Energi Juang News, Jakarta – KH. Marsudi Syuhud menegaskan bahwa puasa dan makanan bergizi memiliki keterkaitan yang erat. Menurutnya, menjaga kesehatan adalah bagian dari ajaran agama.
“Puasa yang terlihat secara lahiriah adalah tidak makan, tidak minum, dan menahan hal-hal yang membatalkan. Namun, lebih dari itu, puasa juga mengajarkan keseimbangan dalam pola makan,” ujar KH. Marsudi Syuhud.
Ia menekankan pentingnya konsep halalan thayyiban, yaitu makanan yang halal dan baik. “Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus diperoleh dengan cara yang halal dan memiliki kandungan gizi yang baik,” tegasnya.
KH. Marsudi juga mengingatkan keberkahan dalam sahur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bersahurlah, karena dalam sahur ada keberkahan.” Sahur yang bergizi akan membantu tubuh tetap kuat selama berpuasa.
Ia mengapresiasi program pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi dan mengajak berbagai pihak untuk ikut serta. “Mari kita bersama-sama menyediakan makanan yang bergizi untuk berbuka dan sahur, baik secara individu, kelompok, maupun organisasi,” ajaknya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam berpuasa dan berbagi. “Segala sesuatu yang dilakukan dengan imanan wahtisaban akan mendatangkan pahala, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” katanya.
Menurutnya, konsumsi makanan halalan thayyiban membawa berkah bagi kesehatan. “Saat berpuasa, kita mengurangi kebiasaan berlebihan dalam makan dan menggantinya dengan makanan bergizi. Ini akan membawa keberkahan bagi tubuh,” jelasnya.
KH. Marsudi juga menegaskan bahwa perbuatan baik harus berasal dari sumber yang baik. “Berbuat baik dengan cara yang baik akan diterima dengan baik,” ujarnya.
Sebagai intisari, ia mengingatkan agar tidak berlebihan dalam berbuka dan tetap menjaga keseimbangan hidup. “Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih diri dalam mengendalikan keinginan dan menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



