Berita Energi Juang, Jakarta- Jika kita pernah melewati jalur jalan raya Magetan, Madiun, di Jembatan Jiwan, jembatan yang letaknya di perbatasan Madiun-Magetan ini memiliki kisah mistis yang populer yaitu kisah Si Cantik Sadikem dari Jembatan Jiwan.
Di awal dan ujung jembatan dihiasi dengan sepasang tempat duduk yang tinggi, Penduduk disekitarnya menyebut buk ireng (tempat duduk tinggi yang terbuat dari bata), Di buk ireng itulah hantu Sadikem sering menampakkan diri dan berwujud wanita cantik. Konon katanya si cantik hantu Sadikem bunuh diri di tempat tersebut.
Banyak penduduk sekitar yang enggan dan takut berkomentar tentang fenomena hantu cantik ini. Bentuk teror Sadikem itu sendiri bermacam-macam, Kadangkala menjelang malam seperti terdengar suara-suara yang aneh di sekitar desa. Ada beberapa warga mengaku seperti datangi hantu Sadikem.
Ada kisah menyeramkan dari sumber yang terpercaya. Kisah yang dialami oleh Giono supir bus tujuan Ponorogo – Surabaya pada hari keberangkatannya.
Seperti biasa ia menyiapkan peralatan tempurya sebelum jadwal keberangkatan pukul 21.00 dari Terminal Ponorogo menuju Surabaya. Partner kerjanya bernama Heru juga sudah bersiap dan bersemangat karena ini hari pertama setelah tiga hari lalu dia izin cuti menikah dengan gadis pujaannya.
Jam berangkat tiba, seiring bangunnya bus mereka segera melajukan kendaraan andalannya menuju pintu terminal. Disitu ada Bu Nyahmi penumpang langganannya menyapa mereka, “Her, selamat ya. Akhirnya kamu menikah juga dengan Siti” sapanya. “terimakasih bu, ini lagi semangat semmgatnya cari uang. Baru tiga hari langsung berangkat nih” jawab Heru.
“Kok kamu baru tiga hari sudah kerja? Apa ndak nunggu tujuh hari, lewat jembatan Jiwan?” Bu Nyahmi terheran heran.
“Ndak apa apa bu, wong Heru sudah kebal kok, tiap hari dia lewat tempat itu, hantunya sudah pada kenal,..he he”, canda Sahut Giono.
Dalam perjalanan mereka melaju dengan kecepatan standar malam itu, namun bus itu baru bergerak tiga kilometer dari terminal, Giono merasa ada sedikit masalah pada rem bus tersebut.
Dia memberi kode ke Heru untuk minggir dan memeriksa remnya, supaya memberi rasa aman ke penumpang. Setelah berhenti dan di cek Heru, bus itu kembali melanjutkan perjalanan malam itu.
Tak berapa jauh memasuki perbatasan Ponorogo Madiun, tiba tiba lampu utama bus itu mati. Dan Giono merasa ada yang ganjil dengan bus andalannya tersebut,mereka saling melemparkan pandangan dengan raut muka sangsi.
Setelah minggir dan memperbaiki lampu bus tersebut, Heru berbisik “Kenapa bus inibermasalah padahal sudah dicek sebelum berangkat?”. “Apa mungkin kamu belum mandi sehabis berhubungan sama istrimu?he he he”Giono menjawab sambil bercanda.
“Sialan kamu !!” jawab Heru. Namun makin tampak raut muka ragu-ragu di antara mereka, hingga tibalah mereka segera memasuki Jembatan Jiwan.
Tiba – tiba bus itu bertahan di pintu masuk jembatan itu, dengan kondisi lampu dan mesin padam. Mereka terheran-heran sambil turun lagi dari bus untuk mengecek kendaraan itu.
Saat itulah Heru melihat ke belakang bus, memeriksa kondisi mesin yang tiba-tiba mati. Heru seperti melihat sosok wanita cantik mendatanginya dan menyapa keinginannya ikut menumpang bus itu, merekapun mengiyakan. Kedua bus terbangun itu mencium aroma bunga melati saat wanita itu melintasi mereka, dan setelah sosok itu masuk bus, tiba-tiba lampu depan bus menyala kembali.
Saat itu Heru heran kenapa lampu tiba tiba menyala, sunggu kejadian yang aneh.
Yang membuat bulu kuduk mereka merinding, saat Heru melihat lihat kondisi penumpang, apa sudah lengkap apa yang belum. Dia tak menemukan sosok ibu tadi yang baru naik dari jembatan Jiwan.Heru segera menegur Giono menanyakan posisi penumpang lewat kaca spion supir. Giono mencari cari lewat spion bus dan benar, sosok peremuan itu tidak ada.
Setelah selesai dengan kebingungan, akhinya mereka melanjutkan perjalanan. Saat melintasi Jembatan Jiwan tiba tiba rem bus tiba tiba blong, dan betapa kagetnya Giono Ketika melihat spion samping bus. Giono melihat sosok tadi sudah turun , namun dilihat dari kaca spion bus terlihat sosok lain itu. Sosok itu berubah menjadi sosok yang mengerikan, berambut panjang dan memakai baju pengantin turun bersama seorang laki-laki yang juga berpakaian pengantin.
Wajah Giono dan Heru tiba-tiba berubah pucat dan takut sosok mengerikan tersebut terbang menghilang di tempat gelap. Dan mereka akhirnya menyimpulkan bahwa mereka bertemu dengan sosok mengerikan jangan itu hantu Sadikem.
Setelah mobil akhirnya menyala, karena ketakutan mereka juga segera meninggalkan tempat tersebut.,
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dan berharap segera sampai di Surabaya secepatnya, sadar mereka dihantui Sadikem arwah yang sering menampakkan diri ke pengendara yang melewati jembatan tersebut. Pengalaman mereka yang menakutkan ajkhinya diceritakan ke bu Nyahmi, dan dibalas dengan peringatan Bu Nyahmi ke Heru, “Kalau belum seminggu jangan melewati jembatan ini” ujar Bu Nyahmi.
Hantu Sadikem kerapkali duduk melambai-lambaikan tangan pada pengemudi kendaraan yang lewat di situ, Bahkan sering juga mendatangi rumah penduduk sekitar dan menyapa orang-orang yang kebetulan lewat.
Ada beberapa cerita yang beredar salah satunya di kisahkan Sadikem mati penasaran sehingga arwahnya gentayangan berpura-pura meminta tumpangan.
Ada pula yang mengatakan terlebih dahulu Sadikem diperkosa lalu dibuang ke sungai, karena penasaran arwahnya gentayangan.
Bahkan ada yang mengatakan karena sesajen yang digenangkan di Sungai Bakung kurang, akhirnya arwah Sadikem muncul dan menghantui.
Karena peristiwa itulah arwah Sadikem sering gentayangan di sekitar jembatan Jiwan, sosoknya kerapkali menghadang para lelaki yang lewat di tempat itu karena dikira suaminya. Kasus tabrakan bus pun sering terjadi di sekitar tempat ini beberapa tahun silam di dekat jembatan ini menjadi fenomena teror hantu Sadikem. Tidak ada satupun yang selamat dalam tragedi tersebut.
Beberapa kejadian kecelakaan bahkan memakan korban 18 jiwa sekaligus, karena bus yang mereka tumpangi terjun masuk ke sungai. Kejadian ini membuat trauma warga yang melintasi Jembatan itu, yang akhirnya membuat warga sepakat mempersembahkan sesaji untuk meredam amarah arwah penasaran Gadikem. Bahkan kendaraan yang melewati jembatan itu perlu menyalakan klakson untuk melindungi diri.
Setelah banyaknya tibul korban jiwa kisah hantu Sadikem makin melegenda, menurut masyarakat sekitar Sadikem mati terkena Sawan Kemanten Anyar awal mulanya Sadikem adalah seorang wanita cantik yang berasal dari Desa Malang, Maospati. Kemudian sang bunga desa menikah dengan pria idamannya. Belum genap seminggu pernikahannya, Sadikem pergi kesungai Bakung untuk mencuci pakaiannya, Dalam tradisi Jawa, pengantin baru dilarang keluar rumah sebelum genap 7 hari. Sehingga Sadikem melanggar tradisi adat Jawa. Yang akhirnya Sadikem hilang ditelan Sungai Bakung.
Redaksi Energi Juang News



