Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru menyatakan, aksi intoleransi berupa perusakan rumah yang diduga dijadikan tempat ibadah warga Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat oleh sekelompok orang, sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Tokoh yang akrab disapa Gus Falah itu menegaskan, ajaran Islam sangat melarang mengganggu umat agama lain dalam bentuk apapun, apalagi dalam wujud pelarangan ibadah maupun perusakan tempat ibadah.
“Apabila para pelaku pelarangan yang disertai kekerasan di Cidahu itu mengaku sebagai umat Rasulullah SAW, seharusnya mereka melindungi siapapun termasuk umat Kristen di rumah tersebut untuk tetap beribadah aman. Karena itulah esensi ajaran Islam yang disyiarkan Rasulullah SAW,” tegas Gus Falah, Senin (30/6/2025).
Tokoh muda NU itu melanjutkan, seharusnya seluruh umat Islam meneladani Rasulullah SAW yang dengan Piagam Madinahnya telah melindungi umat-umat beragama lain di Madinah.
Gus Falah pun mengutip hadis riwayat Imam Abu Daud, yang mengungkapkan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang menzalimi seorang non-Muslim yang berkomitmen untuk hidup damai dengan umat Muslim atau mu’ahad, maka Rasulullah adalah lawan bagi yang bersangkutan pada hari kiamat.
Gus Falah juga menambahkan, dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Thabrani, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa barangsiapa menyakiti seorang zimmi atau non Muslim yang tidak memerangi umat Muslim, maka sesungguhnya dia telah menyakitinya.
“Dan barang siapa yang telah menyakiti Rasulullah, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah’, itu adalah sabda beliau,” ungkap Gus Falah.
“Maka, jelas bahwa umat Muslim dilarang mengganggu peribadatan umat agama lain. Apalagi hanya dengan menggunakan alasan perizinan,” tegas Gus Falah.
Aksi intoleran itu terungkap setelah video perusakan rumah yang diduga dijadikan tempat ibadah tersebut viral di media sosial. Akun Instagram @sukabumisatu, menyebut ratusan warga di desa Kecamatan Cidahu melakukan aksi demo yang berujung perusakan di Kampung Tangkil RT 04/01, Desa Tangkil, pada Jumat 27 Juni 2025.
Terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun tersebut, sekelompok orang menurunkan benda yang tampak seperti kayu salib. Warga yang berteriak-teriak itu juga menghancurkan sejumlah fasilitas rumah seperti kaca, meja-meja dan kursi.
Redaksi Energi Juang News



