Energi Juang News, Jakarta- Pendakwah sekaligus akademisi KH Helmi Hidayat menegaskan, kunci utama dalam menuntut ilmu adalah kesadaran diri bahwa kita sebagai bagian dari bangsa ‘binatang’, berbeda dengan binatang-binatang lainnya.
Mengapa binatang?
Kiai Helmi mengungkapkan, filsuf Yunani kuno Aristoteles menyatakan bahwa manusia adalah ‘hewan’ berlogika.
Hal itu dijelaskan Kiai Helmi dalam program Energi Iman bertajuk ‘Keutamaan Menuntut Ilmu’ di kanal YouTube Energi Juang News, baru-baru ini.
“Persamaan saya dengan simpanse, adalah makan, minum, berhubungan seks dan tidur. Tapi perbedaannya adalah saya menuntut ilmu,” ungkap Helmi.
Dosen UIN Jakarta itu melanjutkan, ilmu ini terbuka di jagat raya. Dan kita, sebagai manusia, harus mencarinya.
Mencari ilmu bisa dilakukan dengan beragam metode. Dulu manusia menuntut ilmu dari guru.
Metode itu lalu berkembang menjadi belajar di kelas, yang kemudian berevolusi menjadi sistem pendidikan berjenjang dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi.
“Sejatinya, kita harus mencari ilmu dari manapun,” ujar Kiai Helmi.
“Jadi intinya, kita harus punya kesadaran diri bahwa kita adalah ‘binatang’ yang berhak menuntut ilmu,” tambahnya.
Redaksi Energi Juang News



