Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaPocong Mbah Sumi: Aroma Melati dan Teror Hantu dari Rumah Indische Terkutuk

Pocong Mbah Sumi: Aroma Melati dan Teror Hantu dari Rumah Indische Terkutuk

Energi Juang News, Jakarta- Di balik gang sempit bernama Soka, RT 09/ RW 02, Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul—terdapat sebuah rumah tua bergaya Indische yang menyimpan teror tak kasatmata. Rumah tua ini berdiri di tengah kawasan Kotagede yang memang dikenal dengan bangunan-bangunan klasik berusia ratusan tahun. Namun, dari sekian banyak rumah tua, hanya satu yang menyimpan legenda mengerikan: rumah Pocong Mbah Sumi.

Bangunan itu masih mempertahankan bentuk asli arsitektur Jawa, lengkap dengan tiang kayu besar dan atap joglo yang kokoh. Namun, dibalik keindahan senyapnya, menyimpan duka mendalam dan kisah kelam yang tak pernah usai diceritakan.

Konon, rumah ini dulunya dihuni oleh seorang wanita tua bernama Mbah Sumi. Ia dikenal sebagai seorang penari Jawa yang anggun dan tenang, namun takdir buruk menimpanya. Pada tahun 1935, rumah tersebut menjadi saksi bisu peristiwa keji: perampokan disertai pemerkosaan brutal yang merenggut nyawa Mbah Sumi secara tragis.

Karena kematiannya yang tidak wajar dan penuh dendam, arwah Mbah Sumi diyakini tak pernah benar-benar pergi. Ia sering menampakkan diri dalam wujud pocong dengan kafan kusam dan aroma melati yang begitu tajam menusuk hidung—tanda pasti bahwa makhluk itu akan segera muncul.

Warga sekitar sudah hafal betul: jika aroma melati tiba-tiba tercium di udara malam, itu pertanda kehadiran Pocong Mbah Sumi. Penampakannya tak hanya menakutkan, tapi juga sangat nyata—kadang terlihat berdiri diam menatap kosong, kadang bergerak melayang tanpa suara di antara bayang rumah tua.

Kisah mistis ini semakin diperkuat oleh kesaksian warga yang mendengar suara tangisan lirih, ketukan pintu tanpa asal, hingga langkah-langkah ringan di malam sunyi. Semua terjadi setelah pukul 10 malam, waktu yang dipercaya menjadi jam aktif makhluk gaib.

Baca juga :  Tragedi Horor Mall Klender, Api, Arwah, dan Luka Mei 1998

Salah satu cerita paling menyeramkan datang dari sekelompok tiga orang remaja yang melakukan uji nyali di rumah itu. Remaja yang masih sekolah itu bernama Rian,Feby dan Kamso datang ketempat itu dengan membawa kamera.

Tepat pukul 00.00 WIB tanpa didampingi penjaga rumah tersebut mereka memulai niatnya dengan mematikan lampu ruangan yang dipilih dan menyalakan kamera infra red.

Namun tak lama berselang, acara rekaman uji nyali tersebut mendadak heboh, Kamso tiba tiba menghilang disudut ruang gelap. Rian dan Feby mencari disetiap bagian rumah itu dan tidak menemukannya. Betapa terkejutnya mereka saat melihat hasil rekaman kamera, mereka dipertontonkan adegan dimana tubuh Kamso ditarik dan diseret sosok Pocong Sumi dan menghilang.

Mereka terus mencari hingga siang hari,namun Kamso tidak ditemukan. Dan anehnya, Kamso muncul kembali di tempat yang sama pada tengah malam keesokan harinya.

Dalam pengakuannya, Kamso diajak ke alam masa lalu dan menyaksikan adegan perampokan dan pembunuhan yang dulu terjadi dirumah tersebut. Setelah Kamso menceritakan yang dialaminya, hanya ketakutan yang membekas di wajah mereka bertiga.

Kini, rumah tua ini bukan hanya dikenal sebagai warisan arsitektur kolonial, tetapi juga sebagai destinasi wisata mistis yang memikat banyak pencinta horor. Tapi satu hal yang pasti, siapa pun yang berani mendekat—harus siap menghadapi teror dari Pocong Mbah Sumi, si penari yang tak pernah benar-benar pergi dari panggungnya yang terakhir.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments