, di mana perjalanan harian berkontribusi signifikan terhadap permintaan bensin,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pekerja di kota besar masih bergantung pada kendaraan bermotor untuk mobilitas harian.

Potensi Penghematan Capai 300 Ribu Liter

Data transportasi di Phnom Penh menunjukkan sekitar 35,2 persen pekerja menggunakan sepeda motor untuk perjalanan pulang-pergi. Sisanya memakai mobil, remork, atau minibus.

Dalam satu bulan kerja dengan 22 hari aktif, rata-rata pekerja menghabiskan sekitar 11 liter bahan bakar hanya untuk perjalanan ke kantor.

Jika 100.000 pekerja menerapkan WFH dua hari per minggu, dampaknya cukup besar.

“Selama 22 hari kerja per bulan, ini setara dengan sekitar 11 liter bahan bakar yang digunakan hanya untuk perjalanan ke tempat kerja. Jika 100.000 pekerja kantoran di Phnom Penh bekerja jarak jauh hanya dua hari per minggu, kota tersebut dapat menghemat sekitar 200 ribu hingga 300 ribu liter bensin setiap bulan. Ini menunjukkan bahwa kerja jarak jauh dapat secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar,” lanjutnya.

WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Krisis Energi

Kebijakan ini menunjukkan bahwa perubahan pola kerja dapat langsung berdampak pada konsumsi energi. Di tengah ketidakpastian harga minyak global, langkah seperti WFH bisa menjadi solusi cepat yang realistis.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi penerapan dan kesiapan infrastruktur digital.

Redaksi Energi Juang News