Rabu, April 22, 2026
spot_img
BerandaDaerahMelihat Sentra Batik Tulis Sendang Duwur: Motif Eksklusif, Harga Sesuai Kerumitan

Melihat Sentra Batik Tulis Sendang Duwur: Motif Eksklusif, Harga Sesuai Kerumitan

Energi Juang News, Jakarta — Batik tulis adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang masih dipertahankan secara tradisional, dibuat dengan tangan menggunakan canting dan malam cair. Di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, tradisi ini tetap hidup berkat perajin seperti Sutiyem.

Sejak tahun 1995, Sutiyem, wanita berusia 56 tahun, telah aktif memproduksi batik tulis dengan berbagai bentuk, seperti sarung, pakaian, gendongan, dan seragam. Ia tak hanya berkarya, tetapi juga turut melestarikan budaya leluhur.

“Ciri khas batik dari Sendang Duwur biasanya memakai warna merah, hitam, dan putih,” jelasnya.

Motif-motif batik khas daerah ini mencerminkan kekayaan alam dan budaya, seperti daun-daunan, bunga melati, dan burung garuda. Selain itu, Sutiyem juga mengembangkan motif lain seperti naga, biota laut, hingga gapura paduraksa yang ikonik.

Baca Juga : Batik Impor Banjiri Pasar Dalam Negeri, Ekspor Masih Kontraksi

Proses pembuatannya dimulai dengan mencelupkan kain ke larutan tepung kanji, lalu menjemurnya. Setelah kering, pola digambar menggunakan canting, diwarnai, lalu lilin yang menutupi motif dilunturkan untuk menyempurnakan hasil akhir.

Waktu pengerjaan batik tulis sangat bergantung pada tingkat kerumitan desain, bisa memakan waktu antara tiga hingga tujuh hari. “Semakin rumit motifnya, makin lama prosesnya, dan makin tinggi juga harganya,” ujar Sutiyem.

Kini, ia memberdayakan tujuh orang untuk membantunya menyelesaikan pesanan. Namun, ia mengakui bahwa pemasaran batik tulis masih menjadi tantangan besar, karena pembeli umumnya masih berasal dari wilayah lokal.

Di samping itu, keterbatasan modal juga seringkali menjadi hambatan dalam memperluas produksi. Meski demikian, semangat berkarya tak pernah luntur dari dirinya.

“Saya tetap menikmati prosesnya dan terus berkarya,” ungkap Sutiyem dengan senyum.

Baca juga :  Bekasi Tenggelam: Banjir Paling Dahsyat Sejak 2016

Sentra batik tulis di Sendang Duwur menjadi salah satu bukti nyata bahwa nilai tradisi masih bisa hidup berdampingan dengan tantangan zaman, asalkan ada semangat dan cinta terhadap budaya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments