Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalSerangan Iran Jebol Iron Dome Israel, Kok Bisa?

Serangan Iran Jebol Iron Dome Israel, Kok Bisa?

Energi Juang News, Jakarta-Serangan dahsyat oleh Iran dalam beberapa hari terakhir membuat sistem pencegat rudal Israel , Iron Dome, kewalahan.

Iran meluncurkan ratusan rudal sejak 13 Juni sebagai balasan. Sebelumnya, Israel lebih dulu menggempur negeri Mullah itu.

Militer Zionis menyerang fasilitas nuklir utama, situs persenjataan, hingga wilayah penduduk di Teheran dan sejumlah wilayah lain.

Dalam menyerang Israel, Iran disebut-sebut menggunakan berbagai jenis rudal balistik seperti Emad, Ghadr-1, dan rudal hipersonik pertama Fattah-1. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi senjata apa yang digunakan Teheran untuk menghabisi negara pimpinan Benjamin Netanyahu.

Serangan Iran menghantam Tel Aviv bahkan di daerah markas Pasukan Pertahanan dan Kementerian Pertahanan Israel serta wilayah lain.

Israel memiliki sistem pertahanan yang terkenal dan disebut-sebut paling efektif di dunia dengan tingkat pencegahan 90 persen, Iron Dome. Kubah ini dirancang untuk mencegat roket dan artileri jarak pendek dengan jangkauan 70 kilometer.

Iron Dome bekerja dengan cara mendeteksi rudal atau roket yang diluncurkan musuh. Alat ini kemudian akan menganalisis potensi jatuhnya roket dan dampaknya. Jika roket mengancam sistem akan meluncurkan roket pencegat Tamir untuk menghalau atau menghancurkan roket musuh, demikian dikutip dalam grafis yang dibuat ABC News .

Iron Dome dilengkapi sejumlah baterai. Setiap baterai memiliki tiga atau empat peluncur dan masing-masing peluncur berisi 20 rudal pencegat.

Meski dikenal canggih, Iron Dome juga bisa berkomunikasi yakni ketika digempur secara bersamaan dengan volume tinggi.

Analis senior di Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis, mengatakan jumlah rudal pencegat Iron Dome terbatas sehingga jika diserbu secara bersamaan ada potensi sistem ini keteteran atau jebol.

“Jadi salah satu cara untuk mengalahkannya adalah dengan membuat suasananya. Dan itu adalah kelemahan dari sistem pertahanan udara mana pun,” ujar Davis pada Oktober 2023, dikutip ABC .

Baca juga :  Kebakaran Hebat di Paviliun COP30 Brasil: 13 Orang Dirawat Akibat Hirup Asap, Sidang COP Terganggu!

Namun, Iron Dome adalah lapisan terbawah pertahanan rudal Israel dan bukan sistem untuk menangkis rudal balistik. Mereka menerapkan skema perlindungan berlapis.

Israel punya sistem pencegat rudal jarak pendek dan menengah yang disebut David’s Sling yang. Cara kerjanya dengan melakukan serangan  hit to kill untuk mencapai target sejauh 299 km.

Artinya, saat rudal musuh meluncur yang bekerja keras menangkis kendali peluru ini adalah Davis Sling.

Lapisan pertahanan udara selanjutnya dari sistem anti-rudal Israel adalah Arrow 2 dan Arrow 3. Arrow 2 menggunakan hulu ledak fragmentasi untuk menghancurkan rudal balistik yang masuk di fase terminal atau menukik ke arah target.

Sementara itu, Arrow 3 menggunakan teknologi hit to kill untuk mencegat rudal balistik yang datang di luar angkasa, sebelum rudal itu masuk ke atmosfer saat menuju sasaran.

Pejabat Israel sudah lama mengatakan bahwa ada sistem pemeliharaan yang sempurna, dan bahwa arsitektur pertahanan udara mereka dirancang untuk fokus ke perlindungan pusat populasi dan infrastruktur vital.

Dalam model seperti itu, sistem seperti Iron Dome diprogram hanya untuk mencegat proyektil yang mungkin mengenai area sensitif atau berpenduduk, dan membiarkan proyektil lain jatuh di area tak berpenghuni.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments