Energi Juang News, Jakarta– Iran kembali menunjukkan kekuatan militernya dengan memperkenalkan rudal balistik terbaru bernama Ghassem Basir. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 1.200 kilometer dan dilengkapi dengan sistem panduan canggih yang memungkinkan identifikasi dan penyerangan target spesifik tanpa bergantung pada GPS.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Aziz Nasirzadeh, menjelaskan bahwa Ghassem Basir dirancang untuk mengatasi sistem pertahanan anti-balistik dan mampu menyerang dengan presisi tinggi. “Rudal ini memiliki kemampuan manuver dan panduan yang ditingkatkan untuk menghindari pertahanan berlapis dan dengan mudah melewati sistem pertahanan anti-balistik,” ujar Nasirzadeh.
Pengembangan rudal ini merupakan respons terhadap ancaman dari Amerika Serikat dan Israel terkait program nuklir Iran.
Nasirzadeh menegaskan bahwa jika terjadi serangan dari AS atau Israel, Iran akan membalas dengan menyerang kepentingan, pangkalan, dan pasukan mereka di mana pun berada.
“Kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tetangga dan menginginkan hubungan persaudaraan, tetapi jika terjadi serangan, pangkalan AS di wilayah tersebut akan dianggap sebagai target yang sah,” tambahnya.
Terkait serangan rudal oleh kelompok Houthi Yaman ke Bandara Ben Gurion di Israel, Nasirzadeh menolak keterlibatan Iran dan menyatakan bahwa Yaman adalah negara merdeka yang membuat keputusan sendiri. “Yaman adalah negara independen yang membuat keputusan sendiri,” tegas Nasirzadeh.
Pengumuman ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama setelah serangan Houthi ke Israel yang memicu ancaman balasan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Sementara itu, pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS yang dijadwalkan pada 3 Mei di Roma ditunda atas permintaan Menteri Luar Negeri Oman, yang menjadi mediator dalam negosiasi tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan udara terhadap program nuklir Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Iran pun memperingatkan bahwa mereka dapat melanjutkan pengayaan uranium hingga tingkat senjata jika diplomasi gagal.
Dengan pengenalan Ghassem Basir, Iran menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi ancaman dan mempertahankan kedaulatannya di tengah tekanan internasional.
Redaksi Energi Juang News



