Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaHukumGudang Solar Ilegal Dekat Balai Desa Pongangan Digerebek

Gudang Solar Ilegal Dekat Balai Desa Pongangan Digerebek

Energi Juang News, Jakarta – Sebuah gudang solar ilegal yang berada di dekat Balai Desa Pongangan, Gresik, digerebek warga karena menimbulkan bau menyengat dan debu hitam yang membahayakan. Aktivitas mencurigakan di lokasi itu membuat warga geram hingga akhirnya melakukan aksi massa.

Warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, melakukan penggerebekan terhadap gudang solar ilegal yang berlokasi di Jalan KH Syafi’i, tak jauh dari Balai Desa Pongangan. Gudang tersebut diduga menjadi tempat praktik pengoplosan bahan bakar solar dengan oli bekas.

Aksi warga dipicu oleh bau menyengat yang kerap muncul setiap malam dan menyebabkan gangguan pernapasan. Debu hitam dari lokasi juga menempel di rumah warga dan sulit hilang.

Kemarahan warga memuncak dan terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga menyerbu gudang dan menemukan tangki-tangki besar berwarna biru-putih yang ditinggalkan oleh pelaku.

Baca Juga : Warga Gresik Puji Kemudahan Aplikasi Mobile JKN

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa gudang ini telah lama beroperasi dan pernah diprotes warga dari dua desa, yaitu Desa Pongangan dan Desa Suci. Namun, tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang sehingga aktivitas diduga ilegal itu terus berjalan.

Kepala Desa Pongangan, Aan Chunaifi, membenarkan bahwa gudang berada di perbatasan antara Desa Pongangan dan Desa Suci.

“Setiap malam warga mencium bau seperti gas bocor. Kami sudah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tapi gudang tetap beroperasi,” ujar Aan, Minggu (18/5).

Aan menjelaskan bahwa awalnya gudang tersebut mengaku hanya sebagai tempat parkir truk milik PT LBB. Namun, warga mencurigai gudang tersebut hanya kedok untuk melakukan praktik pengoplosan solar secara ilegal.

Baca juga :  KPK Panggil Rudy Tanoe, Tersangka Korupsi Bansos Beras 2020

Demo terbaru dilakukan oleh warga Desa Suci pada malam hari, sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, warga Desa Pongangan juga menggelar aksi serupa pada awal bulan Mei.

“Kami butuh tindakan nyata dari aparat. Ini sudah menyangkut keselamatan warga dan lingkungan,” tegas Aan.

Hingga kini, pihak pengelola gudang belum memberikan tanggapan resmi. Warga berharap aparat segera turun tangan sebelum kondisi semakin memanas atau menimbulkan bahaya lingkungan yang lebih serius.

Redaksi Energi Juang

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments