Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengecam Israel yang melancarkan serangan terhadap Iran pada Jumat, 13 Juni 2025.
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, tindakan Israel itu mencerminkan aksi kolonialis yang semakin menggila, khususnya selama hampir 2 tahun terakhir.
“Bangsa Indonesia harus terus memperkuat perjuangan menentang kolonialisme dan imperialisme Israel, yang kian membabi-buta khususnya sejak 2023,” ungkap Gus Falah dalam keterangan resminya, Jumat (13/6/2025).
Gus Falah melanjutkan, bangsa Indonesia memiliki spirit anti kolonialisme ‘abadi’ yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
Selain itu, sambung Gus Falah, spirit Konferensi Asia Afrika (KAA) maupun Nefo (New Emerging Forces) yang dikobarkan Bung Karno juga harus tetap menjadi ‘bekal’ bangsa ini dalam menentang kolonialisme Israel.
Dengan perilaku kolonialis Israel yang makin menggila ini, pemerintah dan rakyat Indonesia seharusnya tak lelah mengobarkan spirit KAA dan Nefo, termasuk nilai-nilai konstitusi kita untuk menentang kolonialisme Israel ini,” tegas tokoh muda NU itu.
Sebelumnya, serangan Israel menimbulkan ledakan pada Jumat pagi di ibu kota Iran, demikian menurut laporan TV pemerintah.
Serangan Israel itu menargetkan pabrik nuklir dan lokasi militernya. Serangan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan konflik besar di kawasan tersebut.
Amerika Serikat dan negara Barat lainnya, bersama dengan Israel, memang telah berulang kali menuduh Iran tengah berupaya membuat senjata nuklir.
Israel pun kembali menyerukan negara-negara lain untuk mengambil tindakan setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) PBB menuduh Iran tidak mematuhi kewajibannya, baru-baru ini.
Redaksi Energi Juang News



