Energi Juang News, Jakarta– Genangan air akibat banjir di Kota Kendari belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Senin (30/6/2025). Bahkan, kondisi di beberapa titik justru mengalami peningkatan debit air.
Banjir Kendari belum surut dan saat ini masih melanda 16 kelurahan di 7 kecamatan, termasuk Kecamatan Baruga, Kendari, Mandonga, dan Abeli. Kelurahan Lepo-lepo menjadi salah satu wilayah terdampak terparah dengan ratusan rumah warga masih terendam.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, sebanyak 402 warga masih bertahan di lokasi pengungsian, baik di masjid, rumah keluarga, maupun tenda-tenda darurat di Jalan H. Lamuse, Kelurahan Lepo-lepo.
“Kami langsung bergerak cepat melakukan peninjauan dan koordinasi bersama lurah, camat, dan instansi teknis. Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan warga dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang, dalam pernyataan resminya.
Longsor Juga Terjadi di Beberapa Titik
Selain banjir, tanah longsor turut memperparah situasi di tiga kelurahan: Alolama, Sanua, dan Sodoha. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kota Kendari, Muhammad Sadrin Tahir, menyampaikan bahwa 11 rumah warga tertimbun longsor pada Minggu (29/6/2025).
“Satu remaja laki-laki berusia 17 tahun mengalami luka ringan dan syok akibat longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Sadrin saat dikonfirmasi, Senin (30/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa wilayah dengan kondisi banjir terparah masih berada di Kelurahan Lepo-lepo, tepatnya di sekitar aliran Kali Wanggu yang meluap dan membanjiri tujuh RT sekaligus.
“Masalah utamanya karena tingginya debit air dari hulu dan kondisi pasang air laut yang bertemu di titik tersebut. Kombinasi itu yang memicu banjir parah di kawasan Wanggu,” jelasnya.
Lansia Dievakuasi, Gubernur Turun Langsung
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut meninjau langsung lokasi pengungsian di Kelurahan Lepo-lepo. Saat kunjungannya, dua warga lanjut usia yang mengalami demam segera dirujuk ke RS Bahteramas.
“Atas instruksi langsung dari Pak Gubernur, dua lansia perempuan segera dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis,” lanjut Sadrin.
BPBD terus mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir serta longsor masih terbuka.
Redaksi Energi Juang News



